Editor
KOMPAS.com — Otoritas keamanan Arab Saudi menangkap 9.576 pendatang ilegal dalam operasi gabungan yang digelar selama sepekan, tepatnya pada 7 hingga 13 Mei 2026.
Operasi tersebut dilakukan aparat keamanan bersama sejumlah lembaga pemerintah terkait di berbagai wilayah Kerajaan Saudi.
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyebut para pelanggar yang ditangkap terdiri dari 4.865 pelanggar aturan izin tinggal, 3.319 pelanggar keamanan perbatasan, dan 1.392 pelanggar aturan ketenagakerjaan.
Selain penangkapan, pemerintah Saudi juga mendeportasi 11.272 warga asing ilegal. Sebanyak 2.311 orang dirujuk ke kantor perwakilan diplomatik untuk pengurusan dokumen perjalanan, sementara 11.226 lainnya diproses untuk penyelesaian reservasi perjalanan pulang.
Baca juga: Arab Saudi Gelar 23.000 Inspeksi Jelang Haji 2026, Awasi Harga dan Ketersediaan Pangan
Dalam operasi tersebut, aparat juga menangkap 1.500 orang yang mencoba memasuki Arab Saudi secara ilegal. Dari jumlah itu, 38 persen merupakan warga negara Yaman, 60 persen warga Ethiopia, dan sisanya berasal dari berbagai negara lain.
Sementara itu, 58 orang lainnya ditangkap saat berusaha meninggalkan wilayah Arab Saudi secara ilegal.
Tidak hanya itu, aparat Saudi juga menangkap 12 orang yang diduga terlibat dalam pemberian transportasi, tempat tinggal, hingga pekerjaan kepada para pelanggar aturan imigrasi.
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengungkapkan saat ini terdapat 26.632 ekspatriat yang sedang menjalani proses hukum dan penegakan aturan imigrasi. Jumlah tersebut terdiri dari 25.059 laki-laki dan 1.573 perempuan.
Pemerintah Saudi menegaskan akan memberikan hukuman berat bagi siapa pun yang membantu masuknya pendatang ilegal ke wilayah kerajaan, termasuk memberikan tempat tinggal, transportasi, maupun bantuan lainnya.
Baca juga: Arab Saudi Tegaskan Larangan Haji Tanpa Tasreh, Jemaah Terancam Denda hingga Deportasi
Pelanggar terancam hukuman penjara hingga 15 tahun dan denda mencapai 1 juta riyal Saudi. Selain itu, kendaraan maupun rumah yang digunakan untuk membantu pelanggaran juga dapat disita pemerintah.
Kementerian Dalam Negeri Saudi turut meminta masyarakat melaporkan setiap pelanggaran melalui nomor darurat 911 untuk wilayah Makkah, Riyadh, dan Provinsi Timur, serta nomor 999 dan 996 untuk wilayah lainnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang