Editor
KOMPAS.com - Menghadapi anak yang sulit diatur menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua, terutama ketika berbagai upaya pengasuhan belum menunjukkan perubahan perilaku.
Dalam Islam, orang tua dianjurkan mengimbanginya dengan ikhtiar nyata, kasih sayang, serta doa agar anak tumbuh menjadi pribadi yang sholeh.
Dilansir dari laman PDM Kota Semarang, doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan Allah SWT dalam mendidik dan membimbing anak.
Baca juga: 6 Doa untuk Anak Perempuan agar Tumbuh Salehah dan Penuh Keberkahan
Sejumlah doa untuk anak sholeh juga tercantum dalam Al-Qur'an dan dapat diamalkan oleh orang tua.
Terdapat lima doa yang bersumber dari Al-Qur'an dan dapat diamalkan orang tua untuk memohon keturunan yang saleh, berakhlak baik, serta istiqomah dalam beribadah.
Baca juga: 4 Doa Memohon Diberikan Anak untuk Diamalkan Oleh Pejuang Garis Dua yang Berharap Keturunan
Doa pertama dapat dibaca untuk memohon anugerah anak yang termasuk golongan orang-orang saleh. Doa ini tercantum dalam Al-Qur'an surah as-Ṣaffat ayat 100.
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ
Artinya: Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih.
Orang tua juga dapat memanjatkan doa agar pasangan dan keturunannya menjadi penyejuk hati serta termasuk orang-orang yang bertakwa.
Doa ini terdapat dalam Al-Qur'an surah al-Furqan ayat 74.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍۢ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Artinya: Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
Doa berikutnya berisi permohonan agar diri sendiri dan keturunan senantiasa mendirikan shalat. Doa ini tercantum dalam Al-Qur'an surah Ibrahim ayat 40.
رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
Artinya: Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Rabb kami, perkenankanlah doaku.
Orang tua dapat membaca doa ini untuk memohon keturunan yang baik dan membawa keberkahan bagi keluarga. Bacaan tersebut terdapat dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 38.
رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةًۭ طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ
Artinya: Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku dari sisi-Mu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.
Doa kelima berisi permohonan perlindungan kepada Allah SWT bagi anak dan keturunannya dari gangguan setan yang terkutuk. Doa ini tercantum dalam Al-Qur'an surah Ali 'Imran ayat 36.
وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Artinya: Dan aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada-Mu dari setan yang terkutuk.
Al-Qur'an mengajarkan konsep penyembuhan melalui syifa' dan rahmah yang mencakup dimensi lahiriah maupun spiritual.
Syifa' berkaitan dengan upaya penyembuhan, termasuk melalui penanganan medis atau bantuan tenaga ahli, sedangkan rahmah merujuk pada kasih sayang Allah SWT.
Kedua pendekatan tersebut dapat berjalan beriringan dalam menghadapi perilaku anak yang membutuhkan perhatian khusus.
Orang tua tetap perlu melakukan pendampingan, mencari bantuan profesional jika diperlukan, serta memohon pertolongan Allah melalui zikir dan doa.
Allah SWT menegaskan fungsi Al-Qur'an sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin. Karena itu, membaca ayat-ayat Al-Qur'an dan memanjatkan doa dapat menjadi bagian dari ikhtiar orang tua dalam membimbing anak.
Doa orang tua untuk anak juga memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW menyebut doa orang tua untuk anaknya sebagai salah satu doa yang mustajab.
Oleh karena itu, orang tua dapat memperbanyak doa, terutama pada waktu-waktu yang dianjurkan untuk bermunajat kepada Allah SWT.
Selain membaca doa-doa tersebut, orang tua dianjurkan memperhatikan adab ketika bermunajat kepada Allah SWT. Salah satunya dengan mengagungkan nama-nama Allah melalui Asmaulhusna yang sesuai dengan permohonan.
Misalnya, menyebut Ya Lathif ketika memohon kelembutan hati anak atau Ya Syâfi ketika memohon kesembuhan dari luka batin.
Doa juga perlu disertai kesungguhan dan konsistensi dalam pengamalannya. Orang tua dapat membiasakan berdoa secara rutin sembari memperbaiki pola komunikasi, memberikan teladan, dan mendampingi anak dalam proses pembentukan karakter.
Dengan menggabungkan ikhtiar pengasuhan dan doa, orang tua dapat terus memohon pertolongan Allah SWT agar anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berakhlak baik, dan membawa ketenangan bagi keluarga.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.