Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Lengkap Isra Mi'raj: Latar Belakang, Kronologi, dan Hikmahnya

Kompas.com, 14 Januari 2026, 10:40 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Isra Mi'raj menjadi salah satu peristiwa bersejarah dalam perkembangan agama Islam. Momen ini terjadi saat dakwah mengalami fase yang sangat berat. Peristiwa Isra Mi'raj menjadi penguat dalam perjuangan.

Isra Mi'raj adalah peristiwa perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsha di Madinah. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke langit ketujuh untuk bersua dibalik tabir dengan Allah SWT.

Latar Belakang Isra Mi'raj

Peristiwa isra Mi'raj dilatar belakangi kondisi Rasulullah SAW yang sedang menghadapi masa-masa berat dalam dakwah. Saking beratnya, hingga tahun tersebut disebut dengan amul huzni atau tahun duka cita.

Baca juga: Isra Miraj Itu Apa? Ini Penjelasan Lengkap Peristiwa Agung yang Diperingati Januari 2026

Ada tiga peristiwa yang membuat Rasulullah merasakan duka cita mendalam, yaitu:

1. Wafatnya Abu Thalib

Abu Thalib adalah paman Nabi Muhammad SAW. Ia adalah pelindung utama selama dakwah berlangsung. Wafatnya Abu Thalib membawa duka cita yang mendalam. Salah satu pilar yang mendukung dakwahnya telah tiada.

Ditambah lagi, Abu Thalib tidak mau memeluk agama yang dibawanya hingga meninggal. Hal ini membuat Rasulullah SAW tidak dapat menolongnya dari siksa neraka di akhirat.

2. Wafatnya Khadijah binti Khuwailid

Khadijah adalah istri yang sangat setia mendampingi dakwah Nabi Muhammad SAW. Ia memberikan semangat dan memotivasi untuk tidak lelah dalam berdakwah. Kehadirannya menguatkan dan membawa ketenangan.

Wafatnya Khadijah membuat Nabi merasakan kehilangan yang teramat sangat. Salah satu pilar yang menyokong dakwahnya telah tiada.

Baca juga: Peristiwa Isra Miraj: Sejarah Agung Perjalanan Nabi Muhammad SAW dan Jadwal Peringatan 2026

3. Penolakan Dakwah di Thaif

Dakwah di Mekkah menemui jalan buntu. Blokade dan penentangan terhadap dakwah semakin keras. Dakwah Islam sulit berkembang di Mekkah.

Nabi Muhammad SAW kemudian mencoba mencari lahan dakwah lain. Nabi Muhammad SAW didampingi anak angkatnya, Zaid bin Haritsah, menuju Thaif untuk mendakwahkan Islam. Namun bukan penerimaan yang diterima, tetapi penolakan dan penghinaan yang keras.

Saat berada di Thaif, Nabi Muhammad SAW dan Zaid bin Haritsah diusir dan dilempari dengan batu sampai gigi Rasulullah SAW berdarah.

Tiga peristiwa itu membuat Nabi berada dalam duka cita mendalam. Untuk itulah Allah SWT memberikan penguatan dengan peristiwa Isra Mi'raj.

Kronologi Lengkap Peristiwa Isra Mi'raj

Inilah kronologi lengkap peristiwa Isra Mi'raj dari awal keberangkatan hingga kembali lagi ke Mekkah.

1. Persiapan Isra Mi'raj

Persiapan Isra Mi'raj dimulai ketika Malaikat Jibril datang menemui Rasulullah SAW. Malaikat Jibril kemudian membelah dada Nabi, mengambil jantung (hati) untuk dibersihkan dengan air zamzam, dimasukkan iman dan hikmah, kemudian dikembalikan ke tempat semula.

Di luar Masjidil Haram, Malaikat Jibril sudah menyediakan kendaraan bernama buraq. Ia sejenis kuda dengan ukuran sedang dan mempunyai sayap untuk terbang.

Baca juga: Latar Belakang Isra Miraj: Rihlah Bagi Jiwa yang Dilanda Duka

2. Perjalanan Isra': Perjalanan dari Mekkah ke Palestina

Setelah persiapan selesai, Rasulullah SAW diberangkatkan menuju Masjidil Aqsha di Palestina mengendarai buraq. Sebelum sampai di Masjidil Aqsha, Nabi Muhammad SAW singgah di tiga tempat, yaitu:

  • Yatsrib yang kelak bernama Madinah, calon tempat hijrah umat Islam
  • Bukit Sinai, tempat Nabi Musa AS berdialog dengan Allah SWT dan menerima wahyu
  • Baitul Lahm atau Betlehem, tempat lahirnya Nabi Isa AS.

Sesampainya di Masjidil Aqsha, Rasulullah SAW menjadi imam sholat bagi para Nabi dan Rasul. Ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW adalah penutup dan penghulu para Nabi dan Rasul.

3. Perjalanan Mi'raj: Menuju Langit Ketujuh

Rangkaian perjalanan dilanjutkan menuju langit ke tujuh. Selama perjalanan, Rasulullah SAW dipertemukan dengan para Nabi di setiap tingkatan langit.

  • Langit Pertama: Bertemu Nabi Adam AS.
  • Langit Kedua: Bertemu Nabi Isa AS. dan Nabi Yahya AS.
  • Langit Ketiga: Bertemu Nabi Yusuf AS.
  • Langit Keempat: Bertemu Nabi Idris AS.
  • Langit Kelima: Bertemu Nabi Harun AS.
  • Langit Keenam: Bertemu Nabi Musa AS.
  • Langit Ketujuh: Bertemu Nabi Ibrahim AS.

Setiap Nabi memberikan penghormatan dan penguatan terhadap tugas mengemban risalah yang sedang dijalani Rasulullah SAW.

Baca juga: Kisah Isra Mi’raj 2026: 27 Rajab 1447 H Jatuh 16 Januari, Ini Makna dan Hikmahnya

4. Sidratul Muntaha dan Perintah Sholat

Puncak perjalanan Rasulullah SAW saat tiba di Sidratul Muntaha. Sidraha artinya pohon bidara dan muntaha artinya terakhir. Sidratul Muntaha adalah batas terakhir yang bisa dicapai makhluk Allah SWT.

Di tempat tersebut, Rasulullah SAW menerima perintah untuk mengerjakan sholat. Semula sholat wajib berjumlah 50 waktu. Namun berkat nasehat Nabi Musa, jumlah waktu dikurangi hingga berjumlah 5 waktu yang nilainya sama dengan 50 waktu.

5. Kembali ke Mekkah

Setelah selesai melakukan perjalanan Mi'raj, Rasulullah SAW kembali ke Mekkah. Peristiwa Isra Mi'raj itu hanya terjadi dalam satu malam saja.

Keesokan harinya, Rasulullah SAW menceritakan peristiwa Isra Mi'raj kepada penduduk Mekkah. Banyak yang tidak mempercayai kisah tersebut. Bahkan ada sebagian kaum muslimin yang murtad.

Untunglah tampil Abu Bakar. Ia dengan penuh keimanan membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa selalu membenarkan apapun yang dikatakan Rasulullah SAW. Hal ini membuat sebagian besar umat Islam kembali kepada keimanan dan tidak sedikitpun meragukan Rasulullah SAW.

Atas perannya tersebut, Abu Bakar mendapat Gelar Ash Shiddiq, yaitu orang yang selalu mebenarkan perkataan Rasulullah SAW.

Baca juga: Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Belajar Keteguhan Iman dari Abu Bakar di Peristiwa Isra Miraj

Hikmah Isra Mi'raj

Peristiwa Isra Mi'raj memberikan hikmah yang luar biasa bagi perjalanan dakwah dan keimanan. Berikut beberapa hikmah yang bisa diambil dari peristiwa Isra Mi'raj:

  • Setiap kesulitan pasti ada kemudahan yang mengikutinya. Duka cita Nabi Muhammad SAW digantikan dengan kemuliaan Isra Mi'raj.
  • Allah SWT tidak akan membiarkan hamba pilihan-Nya menderita berkepanjangan.
  • Sholat adalah ibadah utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadi sarana untuk meminta pertolongan Allah SWT
  • Keimanan akan diuji untuk mengetahui seberapa kuat iman itu tertanam dalam hati. Orang-orang yang tetap teguh dalam keimanan akan mendapat kemuliaan.

Penutup

Peristiwa Isra Mi'raj menjadi tonggak penting dalam perkembangan Islam. Peristiwa ini menjadi ujian keimanan sekaligus kabar gembira akan datangnya perintah sholat.

Sholat menjadi poin penting dalam peristiwa Isra Mi'raj. Sholat menjadi ibadah utama dan sarana meminta pertolongan Allah SWT.

Bagi umat Islam saat ini, peristiwa Isra Mi'raj menjadi peristiwa luar biasa yang dapat meneguhkan keimanan bagi yang mau mempelajari dan mengambil hikmahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar