Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Sya‘ban Disebut Bulan Arwah? Inilah Jejak Sejarahnya dalam Tradisi Islam Nusantara

Kompas.com, 25 Januari 2026, 16:51 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Menjelang Ramadan, masyarakat Jawa mengenal satu bulan yang sarat tradisi dan makna, yaitu bulan Ruwah. Di bulan ini, makam-makam dibersihkan, doa-doa dipanjatkan, dan keluarga berkumpul untuk mengenang leluhur. Namun, di balik praktik yang tampak sederhana itu, tersimpan sejarah panjang perjumpaan Islam dan budaya Jawa.

Mengapa bulan Sya‘ban dalam kalender Islam disebut Arwah atau Ruwah dalam tradisi Jawa? Apakah ini ajaran agama atau produk budaya? Artikel ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut secara Lengkap.

Baca juga: Tradisi Sadranan di Bulan Sya’ban: Begini Pandangan Para Ulama

Asal-usul Istilah “Ruwah”

Istilah Ruwah berasal dari bahasa Arab al-arwāḥ (الأرواح), bentuk jamak dari rūḥ, yang berarti arwah atau ruh. Dalam proses penyerapan ke dalam bahasa Jawa, pelafalan Arab tersebut mengalami penyederhanaan fonetik, sehingga arwāḥ menjadi ruwah.

Fenomena ini lazim dalam sejarah Islam Nusantara. Bahasa Arab tidak diserap secara kaku, melainkan disesuaikan dengan lidah lokal. Proses ini menunjukkan bahwa Islam di Jawa berkembang melalui adaptasi kultural, bukan pemaksaan, termasuk dalam hal istilah.

Reformasi Kalender Jawa-Islam

Penyebutan bulan Ruwah tak bisa dilepaskan dari kebijakan besar Sultan Agung Hanyokrokusumo, Raja Mataram Islam abad ke-17. Ia melakukan reformasi kalender dengan menyatukan Sistem penanggalan Saka (Jawa lama) dan Sistem bulan Hijriyah Islam.

Hasil penyatuan tersebut adalah kalender Jawa-Islam yang masih digunakan hingga kini. Adapun nama-nama bulan dalam kalender Jawa-Islam adalah:

1. Muharram → Sura

2. Safar → Sapar

3. Rabi‘ul Awwal → Mulud

4. Rabi'ul Akhir → Bakda Mulud

5. Jumadil Awal → Jumadil Awal

6. Jumadil Akhir → Jumadik Akir

7. Rajab → Rejeb

8. Sya'ban → Ruwah

9. Ramadhan → Pasa

10. Syawal → Sawal

11. Dzulqa'dah → Sela

12. Dzulhijah → Besar.

Baca juga: Apakah Nyekar Termasuk Bid’ah? Simak Penjelasan Islam

Mengapa Justru Sya‘ban yang Disebut Ruwah?

Bulan Sya'ban disebut dengan bulan Arwah atau bulan Ruwah karena dalam tradisi Islam Nusantara, Para Ulama Wali Songo memusatkan tradisi penghormatan terhadap leluhur, yang dikenal sebagai upaca Sradha di bulan ini. Tradisi ini diganti dengan tradisi yang bersifat Islami.

Mengapa tradisi tersebut dilakukan di bulan Sya'ban? Dalam tradisi Jawa, refleksi spiritual hampir selalu terkait dengan leluhur. Mengingat orang tua yang telah wafat dianggap bagian dari:

  • Pembersihan batin
  • Penataan etika hidup
  • Persiapan memasuki fase sakral

Sementara dalam Islam, bulan Sya'ban merupakan bulan persiapan menuju bulan suci dan mulia, yaitu Ramadhan. Di bulan ini umat Islam dianjurkan melakukan muhasabah, meningkatkan amal serta doa, dan memperbanyak puasa. 

Adanya keselarasan nilai antara tradisi Jawa dalam menghormati para leluhur dan Sya'ban ini menjadikan bulan Sya'ban dipilih sebagai bulan untuk menghormati arwah leluhur. Ada beberapa perubahan signifikan dalam tradisi menghormati leluhur, diantarnya:

  • Menghormati leluhur diganti dengan bersih-bersih makam dan ziarah kubur
  • Mantra diganti dengan dzikir, tahlil, dan doa untuk para leluhur
  • Sesajen diganti dengan sedekah dan makan bersama
  • Pemujaan diganti dengan kalimat-kalimat tauhid.

Akulturasi budaya ini kemudian melahirkan tradisi yang bernapaskan Islam, yaitu tradisi Ruwahan, Sadranan, atau Nyekar yang dilaksanakan di bulan Sya'ban atau Ruwah.

Ini merupakan bagian dari strategi dakwah kultural yang dilakukan para Wali yang membuat Islam mengakar tanpa benturan.

Para Ulama Nusantara memandang tradisi Ruwahan, Sadranan, atau Nyekar dengan kaidah Al-‘ādah muhakkamah, artinya adat dapat diterima selama tidak melanggar syariat.

Baca juga: Jelang Puasa Ramadhan, Ini Tradisi Ruwahan yang Masih Lestari

Kesimpulan

Bulan Ruwah adalah produk sejarah Islam Nusantara, bukan ajaran teologis Islam. Ia lahir dari pertemuan Sya‘ban sebagai bulan refleksi dan tradisi Jawa yang menghormati leluhur.

Memahami Tradisi di bulan Ruwah secara proporsional membantu menjaga tradisi, meluruskan akidah, dan merawat warisan budaya dengan bijak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar