Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Konflik Israel dan Palestina: Sejarah dan Pandangan Al Quran

Kompas.com, 17 November 2025, 10:29 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Konflik perebutan wilayah antara Israel dan Palestina masih terus berlanjut hingga kini. Berbagai upaya telah ditempuk untuk mendamaikan kedua negara, namun hasilnya masih nihil.

Bahkan saat ini, agresi militer Israel masih terus berlanjut, meskipun gencatan senjata sudah ditandatangani. Skalanya juga semakin meluas, melibatkan negara-negara teluk lainnya, seperti Iran dan Libanon.

Baca juga: Para Penentang Dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah

Sejarah Palestina

Pada masa kuno, kawasan Palestina dan sekitarnya disebut dengan Kana'an, kawasan ini meliputi sebagian besar wilayah Palestina, Israel, Suriah, Yordania, dan Libanon. Dikutip dari kitab Dirasatun Fil Adyan karya Suud Al Khalaf, penduduk yang menempati negeri Kanaan adalah suku-suku Arab, yaitu suku Finiqqiyin yang menetap di wilayah utara sekitar tahun 3000 SM.

Di sebelah selatannya, ada suku Kan'aniyyun yang berdiam di wilayah tersebut sejak tahun 2500 SM. Dan di selatannya lagi, ada suku Falestin yang menetap di Gaza dan Yafa. Nama suku terakhir inilah yang kemudian dinisbatkan menjadi nama Palestina sampai saat ini.

Adapun Bani Israel, mereka masuk ke Kana'an atau Palestina sekitar tahun 1300 SM di bawah pimpin Yusya' bin Nun, pengganti Nabi Musa AS yang meninggal dunia. Bangsa Israel kemudian mendiami kawasan Palestina hingga mereka terusir kembali dari sana.

Pengusiran pertama terjadi setelah Nebukadnezar, Raja Babilonia menghancurkan Yerusalem pada 585 sebelum Masehi. Sementara Pengusiran kedua terjadi ketika Titus, komandan tentara Romawi, menghancurkan Yerusalem pada 70 M. Orang-orang Yahudi atau Israel kemudian berdiaspora ke berbagai negeri.

Baca juga: Strategi Dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah

Kisah Pengusiran Bani Israel di Dalam Al Quran

Pengusiran Bani Israel dijelaskan dalam Al Quran surat Al Isra' atau Surat Bani Israel ayat 4-7.

وَقَضَيْنَا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا

فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولَاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا خِلَالَ الدِّيَارِ ۚ وَكَانَ وَعْدًا مَفْعُولًا

ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا

Artinya:

4. “Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”.

5. “Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampungkampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.”

6. “Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.”

Baca juga: Kisah Nabi Muhammad SAW Diracun Wanita Yahudi

7. “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu mema - sukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.”

Kembalinya Bangsa Israel ke Palestina

Setelah sekian lama berdiaspora ke berbagai belahan dunia, kaum Yahudi kemudian dikumpulkan kembali. Hal ini diprakarsai oleh Theodore Herlz pada tahun 1897 dengan menyelenggarakan kongres Zionis Pertama.

Dalam kongres tersebut, mereka bersepakat untuk mendirikan negara Israel yang wilayahnya ada di Palestina yang saat itu dikuasai Kekhilafahan Turki Utsmani. Orang-orang Yahudi Israel menganggap Palestina dalah Tanah yang dijanjikan untuk mereka (The Promise Land).

Dengan sumber dana yang kuat dari Orang-orang Yahudi Eropa, imigran-imigran Yahudi mulai membeli tanah di Palestina. Kehancuran Turki Utsmani dan dikuasainya Palestina oleh Inggris pada tahun 1918 membuat jalan kaum Yahudi mendirikan negara Israel semakin mulus.

Melalui Walter Rothschild, kaum Yahudi melobi Menteri Luar Negeri Inggris Arthur Balfour untuk mendirikan negara Israel. Inggris kemudian mendukung pendirian negara Israel di Palestina melalui Deklarasi Balfaour.

Baca juga: Kisah Nabi Muhammad SAW Terkena Sihir Orang Yahudi

Imigrasi besar-besaran kaum Yahudi terjadi setelah Inggris menguasai Palestina. Pada tahun 1919, kaum Yahudi mulai mengkampanyekan pengusiran bangsa Arab Palestina. Sejak saat itu, bentrokan antara bangsa Arab Palestina dengan kaum Yahudi Israel mulai sering terjadi.

Dengan dalih genosida orang-orang Yahudi oleh Nazi Jerman, gelombang imigrasi semakin besar masuk ke Palestina hingga akhirnya kaum Yahudi Israel menjadi semakin kuat, apalagi mendapat dukungan dari negara-negara Barat.

Puncak dari usaha kaum Yahudi untuk mempunyai negara sendiri terwujud ketika PBB mengeluarkan Resolusi 181 (II) yang membagi Palestina menjadi dua negara, yaitu Palestina dan Israel.

Konflik Israel dan Palestina di Zaman Ini

Akhir-akhir ini, konflik Israel dan Palestina kembali memanas, khususnya di daerah Gaza. Serangan rudal-rudal Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023 memicu kembali perang terbuka antara kedua negara.

Bahkan konflik terakhir ini tidak hanya melibatkan kedua negara, tetapi juga melibatkan Iran dan Hizbullah di Libanon. Gencatan senjata sudah disepakati, tetapi agresi tetap tidak berhenti.

Korban-korban sipil dari bangsa Palestina berjatuhan, Gaza diblokade dan juga dihancurkan melalui serangan-serangan udara.

Baca juga: Kisah Nabi Muhammad SAW Lupa Mengucapkan Insya Allah

Akhir Konflik Palestina Israel Menurut Al Quran

Konflik Palestina dan Israel bukan sekedar konflik biasa. Kaum Yahudi Israel memang sudah di-nash-kan dalam Al Quran bahwa mereka akan membuat kerusakan di muka bumi.

Akhir dari konflik Palestina dan Israel disampaikan dalam Al Quran surat Al Isra' ayat 104.

وَقُلْنَا مِنۢ بَعْدِهِۦ لِبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱسْكُنُوا۟ ٱلْأَرْضَ فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ ٱلْءَاخِرَةِ جِئْنَا بِكُمْ لَفِيفًا

Menurut Asy Sya'rawi dalam Tafsir Asy Sya'rawi, وَقُلْنَا مِنۢ بَعْدِهِۦ لِبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ artinya 'Dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israil' maksudnya adalah sesudah masa Nabi Musa, bukan kelanjutan dari kisah Firaun. Masa ini adalah setelah masa Nabi Muhammad SAW, yaitu di masa modern ini.

ٱسْكُنُوا۟ ٱلْأَرْضَ artinya diamlah di negeri ini, maksudnya Bani Israil atau orang Yahudi akan mendiami suatu wilayah setelah berdiaspora, yaitu di wilayah Israel saat ini.

فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ ٱلْءَاخِرَةِ artinya menurut Asy Sya'rawi adalah apabila datang janji terakhir, yaitu kerusakan kedua.

جِئْنَا بِكُمْ لَفِيفًا artinya niscaya Kami kumpulkan kalian dalam keadaan bercampur baur (dengan musuhmu), maksudnya kaum Yahudi Israel akan bercampur baur dengan kaum muslimin sebagai musuh mereka.

Pada saat hal ini terjadi, maka saat itulah hukuman kedua akan terjadi, yaitu hancurnya kaum Yahudi Israel.

Menurut Asy Sya'rawi, hancurnya kaum Yahudi Israel hanya menunggu waktu saja, yaitu saat kaum Muslimin kembali kepada agama yang lurus, saat itulah kaum Muslimin menjadi kuat dan dapat mengalahkan kaum Yahudi Israel. Wallahu a'lam.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar