Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sholat Isyroq: Tata Cara, Niat, & Keutamaan Pahala Setara Haji & Umrah

Kompas.com, 13 Mei 2026, 15:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pagi hari menjadi salah satu waktu yang istimewa dalam Islam. Setelah menunaikan sholat Subuh, banyak umat Muslim memilih tetap duduk berdzikir sambil menunggu matahari terbit untuk melaksanakan sholat sunnah Isyroq.

Amalan ini memang tidak sepopuler sholat Dhuha, tetapi dalam berbagai riwayat disebut memiliki keutamaan besar.

Bahkan, sholat Isyroq sering dikaitkan dengan pahala setara haji dan umrah bagi orang yang menjaga dzikir pagi setelah Subuh berjamaah.

Selain tata cara pelaksanaannya yang sederhana, banyak Muslim juga mencari doa mustajab pagi hari yang dianjurkan dibaca setelah sholat Isyroq sebagai bentuk permohonan perlindungan dan keberkahan kepada Allah SWT.

Lalu, apa sebenarnya sholat Isyroq? Kapan waktu terbaik mengerjakannya? Dan bagaimana penjelasan ulama mengenai ibadah sunnah yang satu ini?

Apa Itu Sholat Isyroq?

Sholat Isyroq merupakan sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan setelah matahari terbit dan mulai meninggi.

Dalam Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir, dan Doa dijelaskan bahwa sholat Isyroq pada dasarnya masih termasuk bagian dari sholat Dhuha.

Penyebutannya menjadi “Isyroq” apabila dilaksanakan pada awal waktu dhuha, yakni sesaat setelah matahari terbit dan keluar dari waktu terlarang untuk sholat.

Sementara jika dikerjakan menjelang siang, maka tetap disebut sholat Dhuha. Dalam sejumlah riwayat, waktu dhuha menjelang siang bahkan disebut sebagai waktu paling utama untuk melaksanakan sholat sunnah tersebut.

Dalam kajian fikih, sholat Isyroq juga sering disebut sebagai bagian dari amalan pagi yang berkaitan erat dengan dzikir setelah Subuh.

Baca juga: Waktu Sholat Dhuha Terbaik agar Mustajab, Lengkap Niat dan Doa

Waktu Terbaik Sholat Isyroq

Meski dilakukan setelah matahari terbit, sholat Isyroq tidak boleh langsung dikerjakan tepat saat matahari muncul dari ufuk timur.

Hal ini karena terdapat larangan melaksanakan sholat pada waktu tertentu.

Dalam hadis riwayat Uqbah bin Amir disebutkan bahwa Rasulullah SAW melarang sholat ketika matahari baru terbit hingga meninggi.

Oleh karena itu, para ulama menjelaskan bahwa waktu Isyroq dimulai sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit, atau ketika matahari sudah naik setinggi tombak.

Dalam Fiqih Sunnah dijelaskan bahwa waktu dhuha dimulai sejak matahari meninggi hingga sebelum masuk waktu Zuhur.

Keutamaan Sholat Isyroq

Salah satu hadis paling populer tentang sholat Isyroq diriwayatkan dari Anas bin Malik. Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa yang mengerjakan sholat Subuh berjamaah, lalu duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia sholat dua rakaat, maka baginya pahala seperti haji dan umrah.”

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi.

Dalam Rahasia Kedahsyatan Shalat Sunah Setahun Penuh dijelaskan bahwa sholat Isyroq menjadi simbol kedekatan seorang Muslim dengan ibadah pagi dan bentuk kesungguhan menjaga hubungan spiritual sejak awal hari.

Sementara Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa Isyroq dan Dhuha sejatinya termasuk dalam satu rangkaian ibadah sunnah, hanya berbeda pada waktu pelaksanaannya.

Baca juga: Doa Setelah Sholat Fardhu Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Bacaan Niat Sholat Isyroq

Sebelum melaksanakan sholat Isyroq, umat Islam dianjurkan membaca niat berikut:

أُصَلِّى سُنَّةَ الْإِشْرَاقِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal isyraaqi rak’ataini lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah Isyroq dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Sholat Isyroq

Secara umum, tata cara sholat Isyroq tidak berbeda dengan sholat sunnah lainnya. Sholat ini dilakukan sebanyak dua rakaat.

Berikut urutan pelaksanaannya:

  1. Membaca niat sholat Isyroq
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca Surah Al Fatihah
  4. Membaca surah pendek Al Quran
  5. Rukuk
  6. I’tidal
  7. Sujud pertama
  8. Duduk di antara dua sujud
  9. Sujud kedua
  10. Berdiri untuk rakaat kedua
  11. Membaca Al Fatihah dan surah pendek
  12. Rukuk
  13. I’tidal
  14. Sujud pertama
  15. Duduk di antara dua sujud
  16. Sujud kedua
  17. Tasyahud akhir
  18. Salam

Meski sederhana, para ulama menekankan pentingnya menghadirkan kekhusyukan dan ketenangan dalam setiap gerakan sholat.

Baca juga: Doa dan Dzikir Mustajab Setelah Sholat Hajat Arab, Latin, dan Artinya

Doa Mustajab Setelah Sholat Isyroq

Setelah melaksanakan sholat Isyroq, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir pagi.

Salah satu doa yang sering diamalkan adalah:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillaahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa laa fis samaa’i wa huwas samii’ul ‘aliim.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi dan langit yang dapat membahayakan, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Doa ini diriwayatkan dalam hadis Utsman bin Affan yang dicatat oleh Imam Abu Dawud dan Imam Tirmidzi.

Dalam banyak kajian ulama, dzikir pagi dianggap sebagai bentuk perlindungan spiritual sekaligus pengingat agar manusia memulai hari dengan tawakal kepada Allah.

Mengapa Amalan Pagi Sangat Dianjurkan?

Dalam Islam, pagi hari dipandang sebagai waktu penuh keberkahan. Rasulullah SAW bahkan pernah mendoakan keberkahan bagi umatnya pada waktu pagi.

Dalam La Tahzan dijelaskan bahwa ketenangan hati sering lahir dari rutinitas ibadah yang dilakukan secara konsisten, termasuk menjaga dzikir dan sholat sunnah di pagi hari.

Oleh karena itu, sholat Isyroq tidak hanya dipahami sebagai ibadah tambahan, tetapi juga sebagai cara menjaga ketenangan jiwa sebelum menghadapi aktivitas sehari-hari.

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, amalan sederhana di pagi hari justru sering menjadi ruang hening yang membantu seseorang memulai hari dengan lebih tenang, fokus, dan penuh harapan kepada Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar