Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Camat Kebayoran Lama Minta Kegiatan Keagamaan Tak Ganggu Jam Istirahat Warga

Kompas.com, 5 Oktober 2026, 21:34 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Kegiatan keagamaan di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diminta tetap memperhatikan ketertiban dan waktu istirahat warga sekitar.

Camat Kebayoran Lama Mustopa menekankan penggunaan petasan atau kembang api pada tengah malam perlu dihindari karena dapat mengganggu masyarakat.

Baca juga: Wanita yang Protes Petasan di Maulid Nabi Jaksel Tolak Maaf Panitia karena Tak Tulus

Camat Kebayoran Lama Minta Kegiatan Keagamaan Perhatikan Jam Istirahat

Dilansir dari Antara, Mustopa meminta penyelenggara kegiatan keagamaan memperhatikan jam istirahat warga, terutama ketika kegiatan berlangsung hingga tengah malam.

Menurut dia, kegiatan syiar tetap dianjurkan selama pelaksanaannya tidak mengganggu masyarakat di lingkungan sekitar.

Baca juga: Panitia Maulid Nabi di Pondok Pinang Jaksel Menyesal Marahi Warga yang Protes Petasan

"Syiar sangat dianjurkan, tapi kalau mengganggu, apalagi sudah larut malam, saya juga tidak setuju, karena waktunya sudah tidak sesuai," kata Mustopa kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Mustopa juga menyoroti penggunaan petasan atau kembang api saat larut malam yang dinilai dapat mengganggu waktu istirahat warga.

Kondisi tersebut terutama dapat berdampak kepada warga yang sedang kurang sehat.

Maulid Nabi di Pondok Pinang Tak Disertai Pemberitahuan

Terkait penyelenggaraan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Mustopa mengatakan kegiatan tersebut tidak disertai pemberitahuan kepada pihak kelurahan maupun undangan kepada unsur pemerintah setempat.

Berdasarkan keterangannya, kegiatan itu juga tidak memiliki izin keramaian dari kepolisian.

Sebagai tindak lanjut, pihak Kecamatan Kebayoran Lama mengedepankan mediasi dan pendekatan kepada organisasi keagamaan. Langkah tersebut dilakukan agar penyelenggaraan kegiatan serupa ke depan dapat lebih memperhatikan kondisi masyarakat di lingkungan sekitar.

"Saya juga akan mengundang Dewan Masjid Indonesia, pengurus MUI Kecamatan, menyatukan persepsi agar kegiatan-kegiatan seperti ini ( dengan petasan atau kembang api), tolong secara keseluruhan, lihat karakter masyarakat, dan secara administrasi bersurat ke aparat berwajib, membuat ijin keramaian dan tentukan waktunya, dari jam berapa sampai jam berapa," tutur Mustopa.

Kegiatan Keagamaan Tetap Dapat Dilaksanakan

Mustopa menegaskan kegiatan keagamaan seperti pengajian, haul, maupun Maulid Nabi tetap dapat dilaksanakan. Namun, penyelenggara diimbau mengutamakan kegiatan yang memberikan manfaat dan tidak menimbulkan mudarat bagi lingkungan.

Saat ini, pihaknya telah meminta kelurahan melakukan mediasi antara panitia kegiatan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dan keluarga warga yang terdampak.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembatasan perlu dilakukan agar kegiatan masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban lingkungan.

Pemerintah, kata dia, tidak melarang kegiatan masyarakat, tetapi waktu pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kepentingan warga sekitar.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar