Editor
KOMPAS.com - Shalat tarawih adalah kesunahan yang dapat dilakukan dalam rangka qiyamul lail di setiap malam bulan Ramadhan. Umat Islam biasa melaksanakannya secara berjamaah di masjid.
Namun, permasalahan muncul ketika ada sebagian orang yang memiliki uzur sehingga tidak bisa berjamaah. Lalu muncul pertanyaan yang banyak dicari saat Ramadhan:
Tarawih sendiri di rumah apakah boleh? Apakah tarawih boleh sendiri tanpa berjamaah?
Berikut penjelasan lengkapnya berdasarkan keterangan ulama.
Dilansir dari NU Online, ulama besar asal Suriah, Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami wa Adillatuhu menjelaskan hukum shalat tarawih sebagai berikut:
التراويح سنة مؤكدة للرجال والنساء لمواظبة النبي ﷺ والخلفاء الراشدين عليها
Artinya:
“Hukum shalat Tarawih adalah sunnah muakkad, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Hal ini berlandaskan karena Nabi saw dan para Khulafaur Rasyidin sering melakukan shalat tersebut.” (Wahbah Az-Zuhaili, Fiqhul Islami wa Adillatuhu, Beirut, Darul Kutub Al-’Ilmiyah: 1997, juz II, halaman 34)
Baca juga: Hukum dan Tata Cara Shalat Tarawih Sendiri di Rumah Beserta Dalilnya
Dari keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa hukum asal shalat Tarawih adalah sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan). Artinya, sangat dianjurkan untuk dikerjakan, namun tidak berdosa jika ditinggalkan.
Masih dalam kitab yang sama, Syekh Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan tentang pelaksanaan tarawih secara berjamaah maupun sendirian:
والجماعة فيها سنة على الكفاية في الأصح، فلو تركها أهل مسجد أثموا … وتؤدى أيضًا فرادى، والأفضل فيها الجماعة
Artinya:
“Menurut pendapat Al-Ashah, melaksanakan shalat Tarawih secara berjamaah hukumnya adalah sunah kifayah. Artinya, jika semua jamaah masjid meninggalkan jamaah Tarawih, maka semuanya mendapatkan dosa … Shalat Tarawih juga boleh dilakukan secara sendirian (munfarid), namun meski demikian lebih afdhal jika dilakukan secara berjamaah.” (Az-Zuhaili, II/34)
Dari penjelasan ini, jawaban untuk pertanyaan:
Namun, yang lebih utama tetap dilakukan secara berjamaah.
Menurut buku Panduan Ibadah Ramadhan karya Annisa Nurul Hasanah Lc SAg, tarawih sendirian di rumah sangat relevan bagi mereka yang:
Karena statusnya sunnah muakkad, bukan wajib, maka fleksibilitas dalam pelaksanaannya tetap ada.
Secara umum, tidak ada perbedaan tata cara antara tarawih berjamaah dan sendirian. Perbedaannya hanya pada niat.
Niat shalat tarawih sendirian (munfarid) adalah sebagai berikut:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah swt.”
Shalat dilakukan dua rakaat-dua rakaat, sebagaimana tarawih pada umumnya.
Walaupun tarawih boleh dilakukan sendiri, para ulama sepakat bahwa berjamaah lebih utama. Bahkan dalam keterangan di atas disebutkan bahwa jika satu masjid sama sekali tidak menyelenggarakan tarawih berjamaah, maka hal itu termasuk meninggalkan syiar yang dianjurkan.
Namun, jika seseorang memiliki uzur atau alasan yang dibenarkan, maka tarawih sendirian tetap mendapatkan pahala.
Baca juga: Doa Setelah Shalat Tarawih dan Dzikir Witir Lengkap dengan Artinya
Menjawab pertanyaan yang banyak dicari saat Ramadhan:
Yang terpenting bukan sekadar berjamaah atau tidak, tetapi menjaga keikhlasan dan konsistensi ibadah selama bulan Ramadhan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang