Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemarau Berkepanjangan, Ini Doa Memohon Hujan dan Perlindungan dari Bencana

Kompas.com, 23 Oktober 2026, 17:58 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com - Kemarau berkepanjangan di sejumlah wilayah Indonesia dapat mengurangi ketersediaan air dan menyulitkan aktivitas masyarakat.

Selain melakukan upaya untuk mengatasi kekeringan, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, sedekah, serta melaksanakan shalat Istisqa untuk memohon hujan dan perlindungan Allah SWT dari bencana.

Baca juga: Doa Meminta Hujan, Termasuk untuk Dibaca Saat Khutbah Shalat Istisqa

Doa Memohon Hujan saat Kemarau Panjang

Shalat Istisqa merupakan shalat sunnah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan.

Ibadah ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual ketika masyarakat menghadapi kekeringan dan membutuhkan air.

Baca juga: Doa Meminta Hujan dari Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Masjid, pesantren, majelis taklim, dan masyarakat Muslim dapat menghidupkan shalat Istisqa sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing. Selain itu, umat Islam dianjurkan memanjatkan doa agar hujan yang turun membawa rahmat, bukan bencana.

Syekh Nawawi al-Bantani dalam Nihayah az-Zain menyebutkan doa memohon hujan sebagaimana diajarkan Nabi. Doa tersebut dibaca khatib saat khutbah shalat Istisqa, tetapi dapat pula diamalkan oleh siapa pun di luar khutbah.

Berikut lafaz doa memohon hujan dalam Islam:

اللَّهُمَّ سُقْيَا رَحْمَةٍ وَلَا سُقْيَا عَذَابٍ وَلَا مَحْقٍ وَلَا بَلَاءٍ وَلَا هَدْمٍ. اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا هَنِيئًا مَرِيئًا مَرِيْعًا غَدَقًا مُجَلِّلًا سَحًّا طَبَقًا دَائِمًا. اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِيْنَ

Latin: Allahumma suqya rahmatin wa la suqya ‘adzabin wa la mahqin wa la bala’in wa la hadmin. Allahumma asqina ghaitsan hani’an mari’an mari‘an ghadaqan mujallalan sahhan thabaqan da’iman. Allahumma asqinal ghaitsa wa la taj‘alna minal qanithin.

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan sebagai rahmat, bukan hujan yang mendatangkan azab, kehancuran, bencana, atau kerusakan. Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang baik, menyegarkan, menyuburkan, lebat, merata, deras, melimpah, dan terus-menerus. Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang berputus asa.”

Doa Memohon Keberkahan Hujan dan Perlindungan dari Bencana

Selain memohon hujan yang membawa rahmat, umat Islam juga dapat berdoa agar Allah SWT menumbuhkan tanaman, melimpahkan keberkahan dari langit dan bumi, serta mengangkat kesulitan yang dihadapi masyarakat.

Doa berikut berisi permohonan agar Allah SWT mengatasi kesulitan, kelaparan, dan bencana, sekaligus menurunkan hujan melalui ampunan-Nya.

اللَّهُمَّ إِنَّ بِالْعِبَادِ وَالْبِلَادِ مِنَ الْجُهْدِ وَالْجُوْعِ وَالضَّنْكِ مَا لَا نَشْكُوْ إِلَّا إِلَيْكَ. اللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ وَأَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ، وَاكْشِفْ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ مَا لَا يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا

Latin: Allahumma inna bil ‘ibadi wal biladi minal jahdi wal ju‘i wadh-dhanki ma la nasyku illa ilaika. Allahumma anbit lanaz-zar‘a wa adir lanadh-dhar‘a wa anzil ‘alaina min barakatis-sama’i wa anbit lana min barakatil ardhi, waksyif ‘anna minal bala’i ma la yaksyifuhu ghairuka. Allahumma inna nastaghfiruka innaka kunta ghaffaran, fa arsilis-sama’a ‘alaina midraran.

Artinya: “Ya Allah, sungguh para hamba dan negeri-negeri sedang mengalami kesulitan, kelaparan, dan kesempitan yang tidak kami adukan kecuali kepada-Mu. Ya Allah, tumbuhkanlah tanaman bagi kami, limpahkanlah susu dari hewan ternak kami, turunkanlah kepada kami keberkahan dari langit, tumbuhkanlah untuk kami keberkahan dari bumi, dan singkirkanlah dari kami bencana yang tidak dapat disingkirkan oleh siapa pun selain Engkau. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon ampun kepada-Mu. Sungguh, Engkau Maha Pengampun. Maka turunkanlah kepada kami hujan yang deras.”

Doa saat Hujan Turun Terlalu Deras

Ketika hujan turun sangat deras dan berpotensi menimbulkan bencana, umat Islam juga dianjurkan berdoa agar hujan dialihkan ke wilayah yang membutuhkan, bukan menjadi penyebab kerusakan di tempat tinggal masyarakat.

Doa ini sebagaimana diajarkan Nabi untuk memohon agar hujan turun di sekitar wilayah yang membutuhkan, seperti perbukitan, dataran tinggi, kawasan pepohonan, dan lembah.

Berikut lafaz doa saat hujan turun terlalu deras:

اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَمَنَابِتِ الْأَشْجَارِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ، اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا

Latin: Allahumma ‘alal-akami wadz-dzirabi wa manabitil-asyjari wa buthunil-awdiyah, Allahumma hawalaina wa la ‘alaina.

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di atas bukit-bukit, dataran tinggi, tempat tumbuhnya pepohonan, dan lembah-lembah. Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, jangan di atas kami.”

Ikhtiar Menghadapi Kemarau Panjang

Umat Islam hendaknya tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT ketika menghadapi kemarau berkepanjangan.

Doa dapat disertai ikhtiar nyata, seperti memperbanyak istighfar, bersedekah, menghemat penggunaan air, menjaga lingkungan, dan melaksanakan shalat Istisqa.

Upaya tersebut perlu berjalan beriringan agar masyarakat dapat menghadapi kekeringan sekaligus mengurangi risiko yang mungkin muncul ketika hujan kembali turun.

Semoga Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa rahmat, menyuburkan bumi, memenuhi sumber air, dan memberikan keberkahan bagi seluruh masyarakat Muslim Indonesia, khususnya di wilayah yang mengalami kemarau ekstrem. Amin.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Aktual
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Aktual
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Aktual
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Aktual
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Aktual
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Aktual
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Aktual
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Aktual
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Aktual
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Aktual
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Aktual
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar