Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Masuk Masjid: Arab, Latin, Arti, Doa Keluar, dan Adabnya

Kompas.com, 5 Oktober 2026, 22:13 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Masjid merupakan tempat suci yang dimuliakan oleh Allah SWT sekaligus menjadi pusat ibadah dan aktivitas keagamaan umat Islam.

Di masjid, umat Muslim melaksanakan salat berjamaah, membaca Al-Qur'an, berzikir, menuntut ilmu, dan menjalankan berbagai kegiatan yang bernilai ibadah.

Karena itu, terdapat sejumlah adab yang perlu diperhatikan, termasuk membaca doa masuk masjid dan mendahulukan kaki kanan ketika memasukinya.

Baca juga: Niat Shalat Tahiyatul Masjid Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya

Bacaan Doa Masuk Masjid Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan doa masuk masjid dapat diamalkan ketika seseorang hendak memasuki tempat ibadah. Berikut bacaan doa masuk masjid dalam tulisan Arab, Latin, beserta artinya yang dapat digunakan sebagai panduan.

Doa masuk masjid dalam tulisan Arab

Bacaan doa masuk masjid dalam tulisan Arab adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Doa masuk masjid dalam tulisan Latin

Doa masuk masjid dalam tulisan Latin dapat dibaca:

Allāhumma iftaḥ lī abwāba raḥmatik

Arti doa masuk masjid

Artinya: "Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmatmu."

Doa tersebut berisi permohonan kepada Allah SWT agar membuka pintu rahmat-Nya ketika seseorang memasuki masjid. Membaca doa ini menjadi bagian dari adab seorang Muslim ketika hendak masuk ke tempat ibadah.

Doa Masuk Masjid Versi Pendek dan Panjang

Selain bacaan doa masuk masjid yang umum digunakan, terdapat pula bacaan yang lebih singkat serta doa dengan bacaan yang lebih panjang. Kedua bacaan berikut dapat menjadi rujukan bagi umat Muslim sesuai dengan bacaan yang hendak diamalkan.

Bacaan doa masuk masjid versi pendek

Bacaan doa masuk masjid versi pendek adalah:

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Allāhumma iftaḥ lī abwāba raḥmatik

Artinya: "Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmatmu."

Bacaan doa masuk masjid versi panjang

Selain bacaan singkat tersebut, terdapat doa yang lebih panjang sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ إِلَى الصَّلَاةِ فَقَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ السَّائِلِينَ عَلَيْكَ وَأَسْأَلُكَ بِحَقِّ مَمْشَايَ هَذَا فَإِنِّي لَمْ أَخْرُجْ أَشَرًا وَلَا بَطَرًا وَلَا رِيَاءً وَلَا سُمْعَةً وَخَرَجْتُ اتِّقَاءَ سُخْطِكَ وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُعِيذَنِي مِنْ النَّارِ وَأَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ أَقْبَلَ اللَّهُ عَلَيْهِ بِوَجْهِهِ وَاسْتَغْفَرَ لَهُ سَبْعُونَ أَلْفِ مَلَكٍ

Rasulullah Saw., bersabda, “Barang Siapa keluar dari rumahnya untuk shalat (ke masjid), maka berdoalah “Ya Allah aku meminta kepada-Mu dengan hak peminta kepada-Mu, dan aku juga meminta dengan hak jalan ku ini. Sesungguhnya aku keluar bukan untuk keburukan, bukan untuk kesombongan, bukan untuk riya’ dan bukan untuk dipuji. Aku keluar agar terhindar dari murka-Mu dan mengharap ridha-Mu. Maka aku meminta agar engkau melindungi ku dari siksa neraka dan mengampuni dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau”.

Arti doa masuk masjid versi pendek dan panjang

Doa masuk masjid versi pendek bermakna permohonan kepada Allah SWT agar seseorang memperoleh rahmat-Nya ketika memasuki masjid. Sementara itu, doa versi panjang berisi permohonan perlindungan dari murka dan siksa neraka, pengampunan dosa, serta harapan memperoleh ridha Allah SWT.

Bacaan Doa Keluar Masjid Arab, Latin, dan Artinya

Setelah selesai beribadah dan hendak meninggalkan masjid, umat Muslim juga dianjurkan memperhatikan adab ketika keluar. Salah satunya dengan membaca doa keluar masjid yang dapat dipelajari melalui bacaan berikut.

Doa keluar masjid dalam tulisan Arab

Bacaan doa keluar masjid dalam tulisan Arab adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Doa keluar masjid dalam tulisan Latin

Doa keluar masjid dalam tulisan Latin dapat dibaca:

Allāhumma innī as'aluka min faḍlik

Arti doa keluar masjid

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keutamaan darimu."

Doa keluar masjid tersebut berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan keutamaan-Nya setelah seseorang meninggalkan tempat ibadah. Bacaan ini dapat diamalkan sebagai bagian dari adab ketika keluar dari masjid.

Perbedaan Doa Masuk dan Keluar Masjid

Doa masuk dan keluar masjid memiliki bacaan serta waktu pengamalan yang berbeda. Untuk membedakannya, perhatikan bacaan dan makna masing-masing doa berikut.

Bacaan ketika memasuki masjid

Ketika memasuki masjid, umat Muslim dapat membaca:

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Allāhumma iftaḥ lī abwāba raḥmatik

Artinya: "Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmatmu."

Bacaan ketika keluar dari masjid

Ketika keluar dari masjid, bacaan yang dapat diamalkan adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Allāhumma innī as'aluka min faḍlik

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keutamaan darimu."

Makna doa masuk dan keluar masjid

Doa masuk masjid berisi permohonan agar Allah SWT membukakan pintu rahmat-Nya, sedangkan doa keluar masjid berisi permohonan atas keutamaan dari Allah SWT. Keduanya menjadi bentuk doa yang mengiringi aktivitas seorang Muslim ketika memasuki dan meninggalkan masjid.

Adab Masuk Masjid

Selain membaca doa, terdapat beberapa adab yang perlu diperhatikan ketika memasuki masjid. Adab tersebut mencakup cara berpakaian, sikap ketika berjalan, penggunaan kaki kanan, serta perilaku selama berada di dalam masjid yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyukai mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, ketika menyisir rambut,dan ketika bersuci, juga dalam setiap perkara (yang baik-baik).” (HR. Bukhari,no. 186 dan Muslim,no. 268). Yang dimaksud tarojjul dalam hadits–kata Ibnu Hajar–adalah menyisir dan meminyaki rambut, sebagaimana disebut dalam Fath Al-Bari, 1:270.

Mengenakan pakaian yang suci dan menutup aurat

Ketika hendak menuju masjid, seorang Muslim perlu memperhatikan kebersihan dan kesucian pakaian serta memastikan aurat tertutup. Hal ini sejalan dengan kedudukan masjid sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Berjalan menuju masjid dengan tenang dan ikhlas

Berjalan menuju masjid sebaiknya dilakukan dengan tenang dan niat yang ikhlas untuk beribadah kepada Allah SWT. Sikap tersebut juga membantu seseorang mempersiapkan diri secara lahir dan batin sebelum melaksanakan ibadah di masjid.

Mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa

Salah satu adab ketika memasuki masjid adalah mendahulukan kaki kanan. Ketika keluar dari masjid, kaki kiri didahulukan.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Termasuk sunnah, jika engkau memasuki masjid, hendaklah engkau memulai dengan kaki kanan. Lalu jika keluar, hendaklah engkau memulai dengan kaki kiri.” (HR. Al-Hakim, 1:218 dan Al-Baihaqi, 2:442.

Menjaga sikap selama berada di dalam masjid

Selama berada di masjid, umat Muslim perlu menjaga sikap dan menghormati orang lain yang sedang beribadah. Suasana masjid sebaiknya tetap dijaga agar tenang sehingga tidak mengganggu orang yang sedang salat, membaca Al-Qur'an, berzikir, atau melakukan ibadah lainnya.

Sholat Tahiyatul Masjid Setelah Masuk Masjid

Setelah memasuki masjid, umat Muslim dapat melanjutkan dengan ibadah sebelum duduk. Salah satu ibadah yang berkaitan dengan adab memasuki masjid adalah sholat Tahiyatul Masjid.

Rasulullah Saw bersabda: “Apabila kalian masuk masjid, jangan duduk, sampai salat dua rakaat.” (HR. Muslim).

Apa itu sholat Tahiyatul Masjid?

Sholat Tahiyatul Masjid adalah sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan ketika seseorang memasuki masjid sebelum duduk. Ibadah ini menjadi salah satu amalan yang dapat dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap masjid.

Kapan sholat Tahiyatul Masjid dilakukan?

Sholat Tahiyatul Masjid dilakukan setelah seseorang memasuki masjid dan sebelum duduk. Pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kondisi ketika seseorang datang ke masjid untuk menjalankan ibadah.

Melaksanakan Tahiyatul Masjid sebelum duduk

Berdasarkan hadis tersebut, seseorang yang memasuki masjid dianjurkan tidak langsung duduk, tetapi melaksanakan salat dua rakaat terlebih dahulu. Karena itu, Tahiyatul Masjid dapat dilakukan sebelum seseorang duduk untuk menunggu waktu salat atau mengikuti kegiatan keagamaan di masjid.

Amalan yang Bisa Dilakukan di Masjid

Masjid tidak hanya menjadi tempat untuk melaksanakan salat berjamaah, tetapi juga dapat digunakan untuk berbagai aktivitas ibadah. Beberapa amalan berikut dapat dilakukan ketika seseorang berada di dalam masjid dengan tetap memperhatikan ketenangan dan kehormatan tempat ibadah.

Berzikir dan bersholawat

Berzikir dan bersholawat dapat menjadi amalan yang dilakukan ketika berada di masjid. Keduanya dapat dilakukan sambil tetap menjaga ketenangan dan tidak mengganggu umat Muslim lain yang sedang beribadah.

Berdoa di antara adzan dan iqamah

Waktu antara adzan dan iqamah dapat dimanfaatkan untuk berdoa kepada Allah SWT. Seseorang dapat menggunakan waktu tersebut untuk memanjatkan permohonan sesuai kebutuhan dan tetap menjaga suasana masjid agar kondusif.

Melaksanakan sholat sunnah

Selain salat wajib, umat Muslim dapat mengerjakan berbagai sholat sunnah ketika berada di masjid sesuai dengan waktu dan ketentuannya. Salah satunya adalah Tahiyatul Masjid yang dikerjakan setelah memasuki masjid sebelum duduk.

Menjaga ketenangan dan kehormatan masjid

Menjaga ketenangan merupakan bagian penting dari adab berada di masjid. Setiap orang perlu menghindari perilaku yang dapat mengganggu jamaah lain dan tetap menghormati fungsi masjid sebagai tempat ibadah.

Adab Ketika Keluar Masjid

Adab tidak hanya diperhatikan ketika seseorang memasuki masjid, tetapi juga ketika hendak meninggalkan tempat ibadah. Beberapa hal berikut dapat dilakukan agar seseorang tetap menjaga tata krama setelah selesai berada di masjid.

Membaca doa keluar masjid

Sebelum meninggalkan masjid, umat Muslim dapat membaca doa keluar masjid sebagai bagian dari adab setelah selesai beribadah. Bacaan yang dapat diamalkan adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Allāhumma innī as'aluka min faḍlik

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keutamaan darimu."

Keluar dengan tertib dan menjaga adab

Ketika keluar dari masjid, seseorang perlu tetap menjaga ketertiban dan tidak mengganggu jamaah lain. Kaki kiri didahulukan ketika keluar dari masjid sebagai bagian dari adab yang disebutkan dalam riwayat dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu.

Hal yang Perlu Dihindari di Masjid

Sebagai tempat ibadah, masjid perlu dijaga kesucian, ketenangan, dan kehormatannya. Karena itu, terdapat sejumlah aktivitas dan perilaku yang sebaiknya dihindari agar tidak mengganggu fungsi masjid maupun orang lain yang sedang beribadah.

Melakukan kegiatan jual beli di dalam masjid

Kegiatan jual beli di dalam masjid sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah. Aktivitas yang dilakukan di lingkungan masjid hendaknya tetap memperhatikan kesopanan serta tujuan utama tempat tersebut.

Mengganggu kekhusyukan orang yang beribadah

Setiap orang yang berada di masjid perlu menjaga suara dan perilakunya agar tidak mengganggu jamaah lain. Berbicara dengan suara keras atau melakukan aktivitas yang mengalihkan perhatian orang yang sedang beribadah perlu dihindari.

Keutamaan Membaca Doa Masuk dan Keluar Masjid

Membaca doa masuk dan keluar masjid dapat menjadi kebiasaan yang mengiringi aktivitas seorang Muslim di tempat ibadah. Untuk memahami pengamalannya, berikut beberapa hal yang dapat menjadi perhatian ketika membiasakan doa tersebut.

Memulai aktivitas di masjid dengan doa

Membaca doa ketika memasuki masjid membantu mengawali aktivitas di tempat ibadah dengan mengingat Allah SWT. Doa masuk masjid juga berisi permohonan agar Allah SWT membukakan pintu rahmat-Nya.

Memohon perlindungan dan keberkahan kepada Allah SWT

Doa yang dibaca ketika memasuki dan keluar masjid menjadi bentuk permohonan kepada Allah SWT. Melalui doa tersebut, seorang Muslim memohon rahmat, keutamaan, perlindungan, dan pengampunan sesuai dengan bacaan yang diamalkan.

Membiasakan diri menjaga adab ketika berada di masjid

Membaca doa masuk dan keluar masjid dapat menjadi bagian dari kebiasaan menjaga adab di tempat ibadah. Kebiasaan tersebut dapat dilengkapi dengan menjaga kebersihan, ketenangan, pakaian, serta sikap selama berada di masjid.

FAQ Seputar Doa Masuk Masjid

Pertanyaan mengenai doa masuk masjid umumnya berkaitan dengan bacaan, arti, serta tata cara ketika memasuki tempat ibadah. Berikut beberapa pertanyaan yang dapat membantu memahami bacaan doa dan adab masuk masjid.

Apa bacaan doa masuk masjid?

Bacaan doa masuk masjid adalah:

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Allāhumma iftaḥ lī abwāba raḥmatik

Artinya: "Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmatmu."

Apa arti doa masuk masjid?

Arti doa masuk masjid adalah permohonan kepada Allah SWT agar membukakan pintu-pintu rahmat-Nya. Doa tersebut dibaca ketika seorang Muslim hendak memasuki masjid.

Apakah ada doa masuk masjid versi pendek dan panjang?

Ada bacaan doa masuk masjid versi pendek, yaitu "Allāhumma iftaḥ lī abwāba raḥmatik". Selain itu, terdapat pula bacaan yang lebih panjang sebagaimana disebutkan dalam bagian sebelumnya.

Kaki mana yang didahulukan ketika masuk masjid?

Ketika memasuki masjid, kaki kanan didahulukan. Sementara itu, ketika keluar dari masjid, kaki kiri didahulukan.

Apa doa ketika keluar dari masjid?

Doa keluar masjid yang dapat dibaca adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Allāhumma innī as'aluka min faḍlik

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keutamaan darimu."

Apakah perlu melaksanakan sholat Tahiyatul Masjid setelah masuk?

Rasulullah Saw bersabda: “Apabila kalian masuk masjid, jangan duduk, sampai salat dua rakaat.” (HR. Muslim). Karena itu, sholat Tahiyatul Masjid dapat dilaksanakan setelah masuk masjid sebelum duduk.

Membaca doa masuk dan keluar masjid merupakan bagian dari adab yang dapat dibiasakan oleh umat Muslim dalam aktivitas sehari-hari.

Selain menghafalkan bacaannya, penting untuk memahami tata cara masuk, berada di dalam, dan keluar dari masjid dengan tetap menjaga ketenangan serta kehormatan tempat ibadah.

Dengan demikian, aktivitas di masjid dapat berlangsung dengan tertib dan tetap mencerminkan penghormatan terhadap rumah ibadah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar