Editor
KOMPAS.com - Ucapan "assalamualaikum" menjadi salam pembuka yang paling akrab digunakan umat Islam, baik saat bertemu langsung maupun saat mengawali pesan singkat.
Namun, di balik kesederhanaannya, salam ini menyimpan makna doa yang mendalam serta memiliki aturan dan adab tersendiri dalam ajaran Islam.
Berikut penulisan lengkap salam ini dalam bentuk Arab dan latin beserta artinya:
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Artinya: "Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya senantiasa tercurah kepada kalian."
Bentuk yang lebih ringkas juga umum digunakan, yaitu:
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ
Assalamu'alaikum
Artinya: "Semoga keselamatan tercurah kepada kalian."
Baca juga: Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Penulisan latin dari salam ini kerap ditulis dengan berbagai variasi, seperti "assalamualaikum", "assalamu'alaikum", atau "as-salamu 'alaikum".
Penulisan yang mendekati kaidah transliterasi Arab-Latin adalah "assalamu'alaikum", dengan tanda apostrof (') yang menandai huruf 'ain, karena huruf ini memiliki bunyi khas yang tidak memiliki padanan persis dalam huruf Latin biasa.
Penulisan "wa" pada "warahmatullahi" dan "wabarakatuh" digabung langsung tanpa spasi karena huruf wawu dalam kaidah bahasa Arab berfungsi sebagai kata sambung yang menyatu dengan kata setelahnya.
Oleh sebab itu, penulisan yang lebih tepat adalah "warahmatullahi wabarakatuh", bukan dipisah menjadi "wa rahmatullahi wa barakatuh" meski keduanya sama-sama masih bisa dipahami maksudnya.
Baca juga: Doa Itidal: Arab, Latin, Arti, Gerakan, dan Bacaan Sesuai Sunnah
Menjawab salam disunnahkan dengan ucapan yang setara atau lebih lengkap daripada salam yang diterima. Berikut susunan jawabannya:
• Jika menerima salam "Assalamu'alaikum", dijawab dengan "Wa'alaikumussalam" yang artinya "Dan semoga keselamatan juga tercurah kepadamu."
• Jika menerima salam "Assalamu'alaikum warahmatullah", dijawab dengan "Wa'alaikumussalam warahmatullah".
• Jika menerima salam lengkap "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh", dijawab dengan "Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh".
Menjawab dengan ucapan yang sama persis sudah mencukupi, namun dianjurkan menjawab dengan tambahan yang lebih baik atau lebih lengkap sebagai bentuk penghormatan, sebagaimana anjuran dalam Al-Qur'an surah An-Nisa ayat 86 yang memerintahkan membalas penghormatan dengan yang lebih baik atau minimal yang setara.
Agar lebih memahami kandungan doa dalam kalimat ini, berikut penjabarannya per kata:
• As-salamu: keselamatan, kedamaian
• 'Alaikum: atas kalian
• Wa: dan
• Rahmatullahi: rahmat Allah
• Wa: dan
• Barakatuh: keberkahan-Nya
Jika digabungkan, kalimat ini merupakan doa yang berisi tiga permohonan sekaligus untuk orang yang disapa, yaitu keselamatan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT.
Karena mengandung tiga unsur doa tersebut, salam yang diucapkan secara lengkap dianggap lebih utama dibandingkan bentuk yang ringkas.
Menurut mayoritas ulama, hukum memulai ucapan salam adalah sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan.
Namun, jika salam ditujukan kepada satu orang, hukum menjawabnya menjadi fardhu ain atau wajib bagi orang tersebut secara pribadi.
Sementara itu, jika salam ditujukan kepada sekelompok orang, hukum menjawabnya adalah fardhu kifayah, artinya sudah cukup jika salah satu dari mereka menjawabnya, meski akan lebih utama jika semuanya turut menjawab.
Ketentuan ini turut disebutkan dalam penjelasan ulama, di antaranya bahwa apabila salam ditujukan kepada satu orang, ia wajib menjawabnya, namun jika ditujukan kepada sekelompok orang, menjawab salam menjadi fardhu kifayah bagi mereka.
Sebaliknya, jika tidak ada satu pun yang menjawab salam tersebut, maka seluruh orang yang menerima salam dianggap berdosa karena meninggalkan kewajiban tersebut.
Islam mengatur sejumlah adab dalam mengucapkan salam agar sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, di antaranya:
• Orang yang lebih muda dianjurkan memberi salam terlebih dahulu kepada yang lebih tua.
• Orang yang berjalan dianjurkan memberi salam kepada orang yang sedang duduk.
• Rombongan yang jumlahnya sedikit dianjurkan memberi salam kepada rombongan yang lebih banyak.
• Cukup satu orang dari suatu rombongan yang mengucapkan salam untuk mewakili seluruh anggotanya, meski akan lebih utama jika semuanya mengucapkan salam bersama-sama.
• Mengucapkan salam disertai kesungguhan hati sebagai doa, bukan sekadar ucapan formalitas.
Dalam percakapan digital, salam ini sering disingkat menjadi "Ass", "Aslkm", atau "Askum" agar lebih praktis diketik.
Namun, sejumlah ulama mengingatkan agar umat Islam berhati-hati dengan singkatan tersebut, khususnya singkatan "Ass" yang dapat menimbulkan kerancuan makna karena mirip dengan kata dalam bahasa lain yang berkonotasi tidak pantas.
Sebagai alternatif yang lebih dianjurkan, salam dapat disingkat dengan cara yang tidak mengubah bunyi aslinya, misalnya "Assalamu'alaikum" tetap ditulis utuh, atau menggunakan singkatan yang lebih aman seperti "Assalamualaikum" tanpa dipenggal secara sembarangan.
Menjaga keutuhan lafaz salam mencerminkan penghormatan terhadap makna doa yang dikandungnya.
Terkait salam kepada non-Muslim, terdapat penjelasan ulama yang membahasnya secara khusus.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa memulai ucapan salam Islam kepada non-Muslim sebaiknya dihindari.
Namun, apabila non-Muslim yang mengucapkan salam terlebih dahulu, seorang Muslim dianjurkan menjawabnya dengan ucapan ringkas "wa'alaikum" saja, tanpa tambahan "warahmatullah".
Ketentuan ini didasarkan pada hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik, yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda agar menjawab salam ahli kitab cukup dengan ucapan "wa'alaikum".
Sebagian ulama lain, seperti Imam Al-Mawardi, berpendapat bahwa menjawab dengan "wa'alaikumussalam" juga diperbolehkan asalkan tidak ditambah dengan "warahmatullah", karena doa rahmat dikhususkan bagi sesama Muslim.
Menebarkan salam memiliki banyak keutamaan yang disebutkan dalam hadis-hadis Rasulullah SAW.
Di antaranya, salam menjadi salah satu amalan yang dapat mempererat ukhuwah dan menumbuhkan rasa saling mencintai antar sesama Muslim.
Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa seseorang tidak akan masuk surga sebelum beriman, dan tidak akan sempurna keimanannya sebelum saling mencintai, salah satu caranya adalah dengan menyebarluaskan salam.
Selain itu, mengucapkan salam juga termasuk hak sesama Muslim yang harus ditunaikan, sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadis tentang hak-hak Muslim terhadap Muslim lainnya.
Salam yang diucapkan dengan tulus turut menjadi sarana mendoakan keselamatan, rahmat, dan keberkahan bagi orang yang disapa, sehingga menjadikannya bukan sekadar sapaan biasa, melainkan ibadah yang bernilai pahala di sisi Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang