Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Shalat Sunnah Dua Rakaat Setelah Tawaf: Arab, Latin, dan Artinya

Kompas.com, 17 Mei 2026, 12:09 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com - Dalam rangkaian ibadah haji dan umroh, setiap amalan tidak hanya dilakukan secara lahiriah, tetapi juga disertai doa dan munajat kepada Allah SWT.

Salah satu momen penting dalam manasik adalah setelah jamaah menyelesaikan tawaf di Ka’bah dan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat.

Amalan ini dicontohkan langsung oleh sahabat Nabi SAW, Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, ketika menjalankan ibadah haji maupun umroh.

Baca juga: Doa tawaf Wada’, Doa Perpisahan dengan Baitullah yang Sering Membuat Jamaah Menangis

Melalui doa yang dibacanya, Ibnu Umar memohon perlindungan agama, kemudahan hidup, hingga keselamatan di akhirat.

Riwayat mengenai doa setelah shalat sunnah usai tawaf tersebut dicatat Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Al-Mushannaf.

Baca juga: 6 Macam Tawaf dalam Ibadah Haji dan Umroh Lengkap dengan Penjelasannya

Dalam riwayat dari Nafi’, disebutkan bahwa Abdullah bin Umar ketika datang untuk berhaji atau berumroh terlebih dahulu melakukan thawaf, kemudian melaksanakan shalat sunnah dua rakaat sebelum berdoa dengan khusyuk.

Menariknya, setelah shalat sunnah tersebut, Abdullah bin Umar duduk cukup lama untuk memuji Allah SWT dan bermunajat. Doa yang sama juga dibacanya ketika berada di antara Bukit Shafa dan Marwa.

Doa Setelah Shalat Sunnah Usai Tawaf

Di dalam doa tersebut terdapat permohonan agar dijaga dalam agama, dijauhkan dari kemaksiatan, diberikan kecintaan kepada Allah SWT, serta dimudahkan dalam urusan dunia dan akhirat.

Adapun lafaz doa yang dibaca Abdullah bin Umar adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ اعْصِمْنِي بِدِينِكَ، وَطَاعَةِ رَسُولِكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ جَنِّبْنِي حُدُودَكَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِمَّنْ يُحِبُّكَ، وَيُحِبُّ مَلَائِكَتَكَ، وَرُسُلَكَ، وَعِبَادَكَ الصَّالِحِينَ، اللَّهُمَّ حَبِّبْنِي إِلَيْكَ، وَإِلَى مَلَائِكَتِكَ، وَرُسُلِكَ، وَعِبَادِكَ الصَّالِحِينَ. اللَّهُمَّ آتِنِي مِنْ خَيْرِ مَا تُؤْتِي عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ. اللَّهُمَّ يَسِّرْنِي لِلْيُسْرَى، وَجَنِّبْنِي الْعُسْرَى، وَاغْفِرْ لِي فِي الْآخِرَةِ وَالْأُولَى. اللَّهُمَّ أَوْزِعْنِي أَنْ أُوَفِّيَ بِعَهْدِكَ الَّذِي عَاهَدْتَنِي عَلَيْهِ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ أَئِمَّةِ الْمُتَّقِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ، وَاغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ.

Arab Latin: Allahumma‘shimnii bidini-ka, wa thaa‘ati rasuulika shallallaahu ‘alaihi wasallam. Allahumma jannibnii huduudak. Allahummaj‘alnii mimman yuhibbuk, wa yuhibbu malaa-ikatak, wa rusulak, wa ‘ibaadakash shaalihiin. Allahumma habbibnii ilaik, wa ilaa malaa-ikatik, wa rusulik, wa ‘ibaadikash shaalihiin. Allahumma aatinii min khairi maa tu’tii ‘ibaadakash shaalihiin fid-dunyaa wal aakhirah. Allahumma yassirnii lilyusraa, wa jannibnil ‘usraa, waghfirlii fil aakhirati wal uulaa. Allahumma awzi‘nii an uwafiya bi‘ahdikal ladzii ‘aahadtanii ‘alaihi. Allahummaj‘alnii min a-immatil muttaqiin, waj‘alnii min waratsati jannatin na‘iim, waghfirlii khathii-atii yaumad diin.

Artinya: “Ya Allah, jagalah aku dengan agama-Mu dan dengan ketaatan kepada Rasul-Mu SAW. Ya Allah, jauhkanlah aku dari melanggar batas-batas-Mu. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang mencintai-Mu, mencintai malaikat-Mu, rasul-rasul-Mu, dan hamba-hamba-Mu yang saleh. Ya Allah, jadikanlah aku dicintai oleh-Mu, oleh malaikat-Mu, rasul-rasul-Mu, dan hamba-hamba-Mu yang saleh. Ya Allah, berikanlah kepadaku kebaikan sebagaimana yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh di dunia dan di akhirat. Ya Allah, mudahkanlah aku menuju kemudahan, jauhkan aku dari kesulitan, dan ampunilah aku di akhirat dan di dunia. Ya Allah, ilhamkanlah aku agar dapat menepati janji-Mu yang telah Engkau ikatkan kepadaku. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk pemimpin orang-orang yang bertakwa, jadikanlah aku termasuk pewaris surga kenikmatan, dan ampunilah kesalahanku pada hari pembalasan.” (Al-Mushannaf [Madinah: Maktabah al-‘Ulum wa al-Hikam], juz 6, h. 108)

Makna Doa Setelah Tawaf

Doa ini menggambarkan hubungan erat antara ibadah fisik dalam manasik haji dan kesadaran ruhani seorang muslim.

Setelah tawaf dan shalat sunnah, jamaah dianjurkan memperbanyak doa karena momen tersebut termasuk waktu yang penuh keberkahan.

Selain memohon perlindungan dan ampunan, doa ini juga berisi harapan agar seorang muslim tetap istiqamah dalam agama, mencintai Allah SWT, serta memperoleh kemuliaan di dunia dan akhirat.

Karena itu, setelah menyelesaikan thawaf, jamaah dianjurkan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat lalu duduk sejenak untuk bermunajat kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan.

Dengan demikian, ibadah thawaf tidak hanya menjadi rangkaian gerakan fisik, tetapi juga menghadirkan kedekatan hati dengan Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenhaj Minta PPIU Tertibkan Keberangkatan Umrah di Terminal 2F, Bagasi Harus Berlabel
Kemenhaj Minta PPIU Tertibkan Keberangkatan Umrah di Terminal 2F, Bagasi Harus Berlabel
Aktual
Wamenhaj Sambut Kepulangan Petugas Haji 2026 di Tanah Air, Sampaikan Apresiasi dan Siapkan Evaluasi
Wamenhaj Sambut Kepulangan Petugas Haji 2026 di Tanah Air, Sampaikan Apresiasi dan Siapkan Evaluasi
Aktual
Hukum Tradisi Menundukkan Kepala kepada Kiai, Ini Penjelasan MUI Jatim
Hukum Tradisi Menundukkan Kepala kepada Kiai, Ini Penjelasan MUI Jatim
Aktual
Jenis-Jenis Zina dalam Islam, Ternyata Tak Hanya Hubungan Badan
Jenis-Jenis Zina dalam Islam, Ternyata Tak Hanya Hubungan Badan
Aktual
Doa saat Terjadi Bencana Alam Lengkap Arab, Latin, dan Artinya untuk Memohon Perlindungan
Doa saat Terjadi Bencana Alam Lengkap Arab, Latin, dan Artinya untuk Memohon Perlindungan
Doa dan Niat
BWI Sebut DPR Bisa Tinggalkan Warisan Abadi lewat Wakaf Legislator
BWI Sebut DPR Bisa Tinggalkan Warisan Abadi lewat Wakaf Legislator
Aktual
Hukum Mengedarkan Kotak Amal dan QRIS Infak saat Khutbah Jumat Berlangsung, Boleh atau Tidak?
Hukum Mengedarkan Kotak Amal dan QRIS Infak saat Khutbah Jumat Berlangsung, Boleh atau Tidak?
Aktual
Khutbah Jumat Menyentuh Hati, Muhasabah demi Meraih Kebahagiaan di Akhirat
Khutbah Jumat Menyentuh Hati, Muhasabah demi Meraih Kebahagiaan di Akhirat
Aktual
PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU 2026, Lima Provinsi Jadi Kandidat
PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU 2026, Lima Provinsi Jadi Kandidat
Aktual
Gubernur Aceh Serukan Doa untuk Venezuela yang Pernah Bantu Saat Tsunami
Gubernur Aceh Serukan Doa untuk Venezuela yang Pernah Bantu Saat Tsunami
Aktual
Khutbah Jumat Muharram: Jangan Biarkan Tahun Berganti, tetapi Hati Tetap Sama
Khutbah Jumat Muharram: Jangan Biarkan Tahun Berganti, tetapi Hati Tetap Sama
Aktual
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Memaknai Usia 40 Tahun dan Fase Kahulah
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Memaknai Usia 40 Tahun dan Fase Kahulah
Aktual
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Jika Tak Bisa Berkata Baik, Maka Diam adalah Keselamatan
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Jika Tak Bisa Berkata Baik, Maka Diam adalah Keselamatan
Aktual
Doa Agar Dagangan Laris dan Berkah, Lengkap Arab, Latin, serta Amalan Pembuka Rezeki
Doa Agar Dagangan Laris dan Berkah, Lengkap Arab, Latin, serta Amalan Pembuka Rezeki
Doa dan Niat
Kemenhaj Terapkan Manasik Kesehatan Mulai Haji 2027, Apa Dampaknya bagi Jamaah?
Kemenhaj Terapkan Manasik Kesehatan Mulai Haji 2027, Apa Dampaknya bagi Jamaah?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar