Editor
KOMPAS.com - Komitmen percepatan sertifikasi guru Raudhatul Athfal (RA) kembali ditegaskan pemerintah.
Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafi'i menyatakan target ambisius: pada 2028 seluruh guru RA sudah tersertifikasi melalui skema Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan.
Pernyataan itu disampaikan Romo saat menghadiri Rapat Kerja Daerah Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal Tangerang Raya di Tangerang Selatan, Sabtu (31/1/2026).
Baca juga: Kemenag Janji Benahi Nasib Guru Agama dan Madrasah, Ini Fokus Utamanya
Di hadapan pengurus dan anggota IGRA, ia menegaskan bahwa guru RA adalah prioritas penguatan pendidikan anak usia dini di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia.
“Kita sudah menggagas agar seluruh guru RA, ditargetkan pada 2028 semuanya sudah tersertifikasi,” ujar Romo dilansir dari situs Kemenag.go.id.
Romo meminta jajaran IGRA daerah dan wilayah berkolaborasi aktif dengan Kantor Kemenag kabupaten/kota serta Kanwil Kemenag untuk mengusulkan dan memvalidasi data guru RA yang belum tersertifikasi.
Langkah ini penting agar mereka dapat masuk kuota PPG setiap tahun.
Menurutnya, sertifikasi bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan pengakuan profesional negara atas kompetensi guru RA dalam mendidik anak usia dini berbasis nilai-nilai keislaman dan perkembangan psikologis anak.
Selain sertifikasi, Romo menekankan perhatian pada kesejahteraan guru RA non-ASN. Ia mengakui selama ini banyak guru RA mengabdi dengan keikhlasan luar biasa di tengah keterbatasan honor dan fasilitas.
“Pengabdian guru RA tidak boleh berjalan sendiri tanpa kehadiran negara. Karena itu, kesejahteraan dan insentif guru RA akan terus diperjuangkan,” tegasnya.
Pesan ini disambut hangat peserta Rakerda, karena isu kesejahteraan masih menjadi tantangan nyata di banyak RA, terutama di daerah.
Romo juga mendorong pengembangan RA sebagai pusat pendidikan anak usia dini yang holistik dan integratif. Artinya, RA tidak hanya menjadi tempat belajar formal, tetapi ruang pembentukan karakter, nilai sosial, dan spiritual anak.
Ia mengaitkan penguatan RA dengan visi besar Indonesia Emas 2045. Menurutnya, proyeksi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi dunia hanya bisa dicapai jika pembangunan SDM dimulai sejak usia dini.
“Dasar dari kemajuan bangsa itu adalah gizi, pendidikan, dan karakter anak-anak kita hari ini. Dan penentu utamanya adalah para guru RA,” imbuhnya.
Di akhir sambutannya, Romo menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru RA.
“Mungkin apa yang Bapak dan Ibu lakukan tidak selalu terlihat dan tidak selalu terdengar. Tetapi sejatinya, masa depan bangsa sedang dirajut di ruang-ruang kelas RA,” tutupnya.
Baca juga: Sidang Isbat Ramadhan 2026 Sejalan Fatwa MUI, Kemenag Siapkan 37 Titik Rukyat Termasuk Masjid IKN
Rakerda PD IGRA Tangerang Raya dihadiri Kepala Kankemenag Kota Tangerang Selatan, perwakilan IGRA Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang, serta jajaran pengurus dan anggota IGRA se-Tangerang Raya.
Dengan percepatan PPG dan target sertifikasi 2028, pemerintah berharap kualitas pendidikan RA semakin merata—sekaligus menghadirkan penghargaan yang layak bagi para pendidik generasi paling awal bangsa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang