Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Doa Orang Tua saat Menghadapi Kenakalan Anak, Ikhtiar Lewat Jalur Langit

Kompas.com, 1 Oktober 2026, 20:13 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Menghadapi anak yang sulit diatur menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua, terutama ketika berbagai upaya pengasuhan belum menunjukkan perubahan perilaku.

Dalam Islam, orang tua dianjurkan mengimbanginya dengan ikhtiar nyata, kasih sayang, serta doa agar anak tumbuh menjadi pribadi yang sholeh.

Dilansir dari laman PDM Kota Semarang, doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan Allah SWT dalam mendidik dan membimbing anak.

Baca juga: 6 Doa untuk Anak Perempuan agar Tumbuh Salehah dan Penuh Keberkahan

Sejumlah doa untuk anak sholeh juga tercantum dalam Al-Qur'an dan dapat diamalkan oleh orang tua.

Lima Doa Anak Sholeh Berdasarkan Al-Qur'an

Terdapat lima doa yang bersumber dari Al-Qur'an dan dapat diamalkan orang tua untuk memohon keturunan yang saleh, berakhlak baik, serta istiqomah dalam beribadah.

Baca juga: 4 Doa Memohon Diberikan Anak untuk Diamalkan Oleh Pejuang Garis Dua yang Berharap Keturunan

1. Doa agar anak menjadi orang sholeh

Doa pertama dapat dibaca untuk memohon anugerah anak yang termasuk golongan orang-orang saleh. Doa ini tercantum dalam Al-Qur'an surah as-Ṣaffat ayat 100.

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Artinya: Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih.

2. Doa agar anak menjadi penyejuk hati

Orang tua juga dapat memanjatkan doa agar pasangan dan keturunannya menjadi penyejuk hati serta termasuk orang-orang yang bertakwa.

Doa ini terdapat dalam Al-Qur'an surah al-Furqan ayat 74.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍۢ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Artinya: Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

3. Doa agar anak istiqomah mendirikan shalat

Doa berikutnya berisi permohonan agar diri sendiri dan keturunan senantiasa mendirikan shalat. Doa ini tercantum dalam Al-Qur'an surah Ibrahim ayat 40.

رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ

Artinya: Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Rabb kami, perkenankanlah doaku.

4. Doa memohon keturunan yang baik

Orang tua dapat membaca doa ini untuk memohon keturunan yang baik dan membawa keberkahan bagi keluarga. Bacaan tersebut terdapat dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 38.

رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةًۭ طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

Artinya: Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku dari sisi-Mu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.

5. Doa memohon perlindungan anak dari gangguan setan

Doa kelima berisi permohonan perlindungan kepada Allah SWT bagi anak dan keturunannya dari gangguan setan yang terkutuk. Doa ini tercantum dalam Al-Qur'an surah Ali 'Imran ayat 36.
وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Artinya: Dan aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada-Mu dari setan yang terkutuk.

Kombinasi Pengobatan Medis dan Spiritual

Al-Qur'an mengajarkan konsep penyembuhan melalui syifa' dan rahmah yang mencakup dimensi lahiriah maupun spiritual.

Syifa' berkaitan dengan upaya penyembuhan, termasuk melalui penanganan medis atau bantuan tenaga ahli, sedangkan rahmah merujuk pada kasih sayang Allah SWT.

Kedua pendekatan tersebut dapat berjalan beriringan dalam menghadapi perilaku anak yang membutuhkan perhatian khusus.

Orang tua tetap perlu melakukan pendampingan, mencari bantuan profesional jika diperlukan, serta memohon pertolongan Allah melalui zikir dan doa.

Allah SWT menegaskan fungsi Al-Qur'an sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin. Karena itu, membaca ayat-ayat Al-Qur'an dan memanjatkan doa dapat menjadi bagian dari ikhtiar orang tua dalam membimbing anak.

Doa orang tua untuk anak juga memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW menyebut doa orang tua untuk anaknya sebagai salah satu doa yang mustajab.

Oleh karena itu, orang tua dapat memperbanyak doa, terutama pada waktu-waktu yang dianjurkan untuk bermunajat kepada Allah SWT.

Adab Berdoa agar Anak Menjadi Sholeh

Selain membaca doa-doa tersebut, orang tua dianjurkan memperhatikan adab ketika bermunajat kepada Allah SWT. Salah satunya dengan mengagungkan nama-nama Allah melalui Asmaulhusna yang sesuai dengan permohonan.

Misalnya, menyebut Ya Lathif ketika memohon kelembutan hati anak atau Ya Syâfi ketika memohon kesembuhan dari luka batin.

Doa juga perlu disertai kesungguhan dan konsistensi dalam pengamalannya. Orang tua dapat membiasakan berdoa secara rutin sembari memperbaiki pola komunikasi, memberikan teladan, dan mendampingi anak dalam proses pembentukan karakter.

Dengan menggabungkan ikhtiar pengasuhan dan doa, orang tua dapat terus memohon pertolongan Allah SWT agar anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berakhlak baik, dan membawa ketenangan bagi keluarga.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Jangan Langsung Pulang, Amalkan Dulu Shalat Ba'diyah Usai Shalat Jumat
Jangan Langsung Pulang, Amalkan Dulu Shalat Ba'diyah Usai Shalat Jumat
Aktual
Doa Pembuka Rezeki, Iktiar Jalur Langit Agar Terhindar dari Kesulitan Hidup
Doa Pembuka Rezeki, Iktiar Jalur Langit Agar Terhindar dari Kesulitan Hidup
Doa dan Niat
5 Doa Orang Tua saat Menghadapi Kenakalan Anak, Ikhtiar Lewat Jalur Langit
5 Doa Orang Tua saat Menghadapi Kenakalan Anak, Ikhtiar Lewat Jalur Langit
Doa dan Niat
Khutbah Jumat 2 Oktober 2026: Mengambil Ibrah dari Cuaca Panas
Khutbah Jumat 2 Oktober 2026: Mengambil Ibrah dari Cuaca Panas
Aktual
Khutbah Jumat Singkat: Jangan Remehkan Bahaya Ghibah dan Fitnah
Khutbah Jumat Singkat: Jangan Remehkan Bahaya Ghibah dan Fitnah
Aktual
Khutbah Jumat 2 Oktober 2026: Alasan Semangat Ibadah Kita Sering Naik Turun dan Solusinya
Khutbah Jumat 2 Oktober 2026: Alasan Semangat Ibadah Kita Sering Naik Turun dan Solusinya
Aktual
Kemenhaj Padankan Data Jemaah Haji, Nomor Antrean Tak Berubah
Kemenhaj Padankan Data Jemaah Haji, Nomor Antrean Tak Berubah
Aktual
Kenapa Rezeki Tak Selalu Berbentuk Uang? Ini Penjelasan dalam Islam
Kenapa Rezeki Tak Selalu Berbentuk Uang? Ini Penjelasan dalam Islam
Aktual
Rekam Jejak Suyudi Ario Seto, GP Ansor Dukung Penuh Kapolri Baru
Rekam Jejak Suyudi Ario Seto, GP Ansor Dukung Penuh Kapolri Baru
Aktual
Kapan Hari Santri 2026 Diperingati? Ini Sejarah, Makna, dan Logonya
Kapan Hari Santri 2026 Diperingati? Ini Sejarah, Makna, dan Logonya
Aktual
4.524 Pramuka Santri Ikut PPSN VI, Ditempa Cegah Perundungan dan Jaga Alam
4.524 Pramuka Santri Ikut PPSN VI, Ditempa Cegah Perundungan dan Jaga Alam
Aktual
 Sedekah atas Nama Orangtua yang Sudah Meninggal, Apakah Sampai Pahalanya?
Sedekah atas Nama Orangtua yang Sudah Meninggal, Apakah Sampai Pahalanya?
Aktual
Jumat Pertama Oktober, Amalan Apa yang Dianjurkan dalam Islam?
Jumat Pertama Oktober, Amalan Apa yang Dianjurkan dalam Islam?
Aktual
Tips Menguatkan Hafalan dalam Islam, Belajar Bertahap dan Jaga Adab
Tips Menguatkan Hafalan dalam Islam, Belajar Bertahap dan Jaga Adab
Aktual
Kemenag: Cinta Tanah Air Bukan Sekadar Simbol, Santri Harus Peduli Lingkungan
Kemenag: Cinta Tanah Air Bukan Sekadar Simbol, Santri Harus Peduli Lingkungan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar