Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mendengar Azan, Jangan Sekadar Diam: Ini Amalan yang Dianjurkan

Kompas.com, 9 September 2026, 17:21 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ketika azan berkumandang, seorang Muslim tidak hanya dianjurkan mendengarkan panggilan sholat.

Ada beberapa amalan yang dapat dilakukan, mulai dari menjawab lafaz azan, membaca selawat, hingga memanjatkan doa setelah azan selesai.

Anjuran tersebut bersumber dari hadis Rasulullah SAW. Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Sa'id Al-Khudri, Nabi Muhammad SAW meminta umat Islam untuk mengucapkan seperti apa yang diucapkan muazin ketika mendengar azan.

Dengan demikian, azan dapat menjadi kesempatan bagi seorang Muslim untuk berhenti sejenak dari aktivitas dan merespons panggilan untuk melaksanakan sholat.

Baca juga: Bolehkah Azan dan Iqamah Dilakukan Orang yang Berbeda? Ini Penjelasan Ulama

Menjawab Setiap Lafaz Azan

Rasulullah SAW mengajarkan agar orang yang mendengar azan mengulangi ucapan muazin.
Misalnya, ketika muazin mengucapkan:

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ

Allahu akbar, Allahu akbar.

Orang yang mendengar azan menjawab dengan lafaz yang sama.

Begitu pula ketika muazin mengucapkan syahadat, orang yang mendengarkan azan dianjurkan mengikutinya.

Anjuran tersebut berlaku pada sebagian besar lafaz azan. Namun, terdapat pengecualian ketika muazin mengucapkan seruan untuk melaksanakan salat dan meraih kemenangan.

Baca juga: Hukum Azan di Telinga Bayi Baru Lahir dalam Islam, Apakah Disunnahkan? Simak Penjelasan Ulama

Saat Muazin Mengucapkan Hayya 'alash-Shalah

Ketika muazin mengucapkan:

حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
Hayya 'alash-shalah.

dan:

حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ

Hayya 'alal-falah.

Orang yang mendengar azan tidak mengulangi lafaz tersebut. Sebaliknya, ia membaca:
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Artinya: "Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."

Ketentuan tersebut terdapat dalam hadis yang diriwayatkan Muslim. Rasulullah SAW mengajarkan respons tersebut kepada orang yang mendengar azan.

Dengan menjawab seperti itu, seorang Muslim tetap mengikuti rangkaian azan sekaligus mengingat bahwa kemampuan untuk menjalankan ketaatan berasal dari pertolongan Allah SWT.

Membaca Selawat Setelah Azan

Setelah azan selesai, amalan berikutnya yang dianjurkan adalah membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Orang yang mendengar azan disunahkan membaca selawat setelah muazin menyelesaikan azannya. Selawat menjadi bagian dari amalan yang dilakukan sebelum membaca doa setelah azan.

Bacaan selawat dapat menggunakan bentuk selawat yang dikenal dan sesuai dengan tuntunan yang diajarkan dalam Islam.

Anjuran membaca selawat setelah azan juga berkaitan dengan hadis Rasulullah SAW yang memerintahkan umat Islam untuk berselawat kepada beliau.

Karena itu, rangkaian amalan setelah azan tidak berhenti pada menjawab lafaz yang dikumandangkan muazin. Seorang Muslim juga dapat melanjutkannya dengan membaca selawat.

Membaca Doa Setelah Azan

Setelah membaca selawat, umat Islam dianjurkan memanjatkan doa setelah azan.
Salah satu doa yang bersumber dari hadis adalah:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

Allahumma rabba haadzihid-da'watit-taammati wash-shalaatil-qaa'imati, aati Muhammadanil-wasiilata wal-fadhiilata, wab'ats-hu maqaamam mahmuudanilladzi wa'adtahu.

Artinya: "Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini dan salat yang akan didirikan, berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta bangkitkanlah beliau pada kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan."

Doa tersebut diriwayatkan dalam hadis dan dianjurkan dibaca setelah azan. NU Online juga mencantumkannya sebagai doa setelah azan.

Isi doa tersebut tidak berupa permintaan pribadi, melainkan memohon kepada Allah SWT agar Nabi Muhammad SAW mendapatkan al-wasilah dan kedudukan terpuji sebagaimana yang dijanjikan.

Ada Keutamaan Setelah Menjawab Azan

Mendengarkan dan menjawab azan juga memiliki keutamaan yang disebutkan dalam hadis.

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW mengajarkan agar umat Islam mengikuti ucapan muazin. Setelah itu, umat Islam dianjurkan membaca selawat dan memohonkan wasilah bagi Nabi Muhammad SAW.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa waktu setelah azan dapat diisi dengan beberapa amalan sebelum salat dilaksanakan.

Karena itu, seorang Muslim dapat membiasakan diri untuk tidak langsung kembali pada aktivitas setelah mendengar azan. Ada kesempatan untuk mengikuti lafaz muazin, membaca selawat, dan berdoa.

Azan Bukan Sekadar Penanda Waktu

Azan memiliki fungsi sebagai panggilan untuk melaksanakan salat. Ketika azan terdengar, seorang Muslim diingatkan bahwa waktu ibadah telah tiba.

Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang mungkin sedang bekerja, belajar, bepergian, atau melakukan aktivitas lainnya ketika azan berkumandang.

Menjawab azan dapat menjadi cara sederhana untuk menghentikan aktivitas sejenak dan memberikan perhatian kepada panggilan salat.

Respons tersebut juga tidak membutuhkan waktu lama. Seorang Muslim cukup mengikuti lafaz muazin sesuai tuntunan, kemudian melanjutkannya dengan selawat dan doa setelah azan.

Dengan demikian, amalan setelah mendengar azan dapat dilakukan secara sederhana tetapi tetap memiliki dasar dari ajaran Rasulullah SAW.

Tidak Perlu Terburu-buru Melanjutkan Aktivitas

Ketika azan selesai, seorang Muslim dapat menggunakan waktu tersebut untuk mempersiapkan diri melaksanakan salat.

Jika berada di rumah, seseorang dapat berwudu atau bersiap menuju masjid. Jika sedang berada di tempat kerja atau dalam perjalanan, persiapan dapat disesuaikan dengan keadaan selama tetap memungkinkan untuk melaksanakan salat.

Yang terpenting, azan tidak hanya diperlakukan sebagai suara latar dalam aktivitas sehari-hari. Panggilan tersebut dapat menjadi pengingat bagi seorang Muslim untuk kembali mengingat Allah SWT.

Menjawab azan, membaca selawat, dan membaca doa setelahnya merupakan amalan yang dapat dibiasakan setiap kali mendengar azan.

Dengan memahami tuntunan tersebut, seorang Muslim tidak perlu bingung ketika azan berkumandang. Mulai dari menjawab lafaz muazin, membaca "Laa haula wa laa quwwata illaa billaah" ketika sampai pada "Hayya 'alash-shalah" dan "Hayya 'alal-falah", kemudian membaca selawat dan doa setelah azan.

Amalan tersebut dapat menjadi kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menjadi bagian dari persiapan sebelum melaksanakan salat.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Jangan Sampai Ditolak KUA, Ini Ketentuan Baru Daftar Nikah bagi Catin
Jangan Sampai Ditolak KUA, Ini Ketentuan Baru Daftar Nikah bagi Catin
Aktual
Ketua PP Muhammadiyah: Jadi Apa Saja, Kenali Islam Jadi Lebih Baik
Ketua PP Muhammadiyah: Jadi Apa Saja, Kenali Islam Jadi Lebih Baik
Aktual
BPKH Dorong Skema Angsuran Pelunasan Biaya Haji untuk Cegah Calon Jamaah Berhutang
BPKH Dorong Skema Angsuran Pelunasan Biaya Haji untuk Cegah Calon Jamaah Berhutang
Aktual
MTQ Nasional XXXI di Semarang Siap Digelar pada 11 hingga 20 September 2026
MTQ Nasional XXXI di Semarang Siap Digelar pada 11 hingga 20 September 2026
Aktual
Niat Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Niat Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Mendengar Azan, Jangan Sekadar Diam: Ini Amalan yang Dianjurkan
Mendengar Azan, Jangan Sekadar Diam: Ini Amalan yang Dianjurkan
Aktual
Ahmad Muzani: Pendidikan Bukan Hanya Mengasah Kecerdasan, tetapi Juga Akhlak
Ahmad Muzani: Pendidikan Bukan Hanya Mengasah Kecerdasan, tetapi Juga Akhlak
Aktual
Dzikir Pagi Lengkap: Arab, Latin, Arti, Urutan, dan Waktu Membacanya
Dzikir Pagi Lengkap: Arab, Latin, Arti, Urutan, dan Waktu Membacanya
Doa Harian
Doa Selamat Dunia Akhirat Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya
Doa Selamat Dunia Akhirat Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya
Doa Harian
Niat Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat Lengkap dengan Tata Cara dan Keutamaannya
Niat Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat Lengkap dengan Tata Cara dan Keutamaannya
Doa Harian
Masjid di Klaten Jadi Dapur MBG, Bagaimana Hukumnya Menurut Fikih?
Masjid di Klaten Jadi Dapur MBG, Bagaimana Hukumnya Menurut Fikih?
Aktual
Doa Dijauhkan dari Marabahaya, Amalan Memohon Perlindungan kepada Allah
Doa Dijauhkan dari Marabahaya, Amalan Memohon Perlindungan kepada Allah
Doa dan Niat
Doa Mencari Orang Hilang bagi Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Doa Mencari Orang Hilang bagi Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Doa dan Niat
MUI Ajak Tobat Ekologi untuk Menghentikan Kerusakan Lingkungan
MUI Ajak Tobat Ekologi untuk Menghentikan Kerusakan Lingkungan
Aktual
Gus Kikin: Saya Akan Banyak di Jakarta, tetapi Tidak Melupakan Jawa Timur
Gus Kikin: Saya Akan Banyak di Jakarta, tetapi Tidak Melupakan Jawa Timur
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar