Editor
KOMPAS.com - Sholat qobliyah Subuh atau shalat fajar adalah sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan sebelum sholat fardhu Subuh.
Selain termasuk sholat sunnah rawatib, qobliyah Subuh memiliki keutamaan besar sehingga Rasulullah SAW sangat menjaga pelaksanaannya.
Untuk memulai beribadah, niat menjadi bagian yang mengawali pelaksanaan sholat qobliyah Subuh dua rakaat.
Baca juga: Niat Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat Lengkap dengan Tata Cara dan Keutamaannya
Niat sholat qobliyah Subuh dibaca dalam hati saat hendak melaksanakan sholat sunnah dua rakaat sebelum Subuh. Berikut bacaan niat sholat qobliyah Subuh dalam bahasa Arab, tulisan Latin, dan artinya.
Baca juga: Doa Sholat Qobliyah Subuh: Arab, Latin, Arti, Waktu, dan Tata Caranya
اُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholli sunnatal subhi rok’ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat shalat sunnah Subuh dua rakaat sebelum (shalat fardhu), menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Istilah qobliyah Subuh merujuk pada sholat sunnah yang dilaksanakan sebelum sholat fardhu Subuh. Untuk memahami kedudukannya, berikut penjelasan mengenai pengertian, penyebutan sholat fajar, dan hukumnya.
Shalat sunnah qobliyah Subuh merupakan salah satu dari shalat sunnah rawatib yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam.
Ibadah ini dilaksanakan sebelum shalat fardhu Subuh dan memiliki keutamaan yang besar sebagaimana ditegaskan dalam berbagai hadits Nabi Muhammad SAW.
Shalat sunnah qobliyah Subuh dikerjakan sebanyak dua rakaat. Rasulullah SAW juga sangat menjaga pelaksanaan shalat ini, bahkan tidak ada shalat sunnah lain yang lebih beliau jaga selain dua rakaat sebelum Subuh.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah RA, “Nabi SAW tidaklah lebih menjaga suatu shalat sunnah melebihi dua rakaat sebelum shalat Subuh.” (HR Bukhari dan Muslim).
Lebih lanjut, Rasulullah SAW juga menyampaikan keutamaan shalat sunnah ini dalam sabdanya: “Dua rakaat fajar (shalat sunnah qobliyah Subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR Muslim).
Qobliyah Subuh atau sholat fajar merujuk pada sholat yang dilaksanakan setelah waktu fajar masuk.
Imam Abu Hasan al-Mubarakfuri mengartikan dua rakaat shalat fajar pada hadits di atas merujuk pada shalat qabliyah subuh. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam karya beliau, Mir’ah al-Mafatih Syarah Misykat al-Mashabih:
قوله (ركعتا الفجر) أي سنة الفجر هي المشهورة بهذا الاسم
Artinya, “Maksud dari perkataan ‘dua rakaat shalat fajar’ (dalam hadits) adalah shalat sunnah (qabliyah) fajar. Penyebutannya memang masyhur dengan nama ini” (Abu al-Hasan al-Mubarakfuri, Mir’ah al-Mafatih Syarah Misykat al-Mashabih, juz 4, hal. 137).
Shalat qobliyah Subuh termasuk shalat sunnah rawatib yang sangat dianjurkan. Kedudukannya sebagai bagian dari shalat sunnah rawatib juga disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi. Rasulullah SAW bersabda:
"Siapa yang sholat sunnah 12 rakaat sehari semalam, Allah dirikan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum Dzuhur, dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh." (HR Tirmidzi)
Waktu pelaksanaan qobliyah Subuh berkaitan langsung dengan masuknya waktu sholat fardhu Subuh. Karena itu, waktu setelah adzan hingga sebelum pelaksanaan sholat Subuh menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Sholat qobliyah Subuh dikerjakan setelah adzan Subuh berkumandang dan sebelum melaksanakan sholat fardhu Subuh. Dengan demikian, pelaksanaannya dilakukan setelah waktu Subuh masuk, bukan sebelum masuk waktu Subuh.
Shalat qobliyah Subuh mulai dapat dikerjakan setelah masuk waktu Subuh. Pelaksanaannya dilakukan sebelum shalat fardhu Subuh ditunaikan.
Bagi orang yang hendak melaksanakan sholat Subuh secara berjamaah di masjid, qobliyah Subuh dikerjakan sebelum iqamah sholat Subuh ditunaikan. Ketika iqamah telah dikumandangkan, ia perlu mengikuti sholat fardhu berjamaah dan tidak mendahulukan sholat sunnah.
Sementara itu, orang yang shalat di rumah atau memiliki uzur sehingga tidak pergi ke masjid, kumandang iqamah di masjid tidak menjadi batas waktu sholat sunnah mereka sehingga tetap boleh mengerjakannya.
Jumlah rakaat qobliyah Subuh telah ditentukan dalam bentuk sholat sunnah dua rakaat. Pelaksanaannya juga memiliki tata cara sebagaimana sholat sunnah dua rakaat pada umumnya.
Sholat qobliyah Subuh dikerjakan sebanyak dua rakaat.
Pelaksanaan shalat sunnah qobliyah Subuh pada dasarnya mirip dengan shalat sunnah dua rakaat lainnya. Sholat ini dilakukan dua rakaat dan diakhiri dengan satu salam.
Tata cara sholat qobliyah Subuh sama seperti mengerjakan shalat sunnah pada umumnya. Pada masing-masing rakaat terdapat rangkaian gerakan dan bacaan yang diakhiri dengan salam pada rakaat kedua.
Pada rakaat pertama, sholat dimulai dengan takbiratul ihram yang disertai niat dalam hati. Setelah itu, membaca Surah Al-Fatihah, kemudian membaca surah lain; Rasulullah SAW menganjurkan membaca Surah Al-Kafirun. Selanjutnya melakukan rukuk dan membaca tasbih tiga kali, kemudian i’tidal dengan berdiri setelah rukuk, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua. Setelah selesai sujud kedua, berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua.
Pada rakaat kedua, diawali dengan takbiratul ihram. Selanjutnya membaca Surah Al-Fatihah, kemudian membaca surah lain; Rasulullah SAW menganjurkan membaca Surah Al-Ikhlas. Setelah itu melakukan rukuk dan membaca tasbih tiga kali, kemudian i’tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua. Setelah rangkaian tersebut selesai, dilanjutkan dengan tasyahud akhir dan mengucapkan salam.
Secara berurutan, tata cara sholat qobliyah Subuh dua rakaat dapat dilakukan sebagai berikut:
Bacaan setelah Surah Al-Fatihah pada sholat qobliyah Subuh dapat mengikuti surat dan ayat yang dianjurkan dalam tuntunan sholat sunnah tersebut.
Pada dua rakaatnya, terdapat beberapa pilihan bacaan yang dapat diamalkan sesuai dengan anjuran yang ada.
Namun, Jika belum hafal ayat atau surat yang dianjurkan, sholat tetap sah dengan membaca surat pendek lain yang telah dihafal dari Al-Qur'an.
Berikut anjuran bacaan surat setelah Al-Fatihah dalam sholat sunnah qobliyah Subuh dua rakaat.
Rakaat pertama dapat diisi dengan membaca Surah Al-Baqarah ayat 136, Surah Al-Kafirun, atau Surah Al-Insyirah.
Pada rakaat kedua dapat membaca Surah Ali 'Imran ayat 52 atau ayat 64, Surah Al-Ikhlas, atau Surah Al-Fill.
Surah Al-Kafirun dan Surah Al-Ikhlas termasuk bacaan yang dianjurkan untuk sholat qobliyah Subuh. Surah Al-Kafirun dapat dibaca pada rakaat pertama, sedangkan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
Selain Surah Al-Kafirun dan Al-Ikhlas, bacaan yang dianjurkan dalam sholat qobliyah Subuh juga mencakup Surah Al-Baqarah ayat 136 pada rakaat pertama serta Surah Ali 'Imran ayat 64 pada rakaat kedua.
Setelah menyelesaikan sholat qobliyah Subuh, seorang Muslim dapat melanjutkan dengan doa dan amalan yang sesuai. Salah satu doa yang dapat dibaca berkaitan dengan permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari siksa neraka.
Tidak terdapat keterangan dalam materi ini mengenai kewajiban membaca doa khusus setelah sholat qobliyah Subuh. Namun, terdapat doa yang dapat dibaca setelah sholat sunnah Subuh sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT.
اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ، وَإِسْرَافِيْلَ، وَمِيْكَائِيْلَ، وَمُحَمَّدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّار
Arab latin: Allahumma rabbi jibrila, wa israfila, wa mikaila, wa muhammadin nabiyyi shallallahu alaihi wasallam, a'udzu bika minan-nar.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan Jibril, Israfil, Mikail dan Tuhan Nabi Muhammad. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka."
Selain berdoa, waktu sebelum sholat fardhu Subuh juga dapat diisi dengan memperbanyak dzikir. Beberapa bacaan berikut dapat diamalkan setelah qobliyah Subuh sambil menanti pelaksanaan sholat Subuh.
Istighfar dapat dibaca setelah melaksanakan qobliyah Subuh, yaitu dengan mengucapkan Astagfirullah sebanyak 100 kali.
Dzikir sebelum melaksanakan sholat Subuh dapat diisi dengan membaca:
Sambil menunggu iqamah sholat Subuh, waktu dapat diisi dengan memperbanyak istighfar dan dzikir.
Keutamaan qobliyah Subuh berkaitan dengan perhatian Rasulullah SAW terhadap dua rakaat sebelum sholat Subuh. Hal tersebut juga terlihat dari keterangan hadits yang menyebut besarnya nilai dua rakaat sholat sunnah fajar.
Keutamaan dua rakaat sebelum sholat Subuh juga diriwayatkan dari ‘Aisyah RA. Dalam hadis tersebut, ‘Aisyah RA menuturkan perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai dua rakaat sholat sunnah fajar setelah terbit fajar Subuh.
لَهُمَا أَحَبُّ إِلَىَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا
“Dua raka’at shalat sunnah fajar lebih kucintai daripada dunia seluruhnya” (HR. Muslim no. 725).
Menjaga pelaksanaan sholat qobliyah Subuh menjadi salah satu bentuk upaya mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Pelaksanaan dua rakaat sebelum sholat Subuh menunjukkan perhatian terhadap amalan sunnah yang beliau jaga.
Qobliyah Subuh juga merupakan bagian dari sholat sunnah rawatib yang dianjurkan untuk dijaga. Perhatian Rasulullah SAW terhadap sholat sunnah qobliyah Subuh juga diriwayatkan oleh ‘Aisyah RA.
أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- لَمْ يَكُنْ عَلَى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مُعَاهَدَةً مِنْهُ عَلَى رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah menjaga shalat sunnah yang lebih daripada menjaga shalat sunnah dua raka’at sebelum Shubuh” (HR. Muslim no. 724).
Sholat qobliyah Subuh memiliki waktu pelaksanaan yang berada sebelum sholat fardhu Subuh. Jika seseorang tidak sempat melaksanakannya pada waktu tersebut, terdapat ketentuan mengenai pelaksanaan sholat sunnah ini secara qadha.
Qobliyah Subuh tidak dikerjakan setelah sholat fardhu Subuh apabila yang dimaksud adalah pelaksanaan normal pada waktunya. Sebab, qobliyah berarti sholat sunnah yang dilakukan sebelum sholat Subuh, sedangkan sholat yang terlewat memiliki pembahasan tersendiri mengenai qadha.
Syariat memperbolehkan untuk mengqadha’ pelaksanaan shalat sunnah qabliyah subuh tersebut.
Waktu yang utama untuk meng-qadha’ shalat sunnah qabliyah subuh adalah setelah matahari terbit. Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ لَمْ يُصَلِّ رَكْعَتَيِ الفَجْرِ فَلْيُصَلِّهِمَا بَعْدَ مَا تَطْلُعُ الشَّمْسُ
“Barangsiapa yang belum melaksanakan shalat dua raka’at fajar, maka hendaklah mengerjakannya setelah matahari terbit.” (HR. Tirmidzi no. 423, dinilai shahih oleh Al-Albani)
Dzahir hadits di atas menunjukkan bahwa qadha’ shalat sunnah qabliyah subuh tersebut harus menunggu sampai matahari telah terbit.
Akan tetapi, terdapat hadits lain yang menunjukkan bahwa diperbolehkan jika ingin meng-qadha’ shalat tersebut langsung setelah selesai mendirikan shalat subuh.
Pertanyaan mengenai niat, waktu, jumlah rakaat, bacaan surat, hingga doa setelah qobliyah Subuh sering muncul dalam pelaksanaan sholat sunnah ini. Berikut jawaban singkat atas sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan sholat qobliyah Subuh.
Niat sholat qobliyah Subuh adalah:
اُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholli sunnatal subhi rok’ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat shalat sunnah Subuh dua rakaat sebelum (shalat fardhu), menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Qobliyah Subuh dikerjakan setelah masuk waktu Subuh, yakni setelah adzan Subuh berkumandang, dan sebelum sholat fardhu Subuh dilaksanakan.
Sholat qobliyah Subuh dikerjakan sebanyak dua rakaat dengan satu salam.
Ya, istilah sholat sunnah fajar digunakan untuk merujuk pada sholat sunnah dua rakaat sebelum Subuh atau qobliyah Subuh.
Pada rakaat pertama dianjurkan membaca Surah Al-Baqarah ayat 136, Surah Al-Kafirun, atau Surah Al-Insyirah. Pada rakaat kedua dapat membaca Surah Ali 'Imran ayat 52 atau ayat 64, Surah Al-Ikhlas, atau Surah Al-Fill.
Terdapat doa yang dapat dibaca setelah sholat sunnah Subuh, yaitu doa yang berisi permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari siksa neraka. Doa tersebut diawali dengan bacaan, “Allahumma rabbi jibrila, wa israfila, wa mikaila, wa muhammadin nabiyyi shallallahu alaihi wasallam, a'udzu bika minan-nar.”
Sholat qobliyah Subuh merupakan sholat sunnah dua rakaat sebelum sholat fardhu Subuh yang memiliki keutamaan besar dan dianjurkan untuk dijaga pelaksanaannya.
Sholat qobliyah Subuh dikerjakan dua rakaat setelah masuk waktu Subuh dan sebelum sholat fardhu Subuh.
Pelaksanaannya dapat disertai bacaan surat yang dianjurkan, kemudian dilanjutkan dengan dzikir atau doa sesuai tuntunan yang disebutkan.
Jika terlewat, sholat sunnah qobliyah Subuh tetap dapat diqadha sesuai ketentuan yang telah dijelaskan.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT