Editor
KOMPAS.com - Mudik menjadi momen yang dinantikan banyak orang untuk berkumpul kembali dengan keluarga di kampung halaman.
Perjalanan yang ditempuh sering kali cukup panjang, baik menggunakan kendaraan pribadi, bus, kereta, maupun pesawat.
Dalam Islam, perjalanan jauh atau safar dianjurkan untuk diiringi dengan doa dan dzikir sebagai bentuk tawakal kepada Allah.
Membaca doa selama perjalanan juga menjadi cara memohon perlindungan, keselamatan, dan kelancaran hingga sampai tujuan.
Dirangkum Kompas.com dari berbagai sumber, berikut bacaan doa yang bisa Anda amalkan.
Baca juga: Doa Sebelum Mudik Lebaran Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Berikut beberapa doa pendek yang bisa dibaca selama perjalanan mudik.
Doa ini dibaca ketika hendak meninggalkan rumah.
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Latin: Bismillāhi tawakkaltu ‘alallāhi wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.
Artinya: “Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”
Hadis menyebutkan bahwa orang yang membaca doa ini akan diberi petunjuk, dicukupkan, dan dilindungi.
Baca juga: Doa Naik Kendaraan Darat, Laut, dan Udara Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Dibaca ketika sudah berada di kendaraan atau hendak memulai perjalanan.
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ
Latin: Subḥānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahu muqrinīn wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn.
Artinya: “Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami lah kami akan kembali.”
Doa ini dianjurkan dibaca saat memulai perjalanan jauh.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى
Latin: Allāhumma innā nas’aluka fī safarinā hādzal birra wat-taqwā wa minal ‘amali mā tarḍā.
Artinya: “Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridhai.”
Doa ini biasanya dilanjutkan dengan permohonan agar perjalanan dipermudah dan dijauhkan dari kesulitan.
Sesuai hadits, apabila Rasulullah SAW melewati jalanan perbukitan yang naik, maka akan bertakbir, dan apabila melewati jalan turun, mereka bertasbih.
Bacaan Takbir sebagai berikut:
اَللَّهُ اَكْبَرْ
Latin: Allahu akbar
Artinya: "Allah Mahabesar"
Sementara itu, bacaan tasbih adalah sebagai berikut,
سُبْحَانَ ٱللَّٰه
Latin: Subhanallah
Artinya: "Maha Suci Allah"
اَللَّهُمَّ ذَلِّلْ لِي صُعُوْبَةَ أَمْرِيْ، وَسَهِّلْ عَلَيَّ مَشَقَّةَ سَفَرِيْ، وَارْزُقْنِيْ مِنَ الخَيْرِ أَكْثَرَ مِمَّا أَطْلُبُ، وَاصْرِفْ عَنِّي كُلَّ شَرٍّ، رَبِّ اشْرَحْ لِيِ صَدْرِيْ، وَيَسِّرْ لِيْ أَمْرِيْ
Latin: Allāhumma dzallil lī ṣu‘ūbata amrī, wa sahhil ‘alayya masyaqqata safarī, warzuqnī minal khairi mim mā aṭlubu, waṣrif ‘annī kulla ṣyarr, rabbiṣ-raḥlī ṣadrī wa yassir lī amrī.
Artinya: Ya Allah, ringankan kesulitan pada urusanku, mudahkanlah kendala perjalananku, karuniakanlah kebaikan bagiku melebihi apa yang kuminta, palingkanlah segala keburukan dariku. Tuhanku, lapangkanlah hatiku dan mudahkanlah urusanku.”
Bisa dibaca selama perjalanan agar selalu dalam perlindungan Allah.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ
Latin: Allāhumma innī a‘ūdzu bika min wa‘tsā’is safar.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan.”
Saat melihat musibah atau kemalangan di jalan, kita juga dapat membaca doa berikut:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى عَافَانِى مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِى عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً إِلاَّ عُوفِىَ مِنْ ذَلِكَ الْبَلاَءِ كَائِنًا مَا كَانَ مَا عَاشَ
Latin: Alhamdulillahilladzi ‘aafaani mimmab talaaka bihi, wa faddhalanii ‘ala katsiirim mimman khalaqa tafdhilaa.
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari musibah yang menimpamu dan benar-benar memuliakanku dari makhluk lainnya.
Sebagai catatan, seseorang yang mengucapkan doa ini hendaklah mengingat agar doanya jangan sampai didengar oleh orang yang tertimpa musibah.
Ketika tiba di tempat tujuan (misalnya rumah orang tua saat mudik), bisa membaca doa berikut:
اَللّٰهُمَّ إِنِّىْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ أَهْلِهَا وَخَيْرَ مَافِيْهَا وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَافِيْهَا
Latin: Allahumma inni as-aluka khoiroha wa khairo ahliha wa khairo ma fiha wa a’uzubika min syarriha wa syarri ahliha wa syarri ma fiha
Artinya: “Ya Allah, saya mohon kepada-Mu kebaikan tempat ini dan kebaikan penduduknya serta kebaikan yang ada di dalamnya. Saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan negeri ini dan kejahatan penduduknya serta kejahatan yang ada di dalamnya.”
Doa-doa tersebut dapat dibaca berulang kali selama perjalanan mudik sebagai bentuk dzikir dan permohonan perlindungan kepada Allah. Dengan memperbanyak doa dan dzikir, diharapkan perjalanan menjadi lebih tenang, aman, dan penuh keberkahan hingga tiba di tujuan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang