Editor
KOMPAS.com - Seorang jemaah haji tunanetra asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Arab Saudi.
Jemaah bernama Saifuddin HM Abd Muin Saideng yang tergabung dalam Kloter 17 Embarkasi Makassar itu disebut menginspirasi banyak pihak karena semangatnya berhaji di tengah keterbatasan penglihatan.
Kisah perjuangannya diketahui langsung oleh tim Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang kemudian mendatanginya di Tanah Suci.
Baca juga: 292 Jamaah Haji Maros Pilih Haji Ifrad, Kenakan Ihram Lebih Lama Dibanding Haji Tamattu
Bahkan, muncul rencana untuk mewakafkan nama Saifuddin sebagai nama salah satu masjid yang akan dibangun di Arab Saudi.
Ketua PPIH Embarkasi Makassar Ikbal Ismail mengatakan Saifuddin mendapat perhatian khusus setelah kisah perjuangannya diketahui Pemerintah Saudi.
Menurut dia, tim Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mendatangi langsung Saifuddin untuk melihat kondisinya.
Baca juga: Perbedaan Fatwa Lokasi Dam Haji, Musyrif Diny: Pilih yang Sesuai Keyakinan
“Kami dapat info dari pembimbing ibadahnya Kabupaten Sinjai bahwa kemarin ada tim Kementerian Haji dan Umrah Pemerintah Saudi mendatangi jemaah atas nama Saifuddin yang tunanetra dan melihat langsung kondisinya,” katanya di Asrama Haji Sudiang Makassar, Sabtu (16/5/2026).
Ikbal mengatakan Pemerintah Saudi juga memberikan hadiah kepada Saifuddin sebagai bentuk apresiasi atas semangatnya menunaikan ibadah haji.
“Kami menyaksikan, ada di foto, Pemerintah Saudi memberikan hadiah kepada tunanetra tersebut karena semangat beliau begitu besar," ungkapnya.
"Dengan kondisi tunanetra, tetapi beliau masih ingin melaksanakan ibadah haji setelah beberapa tahun menabung,” tambah dia.
Menurut Ikbal, kisah Saifuddin membuat banyak pihak terharu karena tekadnya tetap kuat untuk berangkat ke Tanah Suci meski memiliki keterbatasan fisik.
Ia menyebut Pemerintah Saudi bahkan berencana membangun masjid yang akan menggunakan nama Saifuddin.
“Dari latar belakang itulah sehingga Pemerintah Saudi, informasi dari pembimbing ibadahnya, berencana akan dibangunkan masjid di Arab Saudi atas nama Haji Saifuddin,” ungkapnya.
Meski demikian, Ikbal mengatakan pihaknya masih menunggu realisasi rencana tersebut.
“Kita tinggal menunggu apakah janji tersebut akan terealisasi atau tidak,” jelasnya.
Sebelumnya, Saifuddin mengaku telah mendaftar haji sejak 2014 dan bersyukur akhirnya mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
“Tahun 2014 sudah mendaftar. Alhamdulillah," katanya kepada Tribun Timur saat ditemui di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar, Sabtu (2/5/2026).
Di kampung halamannya, Saifuddin dikenal sebagai imam masjid. Meski kini mengalami tunanetra, ia tetap menjalankan aktivitas keagamaan dengan mengandalkan hafalan dan ingatan.
“Saya imam masjid di kampung. Saya bisa hafal (berangkat ke masjid) saat bisa melihat dulu,” ungkapnya.
Dalam perjalanan hajinya, Saifuddin berangkat bersama empat anggota keluarga termasuk seorang sepupu.
"Alhamdulillah masih kuat jalan,” ujarnya.
Perjalanan menuju Tanah Suci bukan hal mudah bagi Saifuddin. Ia harus menabung lebih dari 20 tahun dari hasil berjualan bahan campuran dan honor sebagai imam masjid yang terbatas.
“20 tahun lebih menabung. Jualan bahan campuran. Honor dari imam masjid Rp200 ribu,” kata dia.
Di balik keterbatasannya, Saifuddin masih menyimpan harapan agar penglihatannya dapat kembali pulih.
Ia mengaku pernah menjalani pengobatan mata sejak lama sebelum akhirnya kehilangan penglihatan secara total saat masih duduk di bangku SMP.
“Doanya Berharap mata (sembuh). Sudah pernah berobat. Tahun 85, tidak langsung kabur (penglihatan). Waktu itu berobat ke dokter mata di Makassar," jelasnya.
"Buta saat SMP, awalnya sakit. awalnya mata terasa sakit seperti tertusuk jarum. Bengkak," tambahnya.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "Jemaah Haji Tunanetra Asal Sinjai Dikabarkan Akan Dibangunkan Masjid di Arab Saudi".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang