Editor
KOMPAS.com - Malam pertengahan bulan Syaban—dikenal sebagai Nisfu Syaban—selalu punya tempat istimewa di hati banyak muslim.
Di berbagai daerah, masjid tampak lebih hidup, rumah-rumah lebih khusyuk, dan doa-doa lebih lama dipanjatkan. Umat Islam meyakini malam ini sebagai salah satu momentum terbaik untuk bertaubat, memohon ampun, dan memperbanyak ibadah menjelang Ramadhan.
Secara bahasa, nisfu berarti setengah, dan Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Maka Nisfu Syaban jatuh pada malam tanggal 15 Syaban, sejak magrib hingga menjelang fajar.
Para ulama merujuk sejumlah hadis tentang keutamaan malam ini. Di antaranya riwayat bahwa Allah mengampuni hamba-hamba-Nya pada malam Nisfu Syaban, kecuali yang musyrik dan yang menyimpan permusuhan.
Baca juga: Sholat Tasbih di Malam Nisfu Syaban: Jumlah Rakaat, Niat, dan Tata Caranya
Riwayat tersebut dicatat oleh Ibnu Majah dan juga disebut dalam karya-karya hadis lain dengan beragam jalur periwayatan.
Banyak ulama menilai hadis-hadis tentang keutamaan malam ini berada pada derajat hasan atau dhaif yang saling menguatkan, sehingga mendorong umat untuk memperbanyak amal saleh tanpa menganggapnya sebagai kewajiban khusus.
Pesan utamanya jelas: malam ini adalah momentum memperbaiki hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia.
Di tengah suasana khusyuk, umat Islam lazim membaca doa Nisfu Syaban yang berisi permohonan umur berkah, rezeki halal, dan ketetapan takdir yang baik.
Doa ini dinukil dalam berbagai kitab ulama klasik dan diamalkan luas di pesantren serta majelis taklim.
Berikut salah satu redaksi doa yang populer:
Arab:
اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَاقْتَارَ رِزْقِي، وَثَبِّتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ.
Allahumma in kunta katabtani ‘indaka fi ummil kitabi syaqiyyan au mahruman au mathrudan au muqtaran ‘alayya fir rizqi, famhu Allahumma bifadhlika syaqawati wa hirmāni wa thardi wa iqtāra rizqi, wa tsabbitni ‘indaka fi ummil kitabi sa‘idan marzuqan muwaffaqan lil khairat.
Artinya:
Ya Allah, jika Engkau telah menetapkan aku dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka, terhalang rezeki, atau dijauhkan, maka hapuskanlah dengan karunia-Mu ketetapan itu. Tetapkanlah aku sebagai orang yang bahagia, dilapangkan rezekinya, dan dimudahkan dalam kebaikan.
Doa ini dibaca sebagai bentuk harap agar Allah memberi takdir terbaik bagi hidup seorang hamba.
Malam Nisfu Syaban identik dengan ampunan. Karena itu, istighfar menjadi amalan utama. Mengakui dosa, menyesali, dan bertekad tidak mengulanginya adalah inti taubat.
Sebagian ulama menganjurkan membaca Surah Yasin tiga kali dengan niat berbeda: memohon panjang umur dalam ketaatan, rezeki halal, dan keteguhan iman. Tradisi ini hidup di banyak komunitas muslim Nusantara sebagai wasilah memperbanyak tilawah.
Menghidupkan malam dengan shalat sunnah, tahajud, hajat, dan witir menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Bukan karena ada “shalat khusus Nisfu Syaban”, melainkan karena menghidupkan malam dengan ibadah adalah sunnah yang umum.
Hadis tentang tidak diampuninya orang yang bermusuhan menjadi pengingat kuat. Nisfu Syaban adalah waktu yang tepat untuk memaafkan, menghubungi kerabat, dan menyudahi konflik.
Sebagian ulama menganjurkan puasa pada tanggal 15 Syaban sebagai bagian dari kebiasaan Rasulullah memperbanyak puasa di bulan Syaban.
Syaban adalah gerbang Ramadhan. Di bulan inilah hati dibersihkan, niat diluruskan, dan kebiasaan ibadah dipanaskan. Nisfu Syaban menjadi semacam titik balik spiritual sebelum memasuki bulan puasa.
Banyak ulama menyebut, siapa yang serius memperbaiki diri di Syaban, ia akan lebih siap menyambut Ramadhan.
Nisfu Syaban bukan tentang seremoni, tetapi keheningan batin. Tentang seorang hamba yang menyadari keterbatasannya, lalu mengetuk pintu langit dengan doa-doa terbaiknya.
Baca juga: Bacaan Doa Malam Nisfu Syaban 2026, Tata Cara, dan Waktu Mengamalkannya
Di malam itu, istighfar terasa lebih dalam, air mata lebih mudah jatuh, dan harapan terasa lebih dekat.
Karena pada akhirnya, yang dicari bukan sekadar malamnya, tetapi rahmat dan ampunan Allah yang dijanjikan bagi siapa saja yang sungguh-sungguh kembali.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang