Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ponpes Cipasung Gelar Gerakan Munajat Berkah Gizi, Dukungan untuk MBG

Kompas.com, 18 Maret 2026, 20:52 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Di penghujung bulan suci Ramadhan, suasana khusyuk dan penuh harap terasa di lingkungan Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya.

Ratusan warga berkumpul dalam lantunan dzikir dan selawat melalui Gerakan Munajat Berkah Gizi (MBG), sebuah inisiatif yang menggabungkan nilai spiritual dan kepedulian sosial.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga berkembang menjadi gerakan yang menyentuh sisi batin masyarakat.

Kegiatan yang digelar pada Selasa, 17 Maret 2026, di Desa Cipakat, Singaparna ini dihadiri berbagai tokoh masyarakat, relawan dapur SPPG, serta para ibu di sekitar wilayah tersebut. Dzikir dan selawat dipimpin oleh KH An’am AnNazily, dengan tausiyah dari Ust Furqon Taufiq dan Ustadz Asep Warlin yang memberikan pesan keagamaan menyejukkan.

Baca juga: Menjaga Ruang Kritis di Pondok Pesantren Cipasung lewat Bahtsul Masail

Dipandu oleh inisiator gerakan, KH Deni R Sagara, kegiatan ini menjadi momen untuk memanjatkan doa bersama demi keberlangsungan program pemerintah serta kesejahteraan bangsa.

“Kami ingin bangsa ini mendapatkan limpahan rahmat dari Allah SWT. Melalui doa berjamaah ini, kita memohon agar program MBG terus membawa kemajuan, kesehatan bagi generasi penerus, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat,” ujar KH Deni R Sagara dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3/2026).

Suasana haru pun menyelimuti acara ketika ratusan jamaah menengadahkan tangan, mendoakan kesehatan Presiden Prabowo Subianto serta para pemimpin negara agar tetap amanah dalam menjalankan tugasnya.

Dampak Nyata untuk Gizi dan Ekonomi
Sejak diluncurkan, program MBG terbukti memberikan dampak nyata. Selain meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Tak hanya itu, program ini turut menggerakkan ekonomi lokal melalui peningkatan pendapatan UMKM, petani, peternak, dan pedagang pasar. Bahkan, yayasan dan pondok pesantren yang mengelola dapur SPPG juga merasakan manfaat finansial secara langsung.

Dampak Nyata untuk Gizi dan Ekonomi


Deni mengatakan, sejak diluncurkan, program MBG terbukti memberikan dampak nyata. Selain meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Tak hanya itu, lanjut dia, program ini turut menggerakkan ekonomi lokal melalui peningkatan pendapatan UMKM, petani, peternak, dan pedagang pasar. Bahkan, yayasan dan pondok pesantren yang mengelola dapur SPPG juga merasakan manfaat finansial secara langsung.


Sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan ini juga diisi dengan aksi berbagi. Seluruh jemaah yang hadir mendapatkan bingkisan untuk berbuka puasa bersama keluarga di rumah.

Raut kebahagiaan terlihat jelas dari para ibu yang hadir, menjadi bukti bahwa keberkahan program MBG benar-benar dirasakan hingga lapisan masyarakat bawah.

Inspirasi untuk Seluruh Indonesia


KH Deni R Sagara berharap gerakan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh mitra MBG di Indonesia. Dengan lebih dari 21 ribu titik dapur SPPG yang tersebar di berbagai daerah, potensi gerakan serupa dinilai sangat besar.

“Bisa dibayangkan jika seluruh dapur SPPG serentak bermunajat dan menyisihkan sebagian rezeki untuk masyarakat sekitar, maka doa-doa akan mengalir deras ke langit untuk kebaikan Indonesia,” tambahnya.

Tokoh agama Ustad Hendar Ali Munandar juga menyampaikan apresiasinya terhadap gerakan ini. Menurutnya, langkah tersebut merupakan terobosan penting dalam menyelaraskan kebutuhan duniawi dan spiritual.

Baca juga: Hijrah Ekologis Cipasung lewat Pesan Green, Ikhtiar Menghapus Dosa 30 Tahun di Sungai Saruni

“Alhamdulillah ada gerakan yang luar biasa yang bisa menyelaraskan antara kepentingan dunia dan akhirat. Gerakan Munajat Berrkah Gizi (MBG) ini akan mampu menggetarkan langit untuk menurunkan berkah bagi bangsa ini,” katanya.

Gerakan Munajat Berkah Gizi disebut menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah yang berpihak pada rakyat dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai spiritual. Dari dapur-dapur sederhana inilah, harapan akan generasi sehat dan bangsa yang sejahtera terus dirajut—melalui doa dan aksi nyata.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Catatan MUI Tentang Tradisi Rebo Wekasan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Catatan MUI Tentang Tradisi Rebo Wekasan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Aktual
Rebo Wekasan 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Amalan yang Bisa Dikerjakan
Rebo Wekasan 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Amalan yang Bisa Dikerjakan
Aktual
Empat Syarat Agar Pekerjaan Bernilai Ibadah
Empat Syarat Agar Pekerjaan Bernilai Ibadah
Aktual
Kepemimpinan NU Dinilai Perlu Meneladani Kyai Idham Chalid dan Gus Dur
Kepemimpinan NU Dinilai Perlu Meneladani Kyai Idham Chalid dan Gus Dur
Aktual
Baznas Ajak Bangsa Pererat Persatuan lewat Zakat, Infak, Sedekah
Baznas Ajak Bangsa Pererat Persatuan lewat Zakat, Infak, Sedekah
Aktual
Jangan Keliru, Bekerja Cari Nafkah Juga Bagian dari Ibadah
Jangan Keliru, Bekerja Cari Nafkah Juga Bagian dari Ibadah
Aktual
Bagian dari Syiar Islam, MTQ Jawa Barat Tetap Digelar, Ini Jadwalnya
Bagian dari Syiar Islam, MTQ Jawa Barat Tetap Digelar, Ini Jadwalnya
Aktual
Hadapi Tantangan Kebangsaan, Gus Rozin Paparkan 5 Strategi NU
Hadapi Tantangan Kebangsaan, Gus Rozin Paparkan 5 Strategi NU
Aktual
Willie Salim Belajar Agama ke KH Cholil Nafis di Pesantren Depok
Willie Salim Belajar Agama ke KH Cholil Nafis di Pesantren Depok
Aktual
Mengintip Tren Fesyen Muslim Gen Z 2026, Terinspirasi Gaya Korea
Mengintip Tren Fesyen Muslim Gen Z 2026, Terinspirasi Gaya Korea
Aktual
Khitan Gratis untuk Yatim dan Dhuafa di Bandung, Begini Cara Mengikutinya
Khitan Gratis untuk Yatim dan Dhuafa di Bandung, Begini Cara Mengikutinya
Aktual
Apakah Anak Piatu Berhak Mendapat Santunan seperti Anak Yatim? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Apakah Anak Piatu Berhak Mendapat Santunan seperti Anak Yatim? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Doa Sebelum Bekerja di Hari Senin agar Rezeki Lancar dan Diberi Kemudahan
Doa Sebelum Bekerja di Hari Senin agar Rezeki Lancar dan Diberi Kemudahan
Doa dan Niat
Hukum Sengaja Tidak Membayar Hutang Padahal Mampu, Benarkah Termasuk Dosa Besar?
Hukum Sengaja Tidak Membayar Hutang Padahal Mampu, Benarkah Termasuk Dosa Besar?
Aktual
Doa Pelunas Hutang dalam Islam dan Waktu Paling Mustajab Membacanya
Doa Pelunas Hutang dalam Islam dan Waktu Paling Mustajab Membacanya
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar