KOMPAS.com - Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) hadir dalam International Islamic Edu Fair (IIEF) 2026 dengan menawarkan konsultasi pendidikan, informasi beasiswa, hingga pengalaman belajar menggunakan teknologi Virtual Reality (VR).
IIEF 2026 berlangsung di Edutorium UMS, Surakarta, Jawa Tengah, pada 3-5 Oktober 2026. FAI UMS menempati Stand AAF58 dan AF59 di area samping panggung utama Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS.
Kehadiran FAI UMS ditujukan tidak hanya untuk memperkenalkan program studi, tetapi juga membuka ruang konsultasi bagi calon mahasiswa, orang tua, guru, kader Muhammadiyah, praktisi pendidikan, dan masyarakat yang ingin mengetahui pilihan pendidikan Islam.
Dekan FAI UMS Dr Mohamad Ali mengatakan, partisipasi dalam IIEF 2026 membawa misi lebih luas daripada memperkenalkan program akademik.
Baca juga: Lebaran 2027 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Idul Fitri dan Cuti Bersama, Catat Juga Puasa 2027
“Kehadiran FAI UMS di IIEF 2026 bukan sekadar memperkenalkan program studi, tetapi membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat lebih dekat masa depan pendidikan Islam. Kami ingin calon mahasiswa memperoleh pendidikan yang kuat secara keilmuan dan keislaman, sekaligus relevan dengan perkembangan teknologi, dunia profesional, dan kebutuhan masyarakat global,” ujar Mohamad Ali, Minggu.
FAI UMS menyediakan pilihan pendidikan mulai dari jenjang sarjana hingga doktoral. Program studi yang dapat dikonsultasikan meliputi Pendidikan Agama Islam jenjang S1, S2, dan S3; Hukum Ekonomi Syariah jenjang S1 dan S2; serta Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir jenjang S1 dan S2.
Pilihan tersebut dapat dimanfaatkan oleh lulusan sekolah menengah yang ingin melanjutkan pendidikan maupun guru, kader Muhammadiyah, praktisi, dan lulusan perguruan tinggi yang ingin meningkatkan kompetensi akademik.
Selain konsultasi program studi, FAI UMS menghadirkan teknologi Virtual Reality sebagai bagian dari pengalaman edukatif bagi pengunjung IIEF 2026.
Baca juga: Hukum Menjadi Makelar dalam Islam, Bolehkah Mengambil Komisi?
Melalui VR Haji, pengunjung dapat memperoleh pengalaman visual interaktif mengenai suasana dan konteks pelaksanaan ibadah haji dalam lingkungan virtual.
Sementara VR UMS memungkinkan pengunjung mengeksplorasi lingkungan kampus secara virtual.
“Pemanfaatan VR tersebut menjadi salah satu pendekatan FAI UMS untuk menghadirkan informasi pendidikan dalam format yang lebih interaktif. Teknologi tidak hanya menjadi daya tarik pameran, tetapi juga dikenalkan sebagai bagian dari perkembangan media pendidikan bagi generasi digital,” kata Mohamad Ali.
Menurut dia, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan Islam dapat memperkaya pembelajaran dan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual.
Bagi calon mahasiswa yang masih belum menentukan program studi, FAI UMS juga menyediakan layanan cek kecenderungan minat studi.
Baca juga: Adab Menuntut Ilmu dalam Islam, Bukan Sekadar Rajin Belajar
Layanan tersebut membantu pengunjung melakukan eksplorasi awal terhadap bidang studi yang sesuai dengan minat dan kecenderungan mereka.
Hasilnya dapat menjadi bahan diskusi dengan tim FAI UMS untuk memahami karakteristik program studi, bidang kajian, serta arah pengembangan akademik.
Layanan ini menjadi salah satu fasilitas yang dapat dimanfaatkan calon mahasiswa sebelum menentukan pilihan pendidikan.
Pengunjung dapat berdiskusi langsung mengenai program studi yang tersedia dan menyesuaikannya dengan rencana akademik.
Aspek pembiayaan pendidikan juga menjadi bagian dari layanan konsultasi FAI UMS selama IIEF 2026.
Pada jenjang S1, tersedia informasi mengenai Beasiswa Kiai Haji Ahmad Dahlan (BKHAD), Beasiswa Tunas Unggul Muhammadiyah (BTUM)/Kader Muhammadiyah, Beasiswa Unggulan (BU), Beasiswa Prestasi (BP), Beasiswa Pondok Shabran UMS, serta Beasiswa Lazismu.
Sementara pada jenjang S2, tersedia informasi mengenai Beasiswa Fresh Graduate dan Beasiswa Kader Muhammadiyah. Pengunjung dapat berkonsultasi mengenai persyaratan, mekanisme seleksi, cakupan program, dan ketentuan masing-masing beasiswa.
Baca juga: Bolehkah Mengqadha Shalat sambil Duduk atau Berbaring saat Sakit?
FAI UMS juga menyediakan voucher diskon 100 persen biaya pendaftaran bagi mahasiswa baru jenjang S1.
Voucher tersebut berlaku untuk pendaftaran S1 Pendidikan Agama Islam, S1 Hukum Ekonomi Syariah, dan S1 Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir sesuai ketentuan program.
Berdasarkan ketentuan pada voucher, fasilitas tersebut dapat digunakan secara offline pada 31 Oktober 2026.
Diskon tersebut berlaku untuk biaya pendaftaran, bukan biaya pendidikan atau uang kuliah.
Mohamad Ali mengatakan FAI UMS tetap menempatkan nilai Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai fondasi pendidikan, sekaligus memperkuat kompetensi yang dibutuhkan di tengah perkembangan zaman.
Kompetensi tersebut mencakup kemampuan akademik, literasi digital, berpikir kritis, komunikasi, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap masyarakat.
Baca juga: 2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Perubahan Besar Kebijakan Haji Indonesia
“Kami ingin FAI UMS menjadi tempat tumbuhnya generasi Muslim yang kokoh secara keilmuan, kuat dalam nilai Islam, adaptif terhadap perubahan, dan mampu memberi dampak bagi masyarakat. IIEF 2026 menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal langsung berbagai peluang studi dan beasiswa yang kami sediakan,” tandasnya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.