Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Shalat Taubat: Niat, Doa, dan Cara Ampuh Menghapus Dosa

Kompas.com, 28 Januari 2026, 16:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dalam perjalanan hidup, manusia tidak pernah lepas dari salah dan khilaf. Islam sebagai agama rahmat tidak menutup pintu pengampunan bagi siapa pun yang ingin kembali kepada Allah SWT dengan hati yang tulus.

Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan ketika seorang Muslim menyesali dosanya adalah shalat taubat.

Ibadah ini bukan sekadar ritual dua rakaat, melainkan simbol kesungguhan seorang hamba untuk memperbaiki diri dan menata ulang hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.

Baca juga: 7 Doa Taubat dalam Al Quran: Arab, Latin, dan Artinya

Makna Shalat Taubat dalam Islam

Secara bahasa, taubat berarti kembali. Dalam konteks syariat, taubat dimaknai sebagai kembali kepada ketaatan setelah terjerumus dalam kemaksiatan.

Dikutip dari buku Ihya’ Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali, taubat adalah pintu awal perjalanan ruhani seorang hamba menuju kesucian hati dan kedekatan dengan Allah SWT.

Menurut Al-Ghazali, taubat sejati bukan hanya ucapan istighfar, tetapi disertai penyesalan mendalam, meninggalkan dosa, dan tekad kuat untuk tidak mengulanginya.

Shalat taubat menjadi salah satu bentuk nyata dari proses tersebut. Dalam buku Tuntunan Shalat Sunnah Lengkap karya Saiful Hadi El Sutha dijelaskan bahwa shalat taubat merupakan shalat sunnah dua rakaat yang dilakukan dengan niat memohon ampunan kepada Allah SWT atas dosa yang telah dilakukan.

Baca juga: Bacaan Dzikir dan Doa Setelah Sholat Taubat Lengkap dengan Artinya

Dasar Anjuran Shalat Taubat

Anjuran untuk bertaubat ditegaskan langsung dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

Yā ayyuhalladzīna āmanū tūbū ilallāhi taubatan nashūḥā

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” (QS. At-Tahrim [66]: 8)

Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan shalat taubat sebagaimana diriwayatkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi.

Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa siapa pun yang melakukan dosa, lalu berwudhu dengan sempurna, melaksanakan shalat dua rakaat, dan memohon ampun kepada Allah, maka Allah akan mengampuninya.

Baca juga: Tata Cara Sholat Taubat Zina Dua Rakaat dan Doa Lengkapnya Sesuai Sunnah

Niat Shalat Taubat

Niat merupakan fondasi setiap ibadah. Dalam shalat taubat, niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.

Adapun lafaz niat yang umum digunakan sebagaimana dikutip dalam Panduan Shalat Sunnah karya Saiful Hadi El Sutha adalah:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallī sunnatat-taubati rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Shalat Taubat

Secara teknis, shalat taubat dikerjakan seperti shalat sunnah dua rakaat pada umumnya.  

Rakaat Pertama

  • Niat sholat taubat
  • Takbiratul ihram
  • Membaca doa iftitah
  • Membaca Surah Al-Fatihah
  • Membaca surat pendek
  • Rukuk lalu i’tidal
  • Sujud lalu duduk di antara dua sujud dan sujud
  • Berdiri ke rakaat kedua

Rakaat Kedua

  • Membaca Surah Al-Fatihah
  • Membaca surat pendek
  • Rukuk lalu i’tidal
  • Sujud lalu duduk dan sujud
  • Tasyahud akhir
  • Salam

Yang membedakan shalat taubat dengan shalat sunnah lainnya terletak pada kekhusyukan niat dan doa yang dipanjatkan setelah shalat.

Seorang hamba dianjurkan menghadirkan penyesalan, rasa takut, sekaligus harapan akan rahmat Allah SWT.

Baca juga: Panduan Lengkap Shalat Taubat Disertai dengan Tata Cara dan Doanya

Doa Setelah Shalat Taubat

Salah satu doa yang dianjurkan dibaca setelah shalat taubat adalah Sayyidul Istighfar, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih. Bacaan doanya sebagai berikut:

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلٰى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā ‘abduka, wa anā ‘alā ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu, a‘ūdzu bika min syarri mā shana‘tu, abū’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abū’u bidzanbī faghfir lī, fa innahū lā yaghfirudz dzunūba illā anta.

Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”

Syarat Taubat yang Diterima Allah

Para ulama fiqih sepakat bahwa taubat tidak cukup hanya dengan ucapan. Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa taubat yang sah memiliki empat syarat utama.

  • Pertama, menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan.
  • Kedua, berhenti dari perbuatan maksiat tersebut.
  • Ketiga, bertekad kuat untuk tidak mengulanginya.
  • Keempat, jika dosa berkaitan dengan hak sesama manusia, maka wajib mengembalikan hak atau meminta maaf.

Tanpa memenuhi empat syarat ini, taubat berpotensi hanya menjadi rutinitas lisan tanpa perubahan perilaku.

Keutamaan Shalat Taubat bagi Kehidupan Spiritual

Shalat taubat tidak hanya berdampak pada penghapusan dosa, tetapi juga berpengaruh besar terhadap kondisi batin seorang Muslim.

Dalam buku Membuka Kunci Rahasia Ilahi karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani disebutkan bahwa taubat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membersihkan hati, melembutkan jiwa, dan membuka pintu keberkahan hidup.

Selain itu, shalat taubat melatih kejujuran diri. Seorang hamba diajak untuk mengakui kelemahan dan keterbatasannya di hadapan Allah SWT.

Dari sinilah lahir sikap rendah hati, sabar, dan kesadaran untuk terus memperbaiki kualitas iman.

Baca juga: Tata Cara Taubat dari Zina, Jangan Sampai Terlaknat Dunia Akhirat

Momentum Tepat untuk Kembali

Tidak ada waktu khusus yang membatasi pelaksanaan shalat taubat, kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan untuk shalat.

Namun, para ulama menganjurkan agar taubat dilakukan sesegera mungkin setelah menyadari kesalahan.

Semakin cepat seorang hamba kembali kepada Allah, semakin besar peluang mendapatkan ampunan dan ketenangan batin.

Shalat taubat sejatinya bukan hanya ritual sesaat, tetapi pintu awal menuju perubahan hidup. Dari sajadah itulah seorang Muslim memulai lembaran baru, meninggalkan masa lalu yang kelam dan melangkah menuju masa depan yang lebih bersih, lebih jujur, dan lebih dekat dengan Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar