Editor
KOMPAS.com - Dalam rangkaian ibadah haji dan umroh, setiap amalan tidak hanya dilakukan secara lahiriah, tetapi juga disertai doa dan munajat kepada Allah SWT.
Salah satu momen penting dalam manasik adalah setelah jamaah menyelesaikan tawaf di Ka’bah dan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat.
Amalan ini dicontohkan langsung oleh sahabat Nabi SAW, Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, ketika menjalankan ibadah haji maupun umroh.
Baca juga: Doa tawaf Wada’, Doa Perpisahan dengan Baitullah yang Sering Membuat Jamaah Menangis
Melalui doa yang dibacanya, Ibnu Umar memohon perlindungan agama, kemudahan hidup, hingga keselamatan di akhirat.
Riwayat mengenai doa setelah shalat sunnah usai tawaf tersebut dicatat Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Al-Mushannaf.
Baca juga: 6 Macam Tawaf dalam Ibadah Haji dan Umroh Lengkap dengan Penjelasannya
Dalam riwayat dari Nafi’, disebutkan bahwa Abdullah bin Umar ketika datang untuk berhaji atau berumroh terlebih dahulu melakukan thawaf, kemudian melaksanakan shalat sunnah dua rakaat sebelum berdoa dengan khusyuk.
Menariknya, setelah shalat sunnah tersebut, Abdullah bin Umar duduk cukup lama untuk memuji Allah SWT dan bermunajat. Doa yang sama juga dibacanya ketika berada di antara Bukit Shafa dan Marwa.
Di dalam doa tersebut terdapat permohonan agar dijaga dalam agama, dijauhkan dari kemaksiatan, diberikan kecintaan kepada Allah SWT, serta dimudahkan dalam urusan dunia dan akhirat.
Adapun lafaz doa yang dibaca Abdullah bin Umar adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ اعْصِمْنِي بِدِينِكَ، وَطَاعَةِ رَسُولِكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ جَنِّبْنِي حُدُودَكَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِمَّنْ يُحِبُّكَ، وَيُحِبُّ مَلَائِكَتَكَ، وَرُسُلَكَ، وَعِبَادَكَ الصَّالِحِينَ، اللَّهُمَّ حَبِّبْنِي إِلَيْكَ، وَإِلَى مَلَائِكَتِكَ، وَرُسُلِكَ، وَعِبَادِكَ الصَّالِحِينَ. اللَّهُمَّ آتِنِي مِنْ خَيْرِ مَا تُؤْتِي عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ. اللَّهُمَّ يَسِّرْنِي لِلْيُسْرَى، وَجَنِّبْنِي الْعُسْرَى، وَاغْفِرْ لِي فِي الْآخِرَةِ وَالْأُولَى. اللَّهُمَّ أَوْزِعْنِي أَنْ أُوَفِّيَ بِعَهْدِكَ الَّذِي عَاهَدْتَنِي عَلَيْهِ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ أَئِمَّةِ الْمُتَّقِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ، وَاغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ.
Arab Latin: Allahumma‘shimnii bidini-ka, wa thaa‘ati rasuulika shallallaahu ‘alaihi wasallam. Allahumma jannibnii huduudak. Allahummaj‘alnii mimman yuhibbuk, wa yuhibbu malaa-ikatak, wa rusulak, wa ‘ibaadakash shaalihiin. Allahumma habbibnii ilaik, wa ilaa malaa-ikatik, wa rusulik, wa ‘ibaadikash shaalihiin. Allahumma aatinii min khairi maa tu’tii ‘ibaadakash shaalihiin fid-dunyaa wal aakhirah. Allahumma yassirnii lilyusraa, wa jannibnil ‘usraa, waghfirlii fil aakhirati wal uulaa. Allahumma awzi‘nii an uwafiya bi‘ahdikal ladzii ‘aahadtanii ‘alaihi. Allahummaj‘alnii min a-immatil muttaqiin, waj‘alnii min waratsati jannatin na‘iim, waghfirlii khathii-atii yaumad diin.
Artinya: “Ya Allah, jagalah aku dengan agama-Mu dan dengan ketaatan kepada Rasul-Mu SAW. Ya Allah, jauhkanlah aku dari melanggar batas-batas-Mu. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang mencintai-Mu, mencintai malaikat-Mu, rasul-rasul-Mu, dan hamba-hamba-Mu yang saleh. Ya Allah, jadikanlah aku dicintai oleh-Mu, oleh malaikat-Mu, rasul-rasul-Mu, dan hamba-hamba-Mu yang saleh. Ya Allah, berikanlah kepadaku kebaikan sebagaimana yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh di dunia dan di akhirat. Ya Allah, mudahkanlah aku menuju kemudahan, jauhkan aku dari kesulitan, dan ampunilah aku di akhirat dan di dunia. Ya Allah, ilhamkanlah aku agar dapat menepati janji-Mu yang telah Engkau ikatkan kepadaku. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk pemimpin orang-orang yang bertakwa, jadikanlah aku termasuk pewaris surga kenikmatan, dan ampunilah kesalahanku pada hari pembalasan.” (Al-Mushannaf [Madinah: Maktabah al-‘Ulum wa al-Hikam], juz 6, h. 108)
Makna Doa Setelah Tawaf
Doa ini menggambarkan hubungan erat antara ibadah fisik dalam manasik haji dan kesadaran ruhani seorang muslim.
Setelah tawaf dan shalat sunnah, jamaah dianjurkan memperbanyak doa karena momen tersebut termasuk waktu yang penuh keberkahan.
Selain memohon perlindungan dan ampunan, doa ini juga berisi harapan agar seorang muslim tetap istiqamah dalam agama, mencintai Allah SWT, serta memperoleh kemuliaan di dunia dan akhirat.
Karena itu, setelah menyelesaikan thawaf, jamaah dianjurkan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat lalu duduk sejenak untuk bermunajat kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan.
Dengan demikian, ibadah thawaf tidak hanya menjadi rangkaian gerakan fisik, tetapi juga menghadirkan kedekatan hati dengan Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang