Editor
KOMPAS.com - Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada malam Nisfu Syaban, salah satunya dengan melaksanakan Sholat Tasbih.
Sholat ini dikenal dengan sebutan Sholat Tasbih, karena di dalamnya terdapat bacaan tasbih yang dilakukan secara berulang-ulang dalam setiap rakaatnya.
Ibadah sunnah ini dikerjakan pada pertengahan bulan Syaban sebagai bentuk permohonan ampunan kepada Allah SWT.
Sholat Tasbih dikenal memiliki keutamaan karena di dalamnya terdapat bacaan tasbih dalam jumlah tertentu.
Pelaksanaannya menjadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi Muslim yang ingin meningkatkan kualitas ibadah.
Baca juga: Bacaan Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil: Arab, Latin, Artinya
Berdasarkan kalender Hijriah, malam Nisfu Syaban 1447 Hijriah dimulai sejak Magrib pada Senin, 2 Februari 2026, hingga menjelang Subuh Selasa, 3 Februari 2026.
Sholat Tasbih dianjurkan dilaksanakan pada rentang waktu tersebut, khususnya setelah shalat Isya hingga sebelum Subuh.
Sholat Tasbih dikerjakan sebanyak empat rakaat yang dapat dilakukan dengan satu atau dua kali salam.
Secara umum, tata cara Sholat Tasbih tidak berbeda dengan shalat sunnah lainnya, baik dari segi syarat maupun rukun.
Perbedaannya terletak pada adanya bacaan tasbih khusus yang dibaca dalam jumlah tertentu pada setiap rakaat.
Pada setiap rakaat, bacaan tasbih dibaca 75 kali, sehingga total bacaan tasbih dalam satu shalat mencapai 300 kali.
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
“Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.”
Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Esa, segala puji bagi Allah dan Allah dzat yang Maha Agung.”
Berikut adalah tata cara pelaksanaan Sholat Tasbih:
1. Membaca niat dalam Hati
Sebelum memulai shalat, luruskan niat dalam hati untuk melaksanakan Sholat Sunnah Tasbih karena Allah SWT.
Adapun niat Sholat Tasbih empat rakaat dengan dua kali salam adalah sebagai berikut:
أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli Sunnatan Tasbihi Rak’ataini Lillahi Ta’ala. Allahu Akbar
Artinya: “Aku niat shalat tasbih dua rakaat, karena Allah. Allahu Akbar”.
Jika shalat ini dikerjakan dengan empat rakaat dengan satu salam, maka bacaan niatnya:
أصلي سنة التسبيح أربع ركعات لله تعالى
“Ushalli sunnatan tasbihi arba’a rokaatin lillahi ta’ala.”
Artinya: “Aku niat shalat tasbih empat rakaat, karena Allah. Allahu Akbar.”
2. Membaca takbiratul ihram
3. Membaca doa iftitah
4. Membaca surat Al Fatihah dan surat pendek
5. Membaca bacaan tasbih sebanyak 15 kali sebelum ruku
6. Ruku
7. Setelah ruku sebelum bangun itidal, membaca bacaan tasbih sebanyak 10 kali
8. Itidal
9. Setelah itidal sebelum sujud, kembali membaca bacaan tasbih sebanyak 10 kali
10. Sujud pertama
11. Di waktu sujud, setelah membaca doa sujud, lalu membaca bacaan tasbih sebanyak 10 kali sebelum duduk di antara sujud
12. Duduk di antara dua sujud
13. Setelah membaca doa di antara dua sujud, lalu membaca bacaan tasbih sebanyak 10 kali sebelum sujud kedua
14. Sujud kedua
15. Di waktu sujud, setelah membaca doa sujud, membaca bacaan tasbih sebanyak 10 kali
16. Sebelum berdiri ke rakaat kedua, hendaknya “duduk istirahah” dan membaca bacaan tasbih sebanyak 10 kali sebelum berdiri untuk melanjutkan rakaat berikutnya.
17. Lakukan hal yang sama di rakaat berikutnya. Sebagai catatan, setelah membaca tasyahud awal atau tasyahud akhir sebelum salam, terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian melanjutkan seperti biasa.
Setelah melaksanakan sholat, gunakan kesempatan untuk kembali berdoa. Berikut bacaan doa setelah Sholat Tasbih:
اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ تَوْفِيْقَ اَهْلِ الهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِ اليَقِيْنِ وَمُنَاصَحَةَ اَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَوَجَلَ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ اْلعِلْمِ حَتَّى نَخَافَـكَ اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ مَخَافَةَ تُحْجِزُنَا عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى نَعْمَلَ بِطَاعَتِـكَ سُبْحَانَ خَالِقَ النُّوْرُ. والصَلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَي اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ والحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
Allahumma inna nas aluka taufiqo ahlil huda wa a’mala ahlil yaqiini wa muna shohata ahli taubati wa ‘azma ahli shabri wawajala ahlil khosy yati wa tholaba ahli raghbati wa ta’abbud ahlil wara’i wa ‘irfaana ahlil ‘ilmi hattaa nakhoafaka. Allahumma Innaa nas aluka makhofata tuhjizunaa ‘an ma’aashiika hatta na’mala bithoo’atika subhaana khooliqo nuur. Washolaatu wassalaamu ‘ala sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’in walhamdulillahi rabbil ‘aalamiin.
Artinya: “Ya Allah aku meminta padaMu pertolongan (melakukan kebaikan) sebagaimana yang Engkau berikan kepada orang-orang yang mendapatkan petunjuk, amal-amal yang dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai keyakinan tinggi, nasihat-nasihat orang yang ahli bertaubat, kemauan kuat yang dimiliki orang-orang yang ahli bersabar, kesungguhan orang-orang yang selalu takut (padaMu), permintaan orang-orang yang selalu cinta (padaMu), beribadahnya orang-orang yang ahli menjaga diri dari perkara syubhat, pengetahuan orang-orang yang ahli dalam ilmu (agama) sehingga aku pun dapat takut kepada Mu. Ya Allah sesungguhnya aku meminta padaMu rasa takut yang menjagaku dari melakukan kemaksiatan padaMu, sehingga dengan taat padaMu aku pun bisa melakukan amal, yang dengannya bisa kuraih ridhoMu dan dengan taubat aku dapat mengambil rasa takut kepada Engkau, dan dimurnikan padaMu nasehat karena malu pada Engkau. Dan aku pasrahkan segala urusan padaMu karena wujudnya prasangka baik kepadaMu. Maha Suci Allah Sang Pencipta Cahaya.”
Dilansir dari Antara, dalam riwayat Nabi Muhammad SAW, Sholat Tasbih dianjurkan untuk dikerjakan setidaknya sekali seumur hidup.
Tujuan utama shalat ini adalah memohon ampunan kepada Allah SWT serta berharap agar dosa-dosa dihapuskan.
Karena itu, malam Nisfu Syaban menjadi salah satu waktu yang sering dipilih umat Islam untuk melaksanakannya.
Agar Sholat Tasbih lebih bermakna, ibadah ini dianjurkan dilakukan dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan.
Selain itu, umat Islam diimbau memanfaatkan malam Nisfu Syaban untuk memohon ampunan, keberkahan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui shalat dan doa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang