KOMPAS.com - Ketika azan berkumandang, seorang Muslim tidak hanya dianjurkan mendengarkan panggilan sholat.
Ada beberapa amalan yang dapat dilakukan, mulai dari menjawab lafaz azan, membaca selawat, hingga memanjatkan doa setelah azan selesai.
Anjuran tersebut bersumber dari hadis Rasulullah SAW. Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Sa'id Al-Khudri, Nabi Muhammad SAW meminta umat Islam untuk mengucapkan seperti apa yang diucapkan muazin ketika mendengar azan.
Dengan demikian, azan dapat menjadi kesempatan bagi seorang Muslim untuk berhenti sejenak dari aktivitas dan merespons panggilan untuk melaksanakan sholat.
Baca juga: Bolehkah Azan dan Iqamah Dilakukan Orang yang Berbeda? Ini Penjelasan Ulama
Rasulullah SAW mengajarkan agar orang yang mendengar azan mengulangi ucapan muazin.
Misalnya, ketika muazin mengucapkan:
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ
Allahu akbar, Allahu akbar.
Orang yang mendengar azan menjawab dengan lafaz yang sama.
Begitu pula ketika muazin mengucapkan syahadat, orang yang mendengarkan azan dianjurkan mengikutinya.
Anjuran tersebut berlaku pada sebagian besar lafaz azan. Namun, terdapat pengecualian ketika muazin mengucapkan seruan untuk melaksanakan salat dan meraih kemenangan.
Baca juga: Hukum Azan di Telinga Bayi Baru Lahir dalam Islam, Apakah Disunnahkan? Simak Penjelasan Ulama
Ketika muazin mengucapkan:
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
Hayya 'alash-shalah.
dan:
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ
Hayya 'alal-falah.
Orang yang mendengar azan tidak mengulangi lafaz tersebut. Sebaliknya, ia membaca:
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.
Artinya: "Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."
Ketentuan tersebut terdapat dalam hadis yang diriwayatkan Muslim. Rasulullah SAW mengajarkan respons tersebut kepada orang yang mendengar azan.
Dengan menjawab seperti itu, seorang Muslim tetap mengikuti rangkaian azan sekaligus mengingat bahwa kemampuan untuk menjalankan ketaatan berasal dari pertolongan Allah SWT.
Setelah azan selesai, amalan berikutnya yang dianjurkan adalah membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Orang yang mendengar azan disunahkan membaca selawat setelah muazin menyelesaikan azannya. Selawat menjadi bagian dari amalan yang dilakukan sebelum membaca doa setelah azan.
Bacaan selawat dapat menggunakan bentuk selawat yang dikenal dan sesuai dengan tuntunan yang diajarkan dalam Islam.
Anjuran membaca selawat setelah azan juga berkaitan dengan hadis Rasulullah SAW yang memerintahkan umat Islam untuk berselawat kepada beliau.
Karena itu, rangkaian amalan setelah azan tidak berhenti pada menjawab lafaz yang dikumandangkan muazin. Seorang Muslim juga dapat melanjutkannya dengan membaca selawat.
Setelah membaca selawat, umat Islam dianjurkan memanjatkan doa setelah azan.
Salah satu doa yang bersumber dari hadis adalah:
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
Allahumma rabba haadzihid-da'watit-taammati wash-shalaatil-qaa'imati, aati Muhammadanil-wasiilata wal-fadhiilata, wab'ats-hu maqaamam mahmuudanilladzi wa'adtahu.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini dan salat yang akan didirikan, berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta bangkitkanlah beliau pada kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan."
Doa tersebut diriwayatkan dalam hadis dan dianjurkan dibaca setelah azan. NU Online juga mencantumkannya sebagai doa setelah azan.
Isi doa tersebut tidak berupa permintaan pribadi, melainkan memohon kepada Allah SWT agar Nabi Muhammad SAW mendapatkan al-wasilah dan kedudukan terpuji sebagaimana yang dijanjikan.
Mendengarkan dan menjawab azan juga memiliki keutamaan yang disebutkan dalam hadis.
Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW mengajarkan agar umat Islam mengikuti ucapan muazin. Setelah itu, umat Islam dianjurkan membaca selawat dan memohonkan wasilah bagi Nabi Muhammad SAW.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa waktu setelah azan dapat diisi dengan beberapa amalan sebelum salat dilaksanakan.
Karena itu, seorang Muslim dapat membiasakan diri untuk tidak langsung kembali pada aktivitas setelah mendengar azan. Ada kesempatan untuk mengikuti lafaz muazin, membaca selawat, dan berdoa.
Azan memiliki fungsi sebagai panggilan untuk melaksanakan salat. Ketika azan terdengar, seorang Muslim diingatkan bahwa waktu ibadah telah tiba.
Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang mungkin sedang bekerja, belajar, bepergian, atau melakukan aktivitas lainnya ketika azan berkumandang.
Menjawab azan dapat menjadi cara sederhana untuk menghentikan aktivitas sejenak dan memberikan perhatian kepada panggilan salat.
Respons tersebut juga tidak membutuhkan waktu lama. Seorang Muslim cukup mengikuti lafaz muazin sesuai tuntunan, kemudian melanjutkannya dengan selawat dan doa setelah azan.
Dengan demikian, amalan setelah mendengar azan dapat dilakukan secara sederhana tetapi tetap memiliki dasar dari ajaran Rasulullah SAW.
Ketika azan selesai, seorang Muslim dapat menggunakan waktu tersebut untuk mempersiapkan diri melaksanakan salat.
Jika berada di rumah, seseorang dapat berwudu atau bersiap menuju masjid. Jika sedang berada di tempat kerja atau dalam perjalanan, persiapan dapat disesuaikan dengan keadaan selama tetap memungkinkan untuk melaksanakan salat.
Yang terpenting, azan tidak hanya diperlakukan sebagai suara latar dalam aktivitas sehari-hari. Panggilan tersebut dapat menjadi pengingat bagi seorang Muslim untuk kembali mengingat Allah SWT.
Menjawab azan, membaca selawat, dan membaca doa setelahnya merupakan amalan yang dapat dibiasakan setiap kali mendengar azan.
Dengan memahami tuntunan tersebut, seorang Muslim tidak perlu bingung ketika azan berkumandang. Mulai dari menjawab lafaz muazin, membaca "Laa haula wa laa quwwata illaa billaah" ketika sampai pada "Hayya 'alash-shalah" dan "Hayya 'alal-falah", kemudian membaca selawat dan doa setelah azan.
Amalan tersebut dapat menjadi kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menjadi bagian dari persiapan sebelum melaksanakan salat.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT