Editor
KOMPAS.com - Puasa Nisfu Syaban menjadi salah satu amalan sunnah yang banyak dilakukan umat Islam pada pertengahan bulan Syaban.
Ibadah ini dikerjakan pada tanggal 15 Syaban sebagai bagian dari rangkaian amalan menjelang Ramadhan.
Ulama menjelaskan bahwa puasa Nisfu Syaban berkaitan dengan momentum diangkatnya amal manusia dan dibukanya pintu ampunan Allah SWT.
Keutamaan puasa Nisfu Syaban juga tercermin dalam sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW yang membahas keistimewaan bulan Syaban.
Baca juga: Doa- doa Malam Nisfu Syaban 2026 yang Dianjurkan Sesuai Sunnah
Dilansir dari laman Baznas, salah satu keutamaan puasa Nisfu Syaban berkaitan dengan turunnya ampunan Allah SWT pada malam pertengahan bulan Syaban.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Ash’ari, Rasulullah SAW bersabda:
“Pada malam pertengahan bulan Syaban, Allah melihat hamba-hamba-Nya dan mengampuni dosa-dosa mereka kecuali orang yang musyrik atau yang bermusuhan.”
Hadis tersebut menjadi dasar anjuran memperbanyak ibadah pada Nisfu Syaban, termasuk menjalankan puasa sunnah sebagai bentuk taubat dan pembersihan diri.
Bulan Syaban memiliki kedudukan khusus dalam Islam karena pada bulan ini amal-amal manusia dilaporkan kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda, “Bulan Syaban adalah bulan di mana amal-amal diangkat kepada Allah, dan aku ingin amal-amalku diangkat dalam keadaan berpuasa.”
Puasa Nisfu Syaban dipandang sebagai salah satu bentuk amal yang sejalan dengan sunnah Rasulullah SAW dalam menyambut proses pengangkatan amal tersebut.
Baca juga: Puasa Ayyamul Bidh Nisfu Syaban 2026: Jadwal, Niat, dan Keutamaannya
Puasa Nisfu Syaban juga berfungsi sebagai persiapan fisik dan spiritual sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Kebiasaan berpuasa di bulan Syaban membantu umat Islam menyesuaikan ritme ibadah sehingga lebih siap menjalani puasa wajib selama satu bulan penuh.
Latihan menahan lapar dan haus sejak Syaban diharapkan meningkatkan kekhusyukan ibadah pada Ramadhan.
Melalui puasa Nisfu Syaban, umat Islam diajak merenungkan nikmat waktu dan kesempatan yang masih diberikan Allah SWT.
Kondisi menahan diri selama berpuasa menjadi sarana refleksi untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
Kesadaran ini memperkuat nilai syukur serta mendorong peningkatan kualitas ibadah secara berkelanjutan.
Baca juga: Puasa Nisfu Syaban Tinggal Hitungan Hari, Ini Niat dan Amalan Istimewa
Puasa sunnah di bulan Syaban merupakan amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW. Menjalankan puasa Nisfu Syaban menjadi bagian dari upaya meneladani kebiasaan Nabi dalam memperbanyak puasa sebelum Ramadhan.
Keteladanan tersebut memperkuat landasan keutamaan puasa Nisfu Syaban dalam praktik ibadah umat Islam.
Puasa Nisfu Syaban memberikan manfaat spiritual berupa peningkatan ketakwaan dan pengendalian hawa nafsu. Ibadah ini juga menjadi sarana introspeksi untuk membersihkan diri dari dosa-dosa sebelum memasuki bulan suci.
Selain itu, pengalaman menahan lapar dan haus mendorong empati sosial terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan.
Pelaksanaan puasa Nisfu Syaban diawali dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT. Sahur dianjurkan sebagai bentuk mengikuti sunnah dan menjaga kekuatan fisik selama berpuasa.
Selama puasa, umat Islam dianjurkan menjaga perilaku, memperbanyak ibadah, serta memanjatkan doa, terutama pada malam Nisfu Syaban yang dikenal sebagai waktu penuh keberkahan.
Puasa Nisfu Syaban mengandung hikmah sebagai sarana pembersihan hati dan penguatan kesiapan spiritual. Momentum ini menjadi pengingat penting untuk memperbaiki diri sebelum datangnya Ramadhan.
Keutamaan puasa Nisfu Syaban menjadikannya salah satu ibadah sunnah yang bernilai tinggi dalam tradisi Islam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang