Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Amalan Malam Nisfu Syaban: Mengetuk Pintu Ampunan di Bulan yang Sering Terlupakan

Kompas.com, 20 Januari 2026, 08:25 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Usai berlalu Rajab, kini kita memasuki Sya’ban. Kehadiran bulan Sya’ban menjadi pertanda bahwa Ramadhan sudah semakin dekat.

Bulan ini berfungsi sebagai penghubung spiritual yang mengantarkan umat Islam dari Rajab menuju puncak pengabdian dan ibadah pada Ramadhan.

Dalam catatan sejarah Islam, Sya’ban tidak hanya dipahami sebagai bulan transisi, tetapi juga sebagai bulan yang menyimpan berbagai keutamaan dan peristiwa penting yang penuh dengan makna spiritual.

Namun, karena letaknya berada di antara dua bulan yang sangat dimuliakan, yaitu Rajab dan Ramadhan, keutamaan Sya’ban sering kali terabaikan dan kurang mendapat perhatian dari banyak kalangan Muslim.

Baca juga: 5 Peristiwa Agung di Bulan Syaban, Peralihan Kiblat hingga Penentuan Ajal Manusia

Padahal, Rasulullah SAW dengan jelas menegaskan kemuliaan bulan ini melalui sabda beliau:

ذَاكَ شَهْرٌ تَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: “Bulan Sya’ban adalah bulan yang sering dilupakan manusia karena terletak di antara Rajab dan Ramadhan. Pada bulan ini amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan berpuasa.” (HR An-Nasai)

Nisfu Syaban, Puncak Spiritualitas Bulan Syaban

Di antara hari-hari istimewa pada bulan ini, terdapat malam Nisfu Syaban, yaitu malam pertengahan bulan Syaban.

Banyak ulama menyebut malam tersebut sebagai momentum untuk bermuhasabah, memperbanyak doa, dan memohon ampunan.

Tradisi umat Islam di berbagai daerah menunjukkan semangat menghidupkan malam ini dengan shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, zikir, serta sedekah.

Keutamaan Nisfu Syaban tidak bisa dilepaskan dari lima peristiwa besar yang terjadi pada bulan ini, sebagaimana dicatat para ulama.

1. Peralihan Kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah

Salah satu peristiwa paling bersejarah dalam perjalanan Islam yang terjadi pada bulan Sya’ban adalah perubahan arah kiblat dari Baitul Maqdis menuju Ka’bah pada tahun kedua Hijriyah. Firman Allah SWT menegaskan hal itu:

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ

Artinya: “Sungguh, Kami melihat wajahmu sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam.” (QS Al-Baqarah: 144)

Imam Ibn Katsir menjelaskan bahwa peralihan ini menjadi penanda lahirnya identitas mandiri umat Islam, sekaligus pembeda tegas dari kiblat kaum Yahudi:

لَمَّا هَاجَرَ إِلَى الْمَدِينَةِ، وَكَانَ أَكْثَرُ أَهْلِهَا الْيَهُودَ، فَأَمَرَهُ اللَّهُ أَنْ يَسْتَقْبِلَ بَيْتَ الْمَقْدِسِ، فَفَرِحَتِ الْيَهُودُ، فَاسْتَقْبَلَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِضْعَةَ عَشَرَ شَهْرًا، وَكَانَ يُحِبُّ قِبْلَةَ إِبْرَاهِيمَ، فَكَانَ يَدْعُو إِلَى اللَّهِ وَيَنْظُرُ إِلَى السَّمَاءِ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ: قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ إِلَى قَوْلِهِ: فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

Artinya: “Ketika beliau SAW hijrah ke Madinah, sementara mayoritas penduduknya adalah orang-orang Yahudi, maka Allah memerintahkannya untuk menghadap Baitul Maqdis. Orang-orang Yahudi pun merasa gembira. Rasulullah SAW menghadap ke arah itu selama beberapa belas bulan. Namun beliau menyukai kiblat Nabi Ibrahim, sehingga beliau senantiasa berdoa kepada Allah dan menengadahkan pandangannya ke langit. Maka Allah menurunkan firman-Nya: Sungguh Kami melihat wajahmu sering menengadah ke langit, hingga firman-Nya: Maka hadapkanlah wajah-wajah kalian ke arahnya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-Adhim [Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah], vol 1, h 330)

2. Diangkatnya Rekapitulasi Amal

Sya’ban juga dikenal sebagai bulan pengangkatan amal tahunan. Rasulullah SAW bersabda:

فَذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ، بَيْنَ شَهْرِ رَجَبٍ وَشَهْرِ رَمَضَانَ، تُرْفَعُ فِيهِ أَعْمَالُ النَّاسِ، فَأُحِبُّ أَنْ لَا يُرْفَعَ عَمَلِي إِلَّا وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: “Hal itu (Sya’ban) merupakan bulan yang kerap dilalaikan oleh manusia, yakni antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan. Aku ingin amalku tidak diangkat kecuali aku sedang berpuasa.” (HR An-Nasa’i)

Syekh Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki menegaskan bahwa pengangkatan amal pada Sya’ban merupakan yang paling besar dan menyeluruh:

مِنْ مَزَايَا شَهْرِ شَعْبَانَ الْمَعْرُوفَةِ: رَفْعُ الْأَعْمَالِ فِيهِ، وَهُوَ الرَّفْعُ الْأَكْبَرُ وَالْأَوْسَعُ، وَقَدْ جَاءَ ذَلِكَ فِي الْحَدِيثِ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ! لِمَ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ مِنْ شَهْرٍ مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ؟

Artinya: “Di antara keutamaan Sya’ban yang telah dikenal, adalah diangkatnya amal-amal perbuatan pada Sya’ban, yaitu pengangkatan yang paling besar dan paling luas. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan dari Usamah bin Zaid RA. Ia berkata: Aku bertanya: Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa pada suatu bulan sebagaimana engkau berpuasa pada bulan Sya‘ban.” (Madza fi Sya’ban [Makkah: Haiah As-Shofwah Al-Malikiyyah], h 11)

3. Penentuan Usia dan Ajal

Pada bulan ini pula ditampakkan ketetapan usia dan ajal manusia. Para ulama menjelaskan bahwa hal tersebut adalah bentuk penampakan takdir kepada malaikat:

Syekh Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki dalam salah satu karyanya menyatakan:

وَفِي شَهْرِ شَعْبَانَ تُقَدَّرُ الْأَعْمَارُ، وَالْمَقْصُودُ إِظْهَارُ هَذَا التَّقْدِيرِ وَإِبْرَازُهُ، وَإِلَّا فَإِنَّ أَفْعَالَ الْحَقِّ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى لَا تُقَيَّدُ بِزَمَانٍ وَلَا مَكَانٍ

Artinya: “Pada bulan Sya’ban ditetapkan usia (ajal), yang dimaksud adalah penampakan dan penegasan ketetapan tersebut. Padahal sesungguhnya perbuatan Allah Yang Mahasuci tidak terikat oleh waktu maupun tempat.” (Madza fi Sya’ban [Mekkah: Haiah As-Shofwah Al-Malikiyyah], h 17)

4. Turunnya Ayat Perintah Bershalawat

Keistimewaan lain adalah turunnya ayat tentang shalawat:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)

Imam Al-Qisthalani menyebut Sya’ban sebagai bulan shalawat:

وَقِيلَ: إِنَّ شَهْرَ شَعْبَانَ شَهْرُ الصَّلَاةِ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؛ لِأَنَّ آيَةَ الصَّلَاةِ، يَعْنِي: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، نَزَلَتْ فِيهِ

Artinya: “Dikatakan bahwa bulan Sya‘ban adalah bulan bershalawat kepada Rasulullah SAW, karena ayat tentang shalawat yaitu firman Allah: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi, diturunkan pada bulan tersebut.” (Al-Mawahib Al-Laduniyyah [Kairo: Al-Maktabah At-Taufiqiyyah], vol 2, h 650)

5. Syaban sebagai Bulan Alquran


عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ الْمُسْلِمُونَ إِذَا دَخَلَ شَعْبَانُ، انْكَبُّوا عَلَى الْمَصَاحِفِ فَقَرَؤُوهَا، وَأَخْرَجُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ تَقْوِيَةً لِلضَّعِيفِ وَالْمِسْكِينِ عَلَى صِيَامِ رَمَضَانَ .وَقَالَ سَلَمَةُ بْنُ كُهَيْلٍ: كَانَ يُقَالُ: شَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ الْقُرَّاءِ

Artinya: “Dari Anas RA, ia berkata: Apabila bulan Sya’ban telah masuk, kaum Muslimin menyibukkan diri dengan mushaf-mushaf Al-Qur’an lalu membacanya, dan mereka mengeluarkan zakat harta mereka untuk menguatkan orang-orang lemah dan fakir miskin agar mampu menjalankan puasa Ramadhan. Dan Salamah bin Kuhail berkata: Dahulu dikatakan: bulan Sya’ban adalah bulannya para pembaca Al-Qur’an.” (Lathaif Al-Ma’arif [Beirut: Dar Al-Fikr], h 149)

Amalan Utama Malam Nisfu Syaban

Berangkat dari keutamaan di atas, para ulama menganjurkan sejumlah amalan:

1. Memperbanyak istighfar dan taubat – membersihkan hati sebelum Ramadhan.

2. Membaca Al-Qur’an – meneladani tradisi salaf yang menjadikan Syaban sebagai bulan tilawah.

3. Shalat sunnah malam – sebagai bentuk penghambaan total.

4. Memperbanyak shalawat – karena Syaban disebut bulan shalawat.

5. Puasa sunnah – mengikuti teladan Rasulullah SAW.

Baca juga: Malam Nisfu Sya’ban dalam Tinjauan Ulama: Dalil dan Amalan yang Dianjurkan

Nisfu Syaban sejatinya adalah latihan ruhani sebelum memasuki madrasah Ramadhan. Siapa yang menghidupkannya dengan doa dan amal saleh, insya Allah akan lebih siap menyambut puasa dengan hati bersih.

Demikianlah lima peristiwa penting yang memiliki nilai sejarah dan keutamaan pada bulan Sya’ban. Semoga dengan menelaah jejak peristiwa tersebut, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah dan mempersiapkan diri menyongsong Ramadhan. Amin. Wallāhu a‘lam bis ṣhawāb.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar