Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

20 Surat Pendek Al-Quran yang Mudah Dihafal: Arab, Latin, dan Artinya

Kompas.com, 5 Oktober 2026, 20:35 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Menghafal Al-Quran dapat dimulai dari surat-surat pendek yang memiliki ayat relatif singkat dan lebih mudah diingat.

Al-Quran terdiri atas 114 surat dengan jumlah ayat yang berbeda-beda, sehingga sebagian surat pendek lebih mudah dipelajari dan dihafalkan, terutama bagi pemula.

Surat-surat pendek umumnya banyak digunakan dalam bacaan sholat karena jumlah ayatnya relatif sedikit dan lafalnya lebih ringkas.

Baca juga: Mengapa Membaca Al-Quran Setelah Subuh Memiliki Keutamaan?

Ada sejumlah surat pendek Al-Quran yang mudah dihafal, termasuk bagi anak-anak maupun orang yang baru mulai belajar menghafal.

Surat-surat tersebut umumnya terdapat dalam Juz Amma dan sering dibaca dalam shalat sehari-hari.

Memulai hafalan dari surat yang pendek dapat membantu membangun kebiasaan sebelum beralih ke surat dengan jumlah ayat yang lebih panjang.

Baca juga: Hafal Al-Quran 30 Juz sejak Umur 10 Tahun, Ini Cara Muslim Menjaganya

20 Surat Pendek Al-Quran yang Mudah Dihafal

Berikut 20 surat pendek Al-Quran yang dapat menjadi pilihan untuk mulai menghafal dari surat dengan jumlah ayat paling sedikit.

1. Surat Al-Kautsar (3 Ayat)

Surat Al-Kautsar berarti nikmat yang banyak atau karunia yang berlimpah. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah.

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (١
Innā a‘ṭainākal-kauṡar.
Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak.
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (٢
Faṣalli lirabbika wanḥar.
Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (٣
Inna syāni'aka huwal-abtar.
Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah).

2. Surat Al-Asr (3 Ayat)

Surat Al-Asr berarti masa atau waktu. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah.

وَالْعَصْرِ (١
Wal-‘aṣr.
Demi masa.
إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢
Innal-insāna lafī khusr.
Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣
Illallażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr.
Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.

3. Surat An-Nasr (3 Ayat)

Surat An-Nasr berarti pertolongan. Surat ini termasuk golongan surat Madaniyah.

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (١)
Iżā jā'a naṣrullāhi wal-fatḥ.
Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.
وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا (٢
Wa ra'aitan-nāsa yadkhulūna fī dīnillāhi afwājā.
Dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah.
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا (٣
Fa sabbiḥ biḥamdi rabbika wastagfirhu, innahū kāna tawwābā.
Maka, bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima Tobat.

4. Surat Al-Ikhlas (4 Ayat)

Surat Al-Ikhlas berarti ketulusan atau memurnikan keesaan Allah. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (١
Qul huwallāhu aḥad.
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa.”
اللَّهُ الصَّمَدُ (٢
Allāhuṣ-ṣamad.
Allah tempat meminta segala sesuatu.
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (٣
Lam yalid wa lam yūlad.
Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (٤
Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.
Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya.

5. Surat Quraisy (4 Ayat)

Surat Quraisy merupakan surat yang mengambil nama dari suku Quraisy. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah.

لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ (١
Li'īlāfi quraisy.
Karena kebiasaan orang-orang Quraisy.
إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ (٢
Īlāfihim riḥlatasy-syitā'i waṣ-ṣaif.
(Yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.
فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ (٣
Falya‘budū rabba hāżal-bait.
Maka, hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka'bah).
الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ (٤
Allażī aṭ‘amahum min jū‘iw wa āmanahum min khauf.
Yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut.

6. Surat Al-Falaq (5 Ayat)

Surat Al-Falaq berarti waktu subuh atau fajar. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (١
Qul a‘ūżu birabbil-falaq.
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar).”
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (٢
Min syarri mā khalaq.
Dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan.
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (٣
Wa min syarri gāsiqin iżā waqab.
Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita.
وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ (٤
Wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad.
Dan dari kejahatan para penyihir yang meniup pada buhul-buhul (tali).
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (٥
Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.
Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.

7. Surat Al-Fil (5 Ayat)

Surat Al-Fil berarti gajah. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ (١
Alam tara kaifa fa‘ala rabbuka bi-aṣḥābil-fīl.
Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?
أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ (٢
Alam yaj‘al kaidahum fī taḍlīl.
Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?
وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ (٣
Wa arsala ‘alaihim ṭairan abābīl.
Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong.
تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ (٤
Tarmīhim biḥijāratim min sijjīl.
Yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar.
فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ (٥
Fa ja‘alahum ka‘aṣfim ma'kūl.
Sehingga Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

8. Surat Al-Lahab atau Al-Masad (5 Ayat)

Surat Al-Lahab berarti gejolak api, sedangkan Al-Masad berarti sabut yang dipintal. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah.

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ (١
Tabbat yadā abī lahabiw wa tabb.
Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!
مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ (٢
Mā agnā ‘anhu māluhū wa mā kasab.
Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.
سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ (٣
Sayaṣlā nāran żāta lahab.
Kelak dia akan memasuki api yang bergejolak.
وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ (٤
Wamra'atuhū ḥammālatal-ḥaṭab.
(Begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).
فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ (٥
Fī jīdihā ḥablum mim-masad.
Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.

9. Surat Al-Qadr (5 Ayat)

Surat Al-Qadr berarti kemuliaan atau ketetapan. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١
Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr.
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatulqadar.
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢
Wa mā adrāka mā lailatul-qadr.
Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu?
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (٣
Lailatul-qadri khairum min alfi syahr.
Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan.
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (٤
Tanazzalul-malā'ikatu war-rūḥu fīhā bi'iżni rabbihim min kulli amr.
Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ (٥
Salāmun hiya ḥattā maṭla‘il-fajr.
Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.

10. Surat An-Nas (6 Ayat)

Surat An-Nas berarti manusia. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (١
Qul a‘ūżu birabbin-nās.
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia.”
مَلِكِ النَّاسِ (٢
Malikin-nās.
Raja manusia.
إِلَٰهِ النَّاسِ (٣
Ilāhin-nās.
Sembahan manusia.
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (٤
Min syarril-waswāsil-khannās.
Dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi.
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (٥
Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās.
Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (٦
Minal-jinnati wan-nās.
Dari (golongan) jin dan manusia.

11. Surat Al-Kafirun (6 Ayat)

Surat Al-Kafirun berarti orang-orang kafir. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah.

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (١
Qul yā ayyuhal-kāfirūn.
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang kafir.”
لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (٢
Lā a‘budu mā ta‘budūn.
Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (٣
Wa lā antum ‘ābidūna mā a‘bud.
Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah.
وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (٤
Wa lā ana ‘ābidum mā ‘abadtum.
Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.
وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (٥
Wa lā antum ‘ābidūna mā a‘bud.
Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (٦
Lakum dīnukum wa liya dīn.
Untukmu agamamu dan untukku agamaku.

12. Surat Al-Maun (7 Ayat)

Surat Al-Maun berarti barang-barang yang berguna atau bantuan. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah.

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (١
Ara'aital-lażī yukażżibu bid-dīn.
Tahukah kamu orang yang mendustakan agama?
فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (٢
Fa żālikal-lażī yadu‘‘ul-yatīm.
Itulah orang yang menghardik anak yatim.
وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ (٣
Wa lā yaḥuḍḍu ‘alā ṭa‘āmil-miskīn.
Dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin.
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (٤
Fa wailul lil-muṣallīn.
Maka, celakalah orang-orang yang melaksanakan salat.
الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (٥
Allażīna hum ‘an ṣalātihim sāhūn.
(Yaitu) mereka yang lalai terhadap salatnya.
الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ (٦
Allażīna hum yurā'ūn.
Yang berbuat riya.
وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ (٧
Wa yamna‘ūnal-mā‘ūn.
Dan enggan memberikan bantuan.

13. Surat At-Takatsur (8 Ayat)

Surat At-Takatsur berarti bermegah-megahan atau memperbanyak harta dan kedudukan. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah.

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (١
Alhākumut-takāṡur.
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.
حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (٢
Ḥattā zurtumul-maqābir.
Sampai kamu masuk ke dalam kubur.
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (٣
Kallā saufa ta‘lamūn.
Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui.
ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (٤
Ṡumma kallā saufa ta‘lamūn.
Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui.
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ (٥)
Kallā lau ta‘lamūna ‘ilmal-yaqīn.
Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin.
لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ (٦)
Latarawunnal-jaḥīm.
Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim.
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ (٧
Ṡumma latarawunnahā ‘ainal-yaqīn.
Kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri.
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ (٨
Ṡumma latus'alunna yauma'iżin ‘anin-na‘īm.
Kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan.

14. Surat At-Tin (8 Ayat)

Surat At-Tin berarti buah tin. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah.

وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ (١
Wat-tīni waz-zaitūn.
Demi (buah) tin dan (buah) zaitun.
وَطُورِ سِينِينَ (٢
Wa ṭūri sīnīn.
Demi Gunung Sinai.
وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ (٣
Wa hāżal-baladil-amīn.
Demi negeri yang aman ini (Makkah).
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ (٤
Laqad khalaqnal-insāna fī aḥsani taqwīm.
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ (٥
Ṡumma radadnāhu asfala sāfilīn.
Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya.
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ (٦
Illallażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti falahum ajrun gairu mamnūn.
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.
فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّينِ (٧
Famā yukażżibuka ba‘du bid-dīn.
Maka, apa yang menyebabkan mereka mendustakanmu tentang hari Pembalasan setelah itu?
أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ (٨
Alaisallāhu bi'aḥkamil-ḥākimīn.
Bukankah Allah hakim yang paling adil?

15. Surat Al-Insyirah (8 Ayat)

Surat Al-Insyirah berarti kelapangan atau kelapangan dada. Surat ini juga dikenal sebagai Asy-Syarh dan termasuk golongan surat Makkiyah.

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ (١
Alam nasyraḥ laka ṣadrak.
Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Nabi Muhammad)?
وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ (٢
Wa waḍa‘nā ‘anka wizrak.
Dan Kami telah menghilangkan bebanmu.
الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ (٣
Allażī anqaḍa ẓahrak.
Yang memberatkan punggungmu.
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ (٤
Wa rafa‘nā laka żikrak.
Dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu.
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٥
Fa inna ma‘al-‘usri yusrā.
Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٦
Inna ma‘al-‘usri yusrā.
Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ (٧
Fa iżā faragta fanṣab.
Apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain).
وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ (٨
Wa ilā rabbika farghab.
Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya engkau berharap.

16. Surat Az-Zalzalah (8 Ayat)

Surat Az-Zalzalah berarti keguncangan atau gempa yang dahsyat. Surat ini termasuk golongan surat Madaniyah.

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا (١
Iżā zulzilatil-arḍu zilzālahā.
Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat.
وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا (٢
Wa akhrajatil-arḍu aṡqālahā.
Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.
وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا (٣
Wa qālal-insānu mā lahā.
Dan manusia bertanya, “Apa yang terjadi pada bumi ini?”
يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا (٤
Yauma'iżin tuḥaddiṡu akhbārahā.
Pada hari itu bumi menyampaikan berita tentang dirinya.
بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَىٰ لَهَا (٥
Bi'anna rabbaka auḥā lahā.
Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya.
يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ (٦
Yauma'iżiy yaṣdurun-nāsu asytātal liyurau a‘mālahum.
Pada hari itu manusia keluar dalam berbagai kelompok untuk diperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya.
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (٧
Famay ya‘mal miṡqāla żarratin khairay yarah.
Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.
وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (٨
Wa may ya‘mal miṡqāla żarratin syarray yarah.
Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.

17. Surat Al-Humazah (9 Ayat)

Surat Al-Humazah berarti pengumpat atau pencela. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah.

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ (١
Wailul likulli humazatil lumazah.
Celakalah setiap pengumpat lagi pencela.
الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ (٢
Allażī jama‘a mālaw wa ‘addadah.
Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya.
يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ (٣
Yaḥsabu anna mālahū akhladah.
Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya.
كَلَّا لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ (٤
Kallā layumbażanna fil-ḥuṭamah.
Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah.
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ (٥
Wa mā adrāka mal-ḥuṭamah.
Tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah itu?
نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ (٦
Nārullāhil-mūqadah.
(Ia adalah) api Allah yang dinyalakan.
الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ (٧
Allatī taṭṭali‘u ‘alal-af'idah.
Yang membakar sampai ke hati.
إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ (٨
Innahā ‘alaihim mu'ṣadah.
Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka.
فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ (٩
Fī ‘amadim mumaddadah.
(Sedangkan mereka) diikat pada tiang-tiang yang panjang.

18. Surat Ad-Duha (11 Ayat)

Surat Ad-Duha berarti waktu duha. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah.

وَالضُّحَىٰ (١
Waḍ-ḍuḥā.
Demi waktu duha.
وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ (٢
Wal-laili iżā sajā.
Demi malam apabila telah sunyi.
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ (٣
Mā wadda‘aka rabbuka wa mā qalā.
Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak pula membencimu.
وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَىٰ (٤
Wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ūlā.
Sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia).
وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ (٥
Wa lasaufa yu‘ṭīka rabbuka fa tarḍā.
Sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau menjadi puas.
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ (٦
Alam yajidka yatīman fa āwā.
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu)?
وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ (٧
Wa wajadaka ḍāllan fa hadā.
Dia mendapatimu sebagai seorang yang tidak mengetahui (syariat), lalu Dia memberikan petunjuk.
وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ (٨
Wa wajadaka ‘ā'ilan fa agnā.
Dia mendapatimu sebagai seorang yang membutuhkan, lalu Dia memberikan kecukupan.
فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ (٩
Fa ammal-yatīma falā taqhar.
Terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.
وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ (١٠
Wa ammas-sā'ila falā tanhar.
Terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik.
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ (١١
Wa ammā bini‘mati rabbika faḥaddiṡ.
Terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah (dengan bersyukur).

19. Surat Al-Adiyat (11 Ayat)

Surat Al-Adiyat berarti kuda perang yang berlari kencang. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah.

وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا (١
Wal-‘ādiyāti ḍabḥā.
Demi kuda perang yang berlari terengah-engah.
فَالْمُورِيَاتِ قَدْحًا (٢
Fal-mūriyāti qadḥā.
Demi kuda yang memercikkan bunga api dengan pukulan (kuku kakinya).
فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحًا (٣
Fal-mugīrāti ṣubḥā.
Demi kuda yang menyerang (dengan tiba-tiba) pada waktu pagi.
فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعًا (٤
Fa aṡarna bihī naq‘ā.
Lalu menerbangkan debu.
فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا (٥
Fa wasaṭna bihī jam‘ā.
Kemudian menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh.
إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ (٦
Innal-insāna lirabbihī lakanūd.
Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar kepada Tuhannya.
وَإِنَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ لَشَهِيدٌ (٧
Wa innahū ‘alā żālika lasyahīd.
Sesungguhnya dia benar-benar menjadi saksi atas hal itu.
وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ (٨
Wa innahū liḥubbil-khairi lasyadīd.
Sesungguhnya cintanya pada harta benar-benar berlebihan.
أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ (٩
Afalā ya‘lamu iżā bu‘ṡira mā fil-qubūr.
Tidakkah dia mengetahui apabila apa yang ada di dalam kubur dikeluarkan?
وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ (١٠
Wa ḥuṣṣila mā fiṣ-ṣudūr.
Dan apa yang tersimpan di dalam dada ditampakkan?
إِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَخَبِيرٌ (١١
Inna rabbahum bihim yauma'iżil lakhabīr.
Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.

20. Surat Al-Alaq (19 Ayat)

Surat Al-Alaq berarti segumpal darah atau sesuatu yang melekat. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah. Lima ayat pertamanya dikenal sebagai bagian dari wahyu yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (١
Iqra' bismi rabbikallażī khalaq.
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.
خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (٢
Khalaqal-insāna min ‘alaq.
Dia menciptakan manusia dari segumpal darah.
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (٣
Iqra' wa rabbukal-akram.
Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Mulia.
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (٤
Allażī ‘allama bil-qalam.
Yang mengajar (manusia) dengan pena.
عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (٥
‘Allamal-insāna mā lam ya‘lam.
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَىٰ (٦
Kallā innal-insāna layaṭgā.
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas.
أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَىٰ (٧
Ar ra'āhustagnā.
Karena dia melihat dirinya serba berkecukupan.
إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الرُّجْعَىٰ (٨
Inna ilā rabbikar-ruj‘ā.
Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali.
أَرَأَيْتَ الَّذِي يَنْهَىٰ (٩
Ara'aital-lażī yanhā.
Tahukah kamu orang yang melarang?
عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰ (١٠
‘Abdan iżā ṣallā.
Seorang hamba ketika dia melaksanakan salat?
أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ عَلَى الْهُدَىٰ (١١
Ara'aita in kāna ‘alal-hudā.
Tahukah kamu jika dia berada di atas petunjuk?
أَوْ أَمَرَ بِالتَّقْوَىٰ (١٢
Au amara bit-taqwā.
Atau dia menyuruh bertakwa?
أَرَأَيْتَ إِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ (١٣
Ara'aita in każżaba wa tawallā.
Tahukah kamu jika dia mendustakan dan berpaling?
أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَىٰ (١٤
Alam ya‘lam bi'annallāha yarā.
Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?
كَلَّا لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ (١٥
Kallā la'il lam yantahi lanasfa‘am bin-nāṣiyah.
Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti, niscaya Kami akan menarik ubun-ubunnya (ke dalam neraka).
نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ (١٦
Nāṣiyatin kāżibatin khāṭi'ah.
(Yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ (١٧
Falyad‘u nādiyah.
Maka, biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya).
سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ (١٨
Sanad‘uz-zabāniyah.
Kelak Kami akan memanggil (Malaikat) Zabaniyah (penyiksa orang-orang yang berdosa).
كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ۩ (١٩
Kallā lā tuṭi‘hu wasjud waqtarib.
Sekali-kali tidak! Janganlah engkau patuh kepadanya, tetapi sujud dan mendekatlah (kepada Allah).

Surat Al-Kautsar: Arab, Latin, dan Artinya

Surat Al-Kautsar terdiri atas tiga ayat dan termasuk surat pendek yang relatif mudah dihafalkan. Bacaan Arab, latin, dan arti setiap ayatnya dapat dipelajari secara bertahap agar hafalan lebih mudah diingat.

Bacaan Surat Al-Kautsar

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (١
Innā a‘ṭainākal-kauṡar.
Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak.
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (٢
Faṣalli lirabbika wanḥar.
Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (٣
Inna syāni'aka huwal-abtar.
Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah).

Arti dan kandungan singkat Surat Al-Kautsar

Surat Al-Kautsar berisi pengingat tentang nikmat Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Surat ini juga memerintahkan untuk melaksanakan shalat dan berkurban sebagai bentuk ibadah kepada Allah.

Surat Al-Ikhlas: Arab, Latin, dan Artinya

Surat Al-Ikhlas terdiri atas empat ayat dengan bacaan yang relatif singkat. Surat ini banyak dipelajari untuk hafalan karena setiap ayatnya memiliki susunan yang ringkas dan mudah diulang.

Bacaan Surat Al-Ikhlas

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (١
Qul huwallāhu aḥad.
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa.”
اللَّهُ الصَّمَدُ (٢
Allāhuṣ-ṣamad.
Allah tempat meminta segala sesuatu.
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (٣
Lam yalid wa lam yūlad.
Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (٤
Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.
Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya.

Arti dan kandungan singkat Surat Al-Ikhlas

Surat Al-Ikhlas menegaskan keesaan Allah dan menjelaskan bahwa Allah tidak beranak serta tidak diperanakkan. Surat ini juga menegaskan bahwa tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Allah.

Surat Al-Falaq: Arab, Latin, dan Artinya

Surat Al-Falaq terdiri atas lima ayat dan termasuk surat pendek yang mudah dipelajari. Bacaan surat ini dapat dihafalkan ayat demi ayat dengan memperhatikan pengulangan struktur kalimat pada beberapa bagiannya.

Bacaan Surat Al-Falaq

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (١
Qul a‘ūżu birabbil-falaq.
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar).”
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (٢
Min syarri mā khalaq.
Dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan.
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (٣
Wa min syarri gāsiqin iżā waqab.
Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita.
وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ (٤
Wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad.
Dan dari kejahatan para penyihir yang meniup pada buhul-buhul (tali).
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (٥
Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.
Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.

Arti dan kandungan singkat Surat Al-Falaq

Surat Al-Falaq berisi permohonan perlindungan kepada Allah dari berbagai kejahatan. Di dalamnya disebutkan beberapa hal yang menjadi sebab seseorang memohon perlindungan kepada Allah, termasuk kejahatan malam, sihir, dan kedengkian.

Surat An-Nas: Arab, Latin, dan Artinya

Surat An-Nas terdiri atas enam ayat dan menjadi surat terakhir dalam Al-Quran. Bacaan Surat An-Nas dapat dipelajari secara bertahap dengan menghafalkan setiap ayat sebelum menggabungkannya menjadi satu rangkaian.

Bacaan Surat An-Nas

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (١
Qul a‘ūżu birabbin-nās.
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia.”
مَلِكِ النَّاسِ (٢
Malikin-nās.
Raja manusia.
إِلَٰهِ النَّاسِ (٣
Ilāhin-nās.
Sembahan manusia.
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (٤
Min syarril-waswāsil-khannās.
Dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi.
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (٥
Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās.
Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (٦
Minal-jinnati wan-nās.
Dari (golongan) jin dan manusia.

Arti dan kandungan singkat Surat An-Nas

Surat An-Nas berisi permohonan perlindungan kepada Allah sebagai Tuhan, Raja, dan sembahan manusia. Perlindungan tersebut dimohonkan dari bisikan jahat yang dapat memengaruhi manusia, baik yang berasal dari golongan jin maupun manusia.

Surat Al-Kafirun: Arab, Latin, dan Artinya

Surat Al-Kafirun terdiri atas enam ayat dan memiliki bacaan yang mudah dikenali karena terdapat pengulangan pada beberapa ayat. Pola pengulangan tersebut dapat membantu proses menghafal apabila dibaca secara rutin.

Bacaan Surat Al-Kafirun

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (١
Qul yā ayyuhal-kāfirūn.
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang kafir.”
لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (٢
Lā a‘budu mā ta‘budūn.
Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (٣
Wa lā antum ‘ābidūna mā a‘bud.
Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah.
وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (٤
Wa lā ana ‘ābidum mā ‘abadtum.
Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.
وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (٥
Wa lā antum ‘ābidūna mā a‘bud.
Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (٦
Lakum dīnukum wa liya dīn.
Untukmu agamamu dan untukku agamaku.

Arti dan kandungan singkat Surat Al-Kafirun

Surat Al-Kafirun menegaskan keteguhan dalam menjalankan keyakinan dan ibadah kepada Allah. Ayat terakhir menegaskan perbedaan agama dan keyakinan melalui pernyataan bahwa setiap pihak memiliki agamanya masing-masing.

Surat Pendek yang Mudah Dihafal untuk Sholat

Beberapa surat pendek dapat digunakan dalam bacaan sholat setelah membaca Al-Fatihah. Pilihan surat dapat disesuaikan dengan kemampuan hafalan dan kelancaran bacaan masing-masing.

Surat Al-Kautsar

Dengan tiga ayat, Surat Al-Kautsar termasuk pilihan yang sangat singkat untuk dihafalkan dan dibaca dalam sholat.

Surat Al-Ikhlas

Surat Al-Ikhlas memiliki empat ayat dengan lafal yang relatif singkat sehingga cocok menjadi bagian dari hafalan surat pendek.

Surat An-Nasr

Surat An-Nasr terdiri atas tiga ayat dan memiliki rangkaian bacaan yang pendek. Surat ini dapat dipelajari setelah menguasai surat yang lebih singkat.

Surat Al-Falaq

Surat Al-Falaq memiliki lima ayat dan dapat menjadi pilihan hafalan karena susunan beberapa ayatnya memiliki pola yang berulang.

Surat An-Nas

Surat An-Nas terdiri atas enam ayat dan menjadi salah satu surat yang umum dipelajari dalam hafalan surat pendek.

Surat Al-Kafirun

Surat Al-Kafirun memiliki enam ayat dengan beberapa pengulangan lafaz sehingga dapat membantu proses mengingat urutan ayat.

Surat Pendek yang Mudah Dihafal Anak

Mengajarkan surat pendek Al-Quran kepada anak dapat dimulai dari surat yang memiliki jumlah ayat sedikit dan bacaan yang relatif mudah diikuti. Pilihan surat berikut dapat menjadi tahap awal untuk membantu anak mengenal, membaca, dan menghafalkan ayat Al-Quran secara bertahap.

Mulai dari surat dengan jumlah ayat paling sedikit

Mengajarkan hafalan Al-Quran kepada anak dapat dimulai dari surat yang memiliki jumlah ayat sedikit. Surat tiga ayat seperti Al-Kautsar, Al-Asr, dan An-Nasr dapat menjadi pilihan awal sebelum beralih ke surat yang lebih panjang.

Menghafal Surat Al-Kautsar dan Al-Asr

Surat Al-Kautsar dan Al-Asr sama-sama terdiri atas tiga ayat sehingga dapat digunakan sebagai latihan awal. Anak dapat membaca satu ayat secara berulang sampai lancar sebelum melanjutkan ke ayat berikutnya.

Melanjutkan dengan Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Setelah menguasai surat tiga ayat, hafalan dapat dilanjutkan dengan Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Ketiga surat tersebut memiliki jumlah ayat yang masih relatif sedikit sehingga dapat menjadi tahap berikutnya dalam pembelajaran hafalan.

Cara Mudah Menghafal Surat Pendek Al-Quran

Menghafal surat pendek Al-Quran dapat dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan dan waktu yang tersedia. Beberapa cara berikut dapat membantu membuat proses menghafal lebih teratur sekaligus menjaga hafalan agar tetap lancar.

Menghafal satu ayat secara bertahap

Mulailah dengan satu ayat dan ulangi bacaannya sampai cukup lancar sebelum berpindah ke ayat berikutnya. Setelah beberapa ayat dikuasai, gabungkan bacaan dari awal agar urutannya tetap terjaga.

Mengulang bacaan setiap hari

Pengulangan secara rutin membantu menjaga hafalan surat pendek agar tidak mudah terlupakan. Waktu khusus untuk mengulang hafalan dapat dibuat secara konsisten sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Mendengarkan murattal surat yang sedang dihafal

Mendengarkan murattal dapat membantu mengenali pelafalan, panjang pendek bacaan, dan urutan ayat. Surat yang sedang dipelajari dapat diperdengarkan berulang kali agar bacaan semakin familiar.

Membaca surat hafalan ketika sholat

Surat yang sudah dihafal dapat dibaca ketika sholat untuk membantu menjaga kelancaran hafalan. Cara ini juga membuat surat yang telah dipelajari lebih sering digunakan dalam praktik ibadah.

Memahami arti surat agar lebih mudah diingat

Memahami arti setiap ayat dapat membantu menghubungkan hafalan dengan makna yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, proses menghafal tidak hanya berfokus pada urutan bunyi, tetapi juga memahami pesan setiap surat.

FAQ Seputar Surat Pendek Al-Quran

Apa saja surat pendek yang mudah dihafal?

Beberapa surat pendek yang relatif mudah dihafal antara lain Al-Kautsar, Al-Asr, An-Nasr, Al-Ikhlas, Quraisy, Al-Falaq, Al-Fil, Al-Lahab atau Al-Masad, Al-Qadr, dan An-Nas. Surat-surat tersebut memiliki jumlah ayat yang relatif sedikit sehingga dapat dipelajari secara bertahap.

<h3>Surat apa yang paling pendek dalam Al-Quran?

Surat Al-Kautsar, Al-Asr, dan An-Nasr sama-sama terdiri atas tiga ayat. Dari ketiganya, Surat Al-Kautsar memiliki jumlah ayat tiga dengan rangkaian bacaan yang sangat singkat.

<h3>Surat pendek apa yang bisa dibaca saat sholat?

Surat pendek yang sudah dihafal dan dibaca dengan lancar dapat digunakan dalam bacaan sholat setelah Al-Fatihah. Contohnya Surat Al-Kautsar, Al-Ikhlas, An-Nasr, Al-Falaq, An-Nas, dan Al-Kafirun.

Apa surat pendek yang cocok pertama kali dihafal anak?

Surat Al-Kautsar, Al-Asr, dan An-Nasr dapat menjadi pilihan awal karena masing-masing terdiri atas tiga ayat. Setelah anak menguasainya, hafalan dapat dilanjutkan dengan surat empat, lima, dan enam ayat.

Apakah surat pendek semuanya berada di Juz 30?

Tidak semua surat pendek berada di Juz 30. Sebagian besar surat yang umum disebut surat pendek memang terdapat di Juz 30, tetapi surat pendek juga terdapat pada juz lain dalam Al-Quran, seperti Surat Al-Kautsar, Al-Ikhlas, dan Al-Falaq yang berada di Juz 30, sedangkan ukuran panjang surat tidak menentukan juz tempat surat tersebut berada.

Berapa ayat Surat Al-Ikhlas?

Surat Al-Ikhlas terdiri atas empat ayat. Surat ini merupakan surat ke-112 dalam Al-Quran dan termasuk golongan surat Makkiyah.

Surat pendek Al-Quran dapat dihafalkan secara bertahap dengan memulai dari surat yang memiliki jumlah ayat paling sedikit.

Pengulangan bacaan, mendengarkan murattal, membaca hafalan ketika sholat, dan memahami arti ayat dapat membantu menjaga hafalan.

Bagi pemula maupun anak-anak, proses menghafal sebaiknya dilakukan secara konsisten sesuai kemampuan agar bacaan tetap lancar dan tidak mudah terlupakan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar