KOMPAS.com - Fase Armuzna menjadi salah satu momen paling sakral dalam rangkaian ibadah haji.
Armuzna merupakan singkatan dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina, tiga tempat utama yang menjadi pusat pelaksanaan puncak haji di Tanah Suci.
Di tempat-tempat inilah jutaan jamaah dari seluruh dunia berkumpul untuk menjalankan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga melontar jumrah di Mina.
Tidak hanya menjadi perjalanan fisik, Armuzna juga menjadi perjalanan spiritual yang penuh doa, tangisan, harapan, dan penghambaan kepada Allah SWT.
Baca juga: Kedatangan Jamaah Haji Indonesia Hampir Rampung, Petugas Mulai Bersiap Hadapi Fase Armuzna
Oleh karena itu, para ulama menganjurkan jamaah memperbanyak doa, dzikir, istighfar, takbir, dan tahlil selama berada di Armuzna.
Momentum ini diyakini sebagai salah satu waktu terbaik untuk memohon ampunan, keberkahan hidup, kemudahan urusan, hingga doa-doa kebaikan dunia dan akhirat.
Dalam buku Doa-doa Khusus Ibadah Haji karya Amirulloh Syarbini dijelaskan bahwa doa selama Armuzna bukan sekadar bacaan ritual, tetapi bentuk komunikasi spiritual seorang hamba kepada Allah SWT di tempat-tempat paling bersejarah dalam Islam.
Sementara dalam Panduan Praktis Ibadah Haji karya M. Julius disebutkan bahwa memperbanyak doa saat Armuzna menjadi salah satu sunnah yang sangat dianjurkan karena waktu-waktu tersebut dipenuhi keutamaan dan rahmat Allah SWT.
Berikut kumpulan doa-doa yang dianjurkan selama berada di Armuzna lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya.
Armuzna bukan sekadar rangkaian perjalanan antar lokasi ibadah. Di Arafah, jamaah menjalankan wukuf yang disebut Rasulullah SAW sebagai inti haji.
Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan:
“Haji adalah Arafah.”
Momen wukuf di Padang Arafah bahkan sering disebut sebagai gambaran Padang Mahsyar, ketika manusia berkumpul memohon ampunan kepada Allah SWT.
Sementara Muzdalifah menjadi tempat jamaah bermalam dalam kesederhanaan sambil mengumpulkan batu untuk melontar jumrah.
Adapun Mina menjadi lokasi simbolik perlawanan terhadap godaan setan melalui ritual lempar jumrah.
Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa seluruh rangkaian Armuzna mengandung makna penghambaan, kesabaran, ketundukan, dan perjuangan spiritual seorang muslim kepada Allah SWT.
Baca juga: Doa Puasa Dzulhijjah, Amalan 10 Hari Pertama Lengkap Artinya
Saat memasuki kawasan Arafah, jamaah dianjurkan membaca doa berikut:
اللّٰهُمَّ إِلَيْكَ تَوَجَّهْتُ، وَبِكَ اعْتَصَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. اللّٰهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِمَّنْ تُبَاهِيْ بِهِ الْيَوْمَ مَلَائِكَتَكَ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Allâhumma ilaika tawajjahtu, wabika'tashamtu, wa'alaika tawakkaltu. Allâhummaj'alnî mimman tubaahî bihil yauma malâ-ikataka, innaka 'alâ kulli syai-in qadîrun.
Artinya: “Ya Allah, hanya kepada-Mulah aku menghadap, dengan-Mulah aku berpegang teguh, pada-Mulah aku berserah diri. Ya Allah, jadikanlah aku bagian dari orang yang hari ini Engkau banggakan di hadapan malaikat-Mu. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Wukuf menjadi inti utama ibadah haji. Pada waktu ini jamaah dianjurkan memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa.
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
Alhamdulillāhi rabbil ālamīn.
Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
Labbaykallāhumma labbayk. Labbayka lā syarīka laka labbayk. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulka lā syarīka lak.
Artinya: “Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah. Tiada sekutu bagi-Mu. Segala puji, nikmat, dan kekuasaan adalah milik-Mu.” (dibaca 3 kali)
Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa talbiyah menjadi syiar utama ibadah haji yang menunjukkan kepatuhan total seorang hamba kepada Allah SWT.
اللَّهُمَّ انْقُلْنِي مِنْ ذُلِّ الْمَعْصِيَةِ إلَى عِزِّ الطَّاعَةِ وَاكْفِنِي بِحَلَالِك عَنْ حَرَامِك وَأَغْنِنِي بِفَضْلِك عَمَّنْ سِوَاكَ
Allāhummanqulnī min dzullil ma'shiyati ilā 'izzit thā'ah, wakfinī bi halālika 'an harāmik, wa aghninī bi fadhlika 'an man siwāk.
Artinya: “Ya Allah, pindahkan aku dari kehinaan maksiat menuju kemuliaan taat. Cukupkan aku dengan yang halal dari yang haram.”
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar.
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.”
Doa ini disebut dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 201 dan menjadi salah satu doa paling sering dibaca jamaah haji.
اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيْرًا كَبِيْرًا وَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Allāhumma innī zhalamtu nafsī zhulman katsīran kabīran, wa innahū lā yaghfirud dzunūba illā anta, faghfir lī maghfiratan min 'indik, warhamnī innaka antal ghafūrur rahīm.
Artinya: "Ya Allah, sungguh aku menganiaya diriku dengan penganiayaan yang banyak dan besar. Tiada yang mengampuni dosa selain Kau. Oleh karena itu, ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu. Kasihanilah aku, sungguh Kau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً تَصْلُحُ بِهَا شَأْنِي فِي الدَّارَيْنِ وَارْحَمْنِي رَحْمَةً وَاسِعَةً أَسْعَدُ بِهَا فِي الدَّارَيْنِ وَتُبْ عَلَيَّ تَوْبَةً نَصُوْحًا لَا أَنْكُثُهَا أَبَدًا وَأَلْزِمْنِي سَبِيْلَ الاِسْتِقَامَةِ لَا أَزِيْغُ عَنْهَا أَبَدًا
Allāhummaghfir lī maghfiratan tashluhu bihā sya'nī fid dārayn, warhamnī rahmatan wāsi'atan as'adu bihā fid dārayn, wa tub 'alayya taubatan nashūhā lā ankutsuhā abadā, wa alzimnī sabīlal istiqāmah lā azīghu 'anhā abadā.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku dengan ampunan yang membuat maslahat urusanku di dunia dan akhirat. Berikanlah aku rahmat-Mu yang luas di mana aku dapat bahagia di dunia dan akhirat. Bimbinglah aku dalam tobat nashuha yang mana aku takkan melanggarnya lagi selamanya. Ikatlah aku di jalan istikamah yang mana aku takkan menyimpang darinya selamanya."
وَرُوِيَ { أَفْضَلُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَأَفْضَلُ مَا قُلْت أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا اللَّهُمَّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي اللَّهُمَّ لَك الْحَمْدُ
La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ala kulli syay'in qadir. Allahummaj'al fi qalbi nuran, wa fi sam'i nuran, wa fi bashari nuran. Allahummasyrah li shadri wa yassir li amri. Allahumma lakal hamdu.
Artinya: "Tiada tuhan selain Allah yang esa. Tiada sekutu bagi-Nya. Segala kekuasaan dan pujian bagi-Nya. Dia kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, jadikanlah cahaya pada hatiku, cahaya pada pendengaranku, dan cahaya pada penglihatanku. Ya Allah, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku. Ya Allah, segala puji bagi-Mu."
اللَّهُمَّ لَك صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي ، وَإِلَيْك مَآبِي وَلَك تُرَاثِي اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَوَسْوَسَةِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الْأَمْرِ اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ شَرِّ مَا تَجِيءُ بِهِ الرِّيحُ
Allahumma laka shalati, wa nusuki, wa mahyaya, wa mamati, wa ilayka ma'abi, wa laka turatsi. Allahumma inni a'udzu bika min 'adzabil qabri, wa waswasatis shadri, wa syattatil amri. Allahumma inni a'udzu bika min syarri ma taji'u bihir rihu.
Artinya: "Ya Allah, shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk-Mu. Hanya kepada-Mu tempat pulangku. Hanya milik-Mu peninggalanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, kebimbangan dalam hati, dan berantakannya konsentrasi. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang dibawa oleh angin."
Baca juga: Doa Shalat Sunnah Dua Rakaat Setelah Tawaf: Arab, Latin, dan Artinya
Setelah meninggalkan Arafah, jamaah menuju Muzdalifah untuk mabit dan mengumpulkan kerikil jumrah.
اللّٰهُمَّ إِنَّ هٰذِهِ مُزْدَلِفَةُ جُمِعَتْ فِيْهَا أَلْسِنَةٌ مُخْتَلِفَةٌ تَسْأَلُكَ حَوَائِجَ مُتَنَوِّعَةً
Allâhumma inna hâdzihi muzdalifatu jumi'at fîhâ alsinatun mukhtalifatun tas'aluka hawâija mutanawwi'atan.
Artinya: “Ya Allah, di Muzdalifah ini berkumpul berbagai bahasa yang memohon kepada-Mu beragam kebutuhan.”
Dalam buku Ensiklopedi Haji dan Umrah karya M. Quraish Shihab dijelaskan bahwa Muzdalifah menjadi simbol persamaan manusia di hadapan Allah SWT tanpa memandang status sosial maupun kebangsaan.
Doa Pertama
اللَّهُمَّ إِنَّ هَذِهِ مُزْدَلِفَةُ جُمِعَتْ فِيهَا أَلْسِنَةُ مُخْتَلِفَةٌ تَسْأَلُكَ حَوَائِجَ مُتَنَوِّعَةً فَاجْعَلْنِي مِمَّنْ دَعَاكَ فَاسْتَجَبْتَ لَهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْكَ فَكَفَّيْتَهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allahumma inna haadzihi muzdalifatu jumi'at fiihaa alsinatun mukhtalifatun tas'aluka hawaaija mutanawwi'atan faj'alnii mimman da'aaka fastajabta lahu wa tawakkal 'alaika fakafaitahu yaa arhamar raahimiin.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya di Muzdalifah ini telah berkumpul orang-orang dengan bermacam-macam bahasa yang memohon kepada-Mu berbagai keperluan. Maka, jadikanlah aku termasuk golongan yang berdoa kepada-Mu lalu Engkau kabulkan, yang berserah diri kepada-Mu lalu Engkau cukupkan, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala pengasih."
Doa Kedua
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي فِي هَذَا الْمَكَانِ جَوَامِعَ الْخَيْرِ كُلَّهُ وَأَنْ تُصْلِحَ شَأْنِي كُلَّهُ، وَأَنْ تَصْرِفَ عَنِّي الشَّرَّ كُلَّهُ فَإِنَّهُ لَا يَفْعَلُ ذَلِكَ غَيْرُكَ وَلَا يَجُودُ بِهِ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma inni as'aluka an tarzuqanii fii hadzaal makaani jawaami'al khaira kullahu wa an tushliha sya'nii kullahu wa an tashrifa 'annii syarra kullahu fainnahu laa yaf'alu dzaalika ghairuka walaa yajuudu bihi illa anta.
Artinya: "Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Engkau menganugerahkan kepadaku di tempat ini segala bentuk kebaikan, memperbaiki seluruh keadaanku, dan menjauhkan aku dari segala keburukan. Sebab, tidak ada yang mampu melakukan itu selain Engkau, dan tidak ada yang dapat memberikan itu kecuali Engkau."
Baca juga: Doa tawaf Wada’, Doa Perpisahan dengan Baitullah yang Sering Membuat Jamaah Menangis
Mina menjadi lokasi jamaah menjalankan mabit dan melempar jumrah.
اللّٰهُمَّ هٰذَا مِنَى فَامْنُنْ عَلَيَّ بِمَا مَنَنْتَ بِهِ عَلَى أَوْلِيَائِكَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ
Allâhumma hadzâ minâ famnun 'alayya bimâ mananta bihi 'alâ awliyâika wa ahli thâ'atika.
Artinya: “Ya Allah, ini adalah Mina. Anugerahkanlah kepadaku apa yang Engkau anugerahkan kepada orang-orang yang taat kepada-Mu.”
Saat melontar jumrah, jamaah dianjurkan membaca takbir setiap lemparan:
اللهُ أَكْبَرُ
Allahu Akbar.
Artinya: “Allah Maha Besar.”
Kemudian membaca doa berikut:
اللهم اجعله حجاً مبروراً وذنباً مغفوراً
Allahumma-j’alhu hajjan mabruran wa dzanban maghfuran.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ini haji yang mabrur dan dosa yang diampuni.”
Dalam Manasik Haji dan Umrah karya Ali Mustafa Yaqub dijelaskan bahwa lempar jumrah bukan sekadar ritual simbolik, tetapi bentuk perlawanan terhadap hawa nafsu dan godaan setan dalam kehidupan manusia.
Para ulama menjelaskan bahwa doa-doa di Armuzna memiliki keutamaan besar karena dibaca di tempat-tempat yang penuh sejarah perjuangan para nabi.
Arafah menjadi tempat berkumpulnya jamaah memohon ampunan. Muzdalifah mengajarkan kesederhanaan dan ketundukan. Sementara Mina melambangkan perjuangan melawan keburukan dalam diri manusia.
Dalam kitab Lathaif al-Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali dijelaskan bahwa momentum haji merupakan salah satu musim ibadah paling agung dalam Islam karena di dalamnya berkumpul zikir, doa, pengorbanan, dan penghambaan total kepada Allah SWT.
Karena itu, jamaah dianjurkan tidak hanya menghafal doa-doa Armuzna, tetapi juga menghayati makna spiritual di balik setiap bacaan yang dipanjatkan selama berada di Tanah Suci.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang