Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sholawat Munjiyat: Bacaan Lengkap, Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Kompas.com, 1 April 2026, 12:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di tengah dinamika kehidupan yang kian kompleks, umat Islam terus mencari amalan yang mampu menghadirkan ketenangan sekaligus menjadi jalan keluar dari berbagai kesulitan.

Salah satu yang kerap diamalkan adalah Sholawat Munjiyat, sebuah bacaan sholawat yang dikenal luas sebagai doa keselamatan dari berbagai musibah dan kesempitan hidup.

Tidak hanya populer di kalangan pesantren, Sholawat Munjiyat juga sering dibaca dalam majelis dzikir, tahlil, hingga amalan harian.

Lantas, bagaimana bacaan lengkapnya, makna yang terkandung di dalamnya, serta keutamaannya menurut para ulama?

Kedudukan Sholawat dalam Islam

Dalam ajaran Islam, sholawat memiliki posisi yang sangat istimewa. Allah SWT bahkan secara langsung memerintahkan umat Islam untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana tertuang dalam QS. Al-Ahzab ayat 56.

Perintah ini menunjukkan bahwa sholawat bukan sekadar amalan sunnah biasa, melainkan bentuk ibadah yang mengandung dimensi cinta, penghormatan, dan pengharapan akan rahmat Allah SWT.

Dalam buku Mukjizat dan Rahasia Sholawat Nabi, Abu Ameenah Bilal Philips menjelaskan bahwa sholawat merupakan salah satu wasilah turunnya rahmat Allah kepada manusia.

Sementara itu, dalam Keajaiban Sholawat Nabi, KH Muhammad Sholikhin menegaskan bahwa memperbanyak sholawat dapat membuka pintu keberkahan hidup, termasuk kelapangan rezeki dan ketenangan hati.

Baca juga: Sholawat Jibril, Mudah Diamalkan dan Diyakini Memiliki Banyak Keutamaan

Apa Itu Sholawat Munjiyat?

Secara bahasa, kata “Munjiyat” berasal dari bahasa Arab yang berarti “penyelamat”. Dengan demikian, Sholawat Munjiyat dapat dimaknai sebagai sholawat yang memohon keselamatan dari berbagai kesulitan, bencana, dan cobaan hidup.

Dalam tradisi keilmuan Islam, sholawat ini juga dikenal sebagai salah satu bentuk doa komprehensif karena mencakup permohonan dunia dan akhirat sekaligus.

Menurut kitab Nuzhah al-Majalis wa Muntakhab an-Nafais karya Abdurrahman bin Abdissalam Ash-Shafuri, penamaan Sholawat Munjiyat berkaitan dengan pengalaman spiritual seorang ulama yang selamat dari badai laut setelah membaca sholawat ini.

Bacaan Sholawat Munjiyat Lengkap

Berikut bacaan Sholawat Munjiyat dalam Arab, latin, dan artinya:

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَـــا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَـــاتِ
اِنَّكَ عَلَى قُلِّ ثَيْءٍقَدِيْرِ

Allâhumma shalli 'alâ Sayyidinâ Muhammadin wa 'alâ âli Sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî'il ahwâli wal âfât wa taqdhî lanâ bihâ jamî'al hâjat wa tuthahhirunâ bihâ min jamî'is sayyiât wa tarfa'unâ bihâ 'indaka a'lad darajât wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyat min jamî'il khairâti fil hayâti wa ba'dal mamât. Innaka 'ala kulli syaiin qadir.

Artinya: "Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, dengan sholawat itu, Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan menakutkan dan dari semua cobaan. Dengan sholawat itu, Engkau akan mengabulkan hajat kami, dengan sholawat itu, Engkau akan menyucikan kami dari segala keburukan, dengan sholawat itu, Engkau akan mengangkat kami ke derajat yang paling tinggi, dengan sholawat itu, Engkau akan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati. Sesungguhnya Engkau dzat Yang Maha Kuasa atas segala-galanya."

Baca juga: Keutamaan Memperbanyak Shalawat di Hari Jumat

Makna Mendalam di Balik Sholawat Munjiyat

Jika dicermati lebih dalam, setiap kalimat dalam Sholawat Munjiyat mengandung pesan teologis yang kuat.

Pertama, frasa tunjînā bihā min jamī’il ahwāl wal āfāt menegaskan bahwa keselamatan hidup sepenuhnya berada dalam kuasa Allah SWT. Sholawat menjadi sarana untuk memohon perlindungan dari segala bentuk bahaya.

Kedua, bagian taqdhi lanā bihā jamī’al hājāt menunjukkan bahwa seluruh kebutuhan manusia, baik material maupun spiritual hanya dapat terpenuhi dengan izin Allah.

Ketiga, frasa tuthahhirunā bihā min jamī’is sayyiāt mengandung makna penyucian diri. Dalam perspektif tasawuf, ini berkaitan dengan proses tazkiyatun nafs (penyucian jiwa).

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menjelaskan bahwa dzikir dan sholawat yang dibaca dengan kesadaran hati mampu memberikan dampak spiritual yang jauh lebih besar dibanding sekadar lisan.

Sejarah dan Kisah Penamaan Sholawat Munjiyat

Dalam kitab Al-Fajr al-Munir fi as-Shalat ‘ala al-Basyir wa an-Nadzir, karya Syekh Umar bin Ali al-Fakihani, disebutkan kisah seorang ulama tarekat Syadziliyah, Syekh Musa ad-Dharir, yang selamat dari badai dahsyat di laut.

Dalam riwayat tersebut, ia bermimpi bertemu Rasulullah SAW yang mengajarkan bacaan sholawat ini. Setelah dibaca bersama para penumpang kapal, badai pun mereda atas izin Allah.

Kisah ini kemudian menjadi dasar penamaan “Munjiyat” yang berarti penyelamat.

Keutamaan Sholawat Munjiyat

Berbagai literatur klasik dan kontemporer menyebutkan sejumlah keutamaan Sholawat Munjiyat.

  • Pertama, sebagai sarana memohon keselamatan dari bencana dan kesulitan hidup. Hal ini sejalan dengan makna utama dari lafaz sholawat itu sendiri.
  • Kedua, mempermudah terkabulnya hajat. Dalam hadis riwayat Ahmad dan Tirmidzi disebutkan bahwa doa yang diawali dengan pujian kepada Allah dan sholawat kepada Nabi memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan.
  • Ketiga, menghadirkan ketenangan batin. Dalam buku Rahasia Sehat Berkah Shalawat, karya M. Syukron Maksum dan Ahmad Fathoni, dijelaskan bahwa sholawat dapat menjadi terapi spiritual untuk meredakan kecemasan.
  • Keempat, memperoleh syafaat Nabi di hari kiamat. Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa orang yang paling dekat dengan Nabi adalah yang paling banyak bersholawat.

Baca juga: Bacaan Lengkap Sholawat Asyghil dan Artinya

Cara Mengamalkan Sholawat Munjiyat

Tidak ada ketentuan baku dalam jumlah bacaan Sholawat Munjiyat. Namun dalam tradisi ulama, terdapat beberapa pola amalan yang umum dilakukan.

Sebagian membaca 11 kali setelah sholat untuk kelancaran rezeki. Ada pula yang mengamalkan 100 kali untuk kemudahan urusan.

Bahkan dalam kondisi tertentu, sholawat ini dibaca hingga ratusan kali dalam satu majelis ketika menghadapi kesulitan besar.

Namun demikian, para ulama menekankan bahwa yang paling utama adalah keikhlasan dan konsistensi. Sebab, kualitas doa tidak ditentukan oleh jumlah, melainkan oleh kehadiran hati.

Sholawat sebagai Jalan Spiritual di Era Modern

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, sholawat menjadi ruang refleksi yang menenangkan.

Ia bukan hanya ibadah lisan, tetapi juga sarana membangun ketenangan batin dan keteguhan iman.

Sholawat Munjiyat, dengan kandungan maknanya yang dalam, mengajarkan bahwa setiap kesulitan memiliki jalan keluar. Bahwa di balik setiap ujian, selalu ada pertolongan Allah yang menanti.

Pada akhirnya, mengamalkan sholawat bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk kesadaran spiritual bahwa manusia membutuhkan pertolongan Ilahi dalam setiap langkah kehidupannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026
Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026
Aktual
Biaya Haji Lokal Sulut Naik Jadi Rp 5 Juta Per Jemaah, Dibiayai APBD
Biaya Haji Lokal Sulut Naik Jadi Rp 5 Juta Per Jemaah, Dibiayai APBD
Aktual
Kisah Harsono, Jemaah Haji Tertua Karanganyar yang Berangkat dari Menabung Hasil Tani dan Ternak
Kisah Harsono, Jemaah Haji Tertua Karanganyar yang Berangkat dari Menabung Hasil Tani dan Ternak
Aktual
 Petugas Haji Indonesia Mulai Berangkat ke Arab Saudi untuk Siapkan Layanan Jamaah Haji 2026
Petugas Haji Indonesia Mulai Berangkat ke Arab Saudi untuk Siapkan Layanan Jamaah Haji 2026
Aktual
460 Petugas Haji RI Lebih Dulu Terbang ke Madinah, Siap Layani Jemaah Selama 77 Hari
460 Petugas Haji RI Lebih Dulu Terbang ke Madinah, Siap Layani Jemaah Selama 77 Hari
Aktual
Haji 2026 Dimulai 18 April, Jemaah Indonesia Masuk Gelombang Awal
Haji 2026 Dimulai 18 April, Jemaah Indonesia Masuk Gelombang Awal
Aktual
Polisi di Banyuwangi Diminta Jaga Wudhu dan Shalat: Integritas Dimulai dari Kesucian Diri
Polisi di Banyuwangi Diminta Jaga Wudhu dan Shalat: Integritas Dimulai dari Kesucian Diri
Aktual
Batal ke Makkah, Tapi Justru Dapat Predikat Haji Mabrur dari Allah
Batal ke Makkah, Tapi Justru Dapat Predikat Haji Mabrur dari Allah
Aktual
Badai Petir Landa Saudi, NCM Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan
Badai Petir Landa Saudi, NCM Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan
Aktual
Kisah Jemaah Haji Termuda RI Asal Pontianak, Berangkat di Usia 13 tahun untuk Doakan Mendiang Ibu
Kisah Jemaah Haji Termuda RI Asal Pontianak, Berangkat di Usia 13 tahun untuk Doakan Mendiang Ibu
Aktual
Kisah Jemaah Haji Termuda Banjarmasin, Bisa Berangkat 20 Lebih Cepat dan Menjemput Panggilan di Usia 17 Tahun
Kisah Jemaah Haji Termuda Banjarmasin, Bisa Berangkat 20 Lebih Cepat dan Menjemput Panggilan di Usia 17 Tahun
Aktual
Ini Jadwal Asrama Haji 2026: Kegiatan hingga Larangan Jemaah
Ini Jadwal Asrama Haji 2026: Kegiatan hingga Larangan Jemaah
Aktual
Kisah Kakek Usia 103 Tahun yang Jadi Jemaah Haji Tertua DIY, Berangkat untuk Tunaikan Wasiat Istri
Kisah Kakek Usia 103 Tahun yang Jadi Jemaah Haji Tertua DIY, Berangkat untuk Tunaikan Wasiat Istri
Aktual
Belum Aqiqah Tapi Mau Kurban, Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama
Belum Aqiqah Tapi Mau Kurban, Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Apakah Boleh Kurban Atas Nama Satu Keluarga? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Boleh Kurban Atas Nama Satu Keluarga? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com