Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Sujud Sahwi dan Panduan Saat Lupa Jumlah Rakaat Saat Shalat

Kompas.com, 24 Maret 2026, 21:08 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Lupa jumlah rakaat ketika saat shalat kerap dialami oleh sebagian umat Muslim.

Dalam kondisi tersebut, terdapat tuntunan sujud sahwi sebagai penyempurna shalat.

Jika seseorang lupa jumlah rakaat, maka dianjurkan mengambil jumlah yang paling sedikit (yang diyakini), kemudian menyempurnakan shalat dan melakukan sujud sahwi.

Sujud sahwi dilakukan untuk menutupi kekurangan atau kesalahan dalam shalat, baik karena lupa gerakan maupun adanya penambahan yang tidak seharusnya.

Baca juga: 5 Waktu yang Dilarang untuk Shalat, Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya

Dirangkum Kompas.com dari laman Kemenag, Muhammadiyah dan Antara, berikut penjelasan singkatnya.

Pengertian Sujud Sahwi

Sujud sahwi merupakan sujud yang dilakukan karena adanya kelalaian dalam shalat.

Amalan ini berfungsi untuk menutupi kekurangan atau kesalahan agar shalat tetap sah dan sempurna.

Karena itu, pemahaman mengenai tata cara dan bacaan sujud sahwi menjadi penting bagi setiap Muslim.

Tata Cara Sujud Sahwi

Tata cara sujud sahwi dijelaskan oleh para ulama, salah satunya Imam An-Nawawi dalam kitab Raudhatut Thalibin wa ‘Umdatul Muftin.

Menurut Imam An-Nawawi, pendapat yang paling kuat menyebutkan bahwa sujud sahwi dilakukan sebelum salam dan dikerjakan sebanyak dua kali sujud.

Pelaksanaannya sebagai berikut:

  • Melakukan dua kali sujud
  • Di antara dua sujud duduk iftirasy (seperti duduk tasyahud awal)
  • Setelah sujud kedua, dianjurkan duduk tawarruk (seperti tasyahud akhir) sebelum salam

Bacaan Sujud Sahwi

Menurut ulama Syafi’iyah, tidak ada bacaan khusus dalam sujud sahwi. Bacaan yang digunakan sama seperti sujud dalam shalat biasa:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى

“Subhana rabbiyal a'la” (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi)

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى

“Subhanaka Allahumma rabbana wa bihamdika, Allahumma ighfir li”

Namun terdapat riwayat lain yang menyebutkan bacaan:

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو

Subḫâna man lâ yanâmu wa lâ yashu

Artinya: “Mahasuci Allah Zat yang tidak tidur dan tidak lupa.”

Waktu Pelaksanaan Sujud Sahwi

Waktu pelaksanaan sujud sahwi dapat berbeda tergantung kondisi yang terjadi:

1. Jika Ada Kekurangan

Jika terdapat kekurangan dalam shalat, seperti lupa tasyahud awal, maka sujud sahwi dilakukan sebelum salam.

2. Jika Ada Penambahan

Jika terjadi penambahan rakaat, maka sujud sahwi dilakukan setelah salam.

3. Jika Terlanjur Salam

Jika sudah salam tetapi masih ada kekurangan rakaat, maka rakaat dilengkapi terlebih dahulu, kemudian sujud sahwi dilakukan setelah salam.

4. Jika Ragu dalam Shalat

Jika muncul keraguan setelah menentukan yang lebih yakin, maka sujud sahwi dilakukan setelah salam.

5. Jika Ragu Jumlah Rakaat yang Telah Dilakukan

Jika ragu antara dua jumlah rakaat, misalnya lima atau enam, maka sujud sahwi dilakukan sebelum salam.

Dalil Sujud Sahwi

Terkait pelaksanaannya, Rasulullah SAW menganjurkan sujud sahwi dalam beberapa hadis berikut:

“Bila seseorang salat, setelah dua rakaat ia berdiri, kalau berdirinya belum sempurna hendaklah ia duduk (untuk tasyahud), tetapi bila sudah berdiri sempurna, janganlah duduk (untuk tasyahud), kemudian sujud sahwi dua kali (sebelum salam)” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, bahwa Nabi Saw salat lima rakaat, kemudian ditanya, “apakah salatnya ditambah?” Nabi bersabda: “apa yang terjadi?” Para sahabat menjawab: “Engkau telah salat lima rakaat,” kemudian Nabi sujud dua kali setelah salam (HR. Al Jamaah).

Dengan memahami tata cara dan ketentuan sujud sahwi, umat Muslim dapat menjaga kesempurnaan shalat meskipun terjadi kelalaian. Fokus dan kekhusyukan juga menjadi kunci agar terhindar dari lupa saat menunaikan shalat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar