Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Surah Tiga Qul Lengkap (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) Keutamaan dan Waktu Terbaik Membacanya

Kompas.com, 13 Juli 2026, 20:01 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Surah Tiga Qul atau juga dikenal dengan Surah Al-Mu'awwidzat merupakan sebutan untuk tiga surah terakhir dalam Al-Qur’an yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

Ketiga surah pendek dalam Al-Qur'an yang dianjurkan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga surah tersebut memiliki banyak keutamaan, mulai dari memohon perlindungan kepada Allah SWT hingga memperkuat keimanan seorang muslim.

Baca juga: 114 Nama Surah dalam Al-Quran Lengkap dengan Urutan, Arti, dan Jumlah Ayat

Rasulullah SAW juga mencontohkan membaca Surah Tiga Qul pada waktu-waktu tertentu sebagai bagian dari zikir dan doa harian.

Lantas, bagaimana bacaan Surah Tiga Qul, apa saja keutamaannya, dan kapan waktu terbaik untuk membacanya? Berikut ulasannya yang dirangkum Komps.com dari berbagai sumber.

Baca juga: 5 Surat Terpendek dalam Al-Quran yang Mudah Dihafal dan Sering Dibaca Saat Shalat

Bacaan Surah 3 Qul: Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas

Berikut bacaan surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas lengkap dengan bacaan latin dan terjemahnya:

Surah Al-Ikhlas

Arab:

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ۝١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ۝٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ۝٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ۝٤

Latin: (1) Qul huwallâhu aḥad. (2) Allâhuṣ-ṣamad. (3) Lam yalid wa lam yûlad. (4) Wa lam yakul lahû kufuwan aḥad.

Artinya: (1) Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa.” (2) Allah tempat meminta segala sesuatu. (3) Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. (4) Tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.

Surah Al-Falaq

Arab:

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ۝١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ۝٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ۝٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ۝٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ۝٥

Latin: (1) Qul a‘ûżu birabbil-falaq. (2) Min syarri mâ khalaq. (3) Wa min syarri gâsiqin iżâ waqab. (4) Wa min syarrin-naffâṡâti fil-'uqad. (5) Wa min syarri ḥâsidin iżâ ḥasad.

Artinya: (1) Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh), (2) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, (3) dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, (4) dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan (5) dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

Surah An-Nas

Arab:

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ۝١ مَلِكِ النَّاسِۙ ۝٢ اِلٰهِ النَّاسِۙ ۝٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ۙ الْخَنَّاسِۖ ۝٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ۝٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ۝٦

Latin: (1) Qul a‘ûżu birabbin-nâs. (2) Malikin-nâs. (3) Ilâhin-nâs. (4) Min syarril-waswâsil-khannâs. (5) Allażî yuwaswisu fî ṣudûrin-nâs. (6) Minal-jinnati wan-nâs.

Artinya: (1) Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, (2) Raja manusia, (3) sembahan manusia, (4) dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi, (5) yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, (6) dari (golongan) jin dan manusia.”

Keutamaan Bacaan Surah 3 Qul

Dikutip dari laman UNAIR, Ustad Nuruddin SH dalam rangkaian kegiatan Gemilang Ramadhan 1443 H pernah menjelaskan keutamaan dari masing-masing surah tersebut. 

Surah Al-Ikhlas Menegaskan Keesaan Allah

Ustaz Nuruddin menjelaskan bahwa Surah Al-Ikhlas menegaskan keesaan Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan yang tidak memiliki sekutu maupun tandingan.

Menurutnya, surah ini mengajarkan konsep tauhid yang memurnikan keesaan Allah sekaligus menjadi bantahan terhadap konsep trinitas dalam ajaran Nasrani.

Ia menambahkan, keistimewaan Surah Al-Ikhlas juga terlihat dari kedudukannya yang disebut setara dengan sepertiga Al-Qur'an karena kandungannya membahas sifat-sifat Allah SWT.

“Begitu istimewanya, Al-Ikhlas ini bahkan sampai disebut setara dengan sepertiga Al-Qur’an sebab isinya yang memuat pembahasan mengenai sifat-sifat Allah,” ujarnya.

Surah Al-Falaq Mengajarkan Doa Memohon Perlindungan

Menurut Ustaz Nuruddin, Surah Al-Falaq mengandung makna bahwa Allah memiliki sifat Faliqul Ishbah, yakni Dzat yang menyingsingkan waktu subuh.

Makna tersebut menunjukkan bahwa hanya Allah SWT yang memiliki kuasa memberikan perlindungan kepada manusia dari berbagai bentuk kejahatan, terutama ketika berada dalam kegelapan dan manusia tidak mampu melindungi dirinya sendiri.

Karena itu, umat Islam dianjurkan membaca Surah Al-Falaq sebelum tidur sebagai doa memohon perlindungan dari gangguan jin, sihir, maupun berbagai bahaya saat sedang beristirahat.

“Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk membacanya setiap sebelum tidur untuk memohon perlindungan dari kejahatan jin, sihir, dan hal yang membahayakan saat kita terlelap,” tandasnya.

Surah An-Nas Mengingatkan Bahaya Godaan Jin dan Manusia

Ustaz Nuruddin menjelaskan bahwa Surah An-Nas, sebagaimana Surah Al-Falaq, termasuk dalam kelompok Al-Mu'awwidzat, yaitu surah yang berisi doa memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan jin maupun manusia.

Menurutnya, pelajaran penting dalam Surah An-Nas terdapat pada ayat keenam, ketika Allah menyandingkan jin dan manusia sebagai sumber kejahatan.

Hal tersebut menjadi pengingat bahwa manusia yang jauh dari petunjuk agama dapat melakukan kerusakan dan kemungkaran yang sangat besar.

Ia mengaitkan pesan tersebut dengan berbagai persoalan yang terjadi saat ini, seperti kerusakan lingkungan, pembunuhan, dan tindakan tidak berperikemanusiaan yang dilakukan oleh manusia yang mengabaikan tuntunan agama.

“Bahkan ada yang sampai mengaku Tuhan, padahal seburuk-buruknya jin tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan. Ini menunjukkan bahwa setan ini tidak hanya dari golongan jin saja, namun juga dari sesama manusia,” imbuhnya.

Waktu Terbaik Membaca Surah 3 Qul

Dilansir dari TribunJogja.com, ada waktu-waktu terbaik yang dianjurkan untuk membaca Surah Tiga Qul, berikut di antaranya:

1. Membaca Surah Tiga Qul pada Pagi dan Sore Hari

Salah satu waktu yang dianjurkan untuk membaca Surah Tiga Qul adalah pada pagi dan sore hari. Rasulullah SAW menganjurkan membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing sebanyak tiga kali sebagai doa perlindungan dari berbagai keburukan.
Dari Mu’adz bin Abdullah bin Khubaib dari bapaknya ia berkata,

خَرَجْنَا فِى لَيْلَةِ مَطَرٍ وَظُلْمَةٍ شَدِيدَةٍ نَطْلُبُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لِيُصَلِّىَ لَنَا فَأَدْرَكْنَاهُ فَقَالَ « أَصَلَّيْتُمْ ». فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا فَقَالَ « قُلْ ». فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا ثُمَّ قَالَ « قُلْ ». فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا ثُمَّ قَالَ « قُلْ ». فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَقُولُ قَالَ (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِى وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ

Pada malam hujan lagi gelap gulita kami keluar mencari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk shalat bersama kami, lalu kami menemukannya. Beliau bersabda, “Apakah kalian telah shalat?” Namun sedikitpun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah“. Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah“. Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Kemudian beliau bersabda, “Katakanlah“. Hingga aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Katakanlah (bacalah surat) QUL HUWALLAHU AHAD DAN QUL A’UDZU BIRABBINNAAS DAN QUL A’UDZU BIRABBIL FALAQ ketika sore dan pagi sebanyak tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akn mencukupkanmu (menjagamu) dari segala keburukan.” (HR. Abu Daud no. 5082 dan An Nasai no. 5428. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

2. Membaca Surah Tiga Qul Sebelum Tidur

Rasulullah SAW juga membiasakan membaca Surah Tiga Qul setiap hendak tidur. Setelah membacanya, beliau meniup kedua telapak tangan lalu mengusapkannya ke kepala, wajah, dan bagian tubuh yang dapat dijangkau sebanyak tiga kali sebagai bentuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata,

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017)

3. Membaca Surah Tiga Qul Setelah Salat Fardu

Surah Tiga Qul juga dianjurkan dibaca setelah menunaikan salat fardu. Dalam hadis, Rasulullah SAW memerintahkan membaca mu'awwidzat, yang oleh para ulama dijelaskan sebagai Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, setelah setiap salat.

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata,

أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ الْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan padaku untuk membaca mu’awwidzaat di akhir shalat (sesudah salam).” (HR. An Nasai no. 1336 dan Abu Daud no. 1523. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Yang dimaksud mu’awwidzaat adalah surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani. (Fathul Bari, 9/62)

4. Membaca Surah Al-Ikhlas saat Salat Qabliyah Subuh

Selain dibaca sebagai dzikir harian, Surah Al-Ikhlas juga menjadi salah satu surah yang dianjurkan dibaca dalam shalat sunnah qabliyah Subuh. Rasulullah SAW memadukannya dengan Surah Al-Kafirun pada dua rakaat sebelum salat Subuh.

Dari’ Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَتِ السُّوْرَتَانِ يَقْرَأُ بِهِمَا فِي رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الفَجْرِ : { قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ } وَ { قُلْ يَا أَيُّهَا الكَافِرُوْنَ

“Sebaik-baik surat yang dibaca ketika dua raka’at qobliyah shubuh adalah Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) dan Qul yaa ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun).” (HR. Ibnu Khuzaimah 4/273. Syaikh Al Albani mengatakan dalam Silsilah Ash Shohihah bahwa hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shohihah no. 646).

5. Membaca Surah Al-Ikhlas saat Salat Ba'diyah Magrib

Surah Al-Ikhlas juga termasuk bacaan yang sering dibaca Rasulullah SAW ketika melaksanakan salat sunnah ba'diyah Magrib. Berdasarkan riwayat sahabat Abdullah bin Mas'ud, beliau kerap membaca Surah Al-Kafirun dan Surah Al-Ikhlas pada salat sunnah tersebut.

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

مَا أُحْصِى مَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقْرَأُ فِى الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَفِى الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الْفَجْرِ بِ (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ) وَ (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

“Aku tidak dapat menghitung karena sangat sering aku mendengar bacaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat pada shalat dua raka’at ba’diyah maghrib dan pada shalat dua raka’at qobliyah shubuh yaitu Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash).” (HR. Tirmidzi no. 431. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

6. Membaca Surah Tiga Qul pada Salat Witir

Pada salat Witir tiga rakaat, Rasulullah SAW juga membaca Surah Tiga Qul. Berdasarkan riwayat Aisyah RA, beliau membaca Surah Al-A'la pada rakaat pertama, Surah Al-Kafirun pada rakaat kedua, serta Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas pada rakaat ketiga.

Dari ‘Abdul Aziz bin Juraij, beliau berkata, “Aku menanyakan pada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, surat apa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (setelah membaca Al Fatihah) ketika shalat witir?”

Aisyah menjawab,

كَانَ يُوتِرُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ كَانَ يَقْرَأُ فِى الأُولَى بِ (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى) وَفِى الثَّانِيَةِ بِ (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ) وَفِى الثَّالِثَةِ بِ (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada raka’at pertama: Sabbihisma robbikal a’la (surat Al A’laa), pada raka’at kedua: Qul yaa ayyuhal kafiruun (surat Al Kafirun), dan pada raka’at ketiga: Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) dan mu’awwidzatain (surat Al Falaq dan An Naas).” (HR. An Nasai no. 1699, Tirmidzi no. 463, Ahmad 6/227)

Itulah beberapa waktu yang dianjurkan untuk membaca Surah Tiga Qul berdasarkan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW.

Dengan mengamalkan Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas pada waktu-waktu tersebut, seorang muslim diharapkan dapat memperoleh perlindungan Allah SWT sekaligus meneladani amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk senantiasa mengamalkan zikir dan ibadah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
5 Hadits tentang Larangan LGBT dalam Islam, Lengkap dengan Penjelasan Ulama
5 Hadits tentang Larangan LGBT dalam Islam, Lengkap dengan Penjelasan Ulama
Aktual
Jelang Muktamar NU 2026, Gus Salam Safari ke 22 Wilayah untuk Serap Aspirasi
Jelang Muktamar NU 2026, Gus Salam Safari ke 22 Wilayah untuk Serap Aspirasi
Aktual
Surah Tiga Qul Lengkap (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) Keutamaan dan Waktu Terbaik Membacanya
Surah Tiga Qul Lengkap (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) Keutamaan dan Waktu Terbaik Membacanya
Doa dan Niat
6 Ayat Al-Quran tentang Larangan LGBT, Lengkap dengan Penjelasan Ulama Tafsir
6 Ayat Al-Quran tentang Larangan LGBT, Lengkap dengan Penjelasan Ulama Tafsir
Aktual
Rashdul Qiblat 15-16 Juli 2026, Ini Waktu dan Cara Cek Arah Kiblat Secara Akurat
Rashdul Qiblat 15-16 Juli 2026, Ini Waktu dan Cara Cek Arah Kiblat Secara Akurat
Aktual
Menag Ajak Masyarakat Cek Arah Kiblat saat Rashdul Qiblat 15-16 Juli 2026
Menag Ajak Masyarakat Cek Arah Kiblat saat Rashdul Qiblat 15-16 Juli 2026
Aktual
Lewat Aplikasi AMAN, Masyarakat Kini Bisa Laporkan Kekerasan di Pesantren dan Madrasah
Lewat Aplikasi AMAN, Masyarakat Kini Bisa Laporkan Kekerasan di Pesantren dan Madrasah
Aktual
Berawal Dari Niat Founder, Program Umrah Paragoncorp Telah Berangkatkan Ribuan Peserta Sejak 2017
Berawal Dari Niat Founder, Program Umrah Paragoncorp Telah Berangkatkan Ribuan Peserta Sejak 2017
Aktual
Paragoncorp Berangkatkan Umrah 135 Karyawan, Menhaj Beri Apresiasi
Paragoncorp Berangkatkan Umrah 135 Karyawan, Menhaj Beri Apresiasi
Aktual
Apakah Semua Obat Wajib Bersertifikat Halal? Begini Penjelasan MUI
Apakah Semua Obat Wajib Bersertifikat Halal? Begini Penjelasan MUI
Aktual
PCNU Bone Dukung Prof Nasaruddin Umar Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU di Muktamar NU 2026
PCNU Bone Dukung Prof Nasaruddin Umar Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU di Muktamar NU 2026
Aktual
Jelang Muktamar, Rembuk Warga NU Jabodetabek Seri 3 Soroti Diplomasi Internasional PBNU
Jelang Muktamar, Rembuk Warga NU Jabodetabek Seri 3 Soroti Diplomasi Internasional PBNU
Aktual
Doa Nur Nubuwat Arab Lengkap, Asal-usul dan Keutamaannya
Doa Nur Nubuwat Arab Lengkap, Asal-usul dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Kemenag Luncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman di Pesantren & Madrasah
Kemenag Luncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman di Pesantren & Madrasah
Aktual
Zulhas Ajak Pesantren Jadi Motor Swasembada Pangan dan Penggerak Ekonomi Desa
Zulhas Ajak Pesantren Jadi Motor Swasembada Pangan dan Penggerak Ekonomi Desa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar