Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alur Pendaftaran Haji Reguler dan Syarat yang Harus Dipenuhi

Kompas.com, 1 September 2025, 17:00 WIB
Khairina

Editor

Sumber bpkh.go.id

KOMPAS.com-Setiap tahun, jutaan umat Islam dari seluruh dunia berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji.

Di Indonesia, terdapat dua program resmi keberangkatan haji, yaitu haji reguler dan haji plus.

Haji reguler menjadi pilihan sebagian besar masyarakat karena biayanya lebih terjangkau dibandingkan dengan haji plus.

Namun, calon jemaah perlu memahami alur pendaftaran dan syarat-syarat yang ditentukan agar prosesnya berjalan lancar, seperti dilansir laman BPKH.

Baca juga: BP Haji Sudah Transfer Rp 2,7 Triliun Uang Pangkal Layanan Haji 2026

Perbedaan Haji Reguler dan Haji Plus

Haji reguler adalah program yang dikelola langsung oleh pemerintah melalui Kementerian Agama dengan biaya lebih rendah.

Kuota haji reguler ditetapkan setiap tahun oleh pemerintah Arab Saudi melalui kesepakatan dengan pemerintah Indonesia.

Sementara itu, haji plus atau ONH Plus diselenggarakan oleh biro perjalanan swasta yang mendapat izin resmi dari Kementerian Agama.

Biaya haji plus lebih tinggi karena fasilitas lebih lengkap dan waktu tunggunya relatif lebih singkat.

Baca juga: Kampung Haji Indonesia Ditargetkan Beroperasi 2028, Bisa Tampung 200.000 Jamaah

Waktu Tunggu Haji Reguler

Antrean haji reguler di Indonesia sangat panjang, bahkan bisa mencapai belasan hingga puluhan tahun.

Lamanya masa tunggu dipengaruhi oleh tingginya minat masyarakat serta keterbatasan kuota dari pemerintah Arab Saudi.

Pemerintah Indonesia terus berupaya menambah kuota dan memperbaiki sistem pendaftaran.

Meski demikian, calon jemaah tetap perlu menyiapkan diri secara mental, fisik, dan finansial untuk menunggu giliran keberangkatan.

Persyaratan Daftar Haji Reguler

Berdasarkan ketentuan Kementerian Agama, berikut syarat pendaftaran haji reguler yang harus dipenuhi.

  • Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Minimal berusia 12 tahun.
  • Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku.
  • Memiliki Kartu Keluarga (KK) dengan data sesuai pendaftar.
  • Membuka rekening tabungan haji di bank penerima setoran BPIH.
  • Menyediakan pas foto terbaru sesuai ketentuan.
  • Surat keterangan sehat dari puskesmas atau rumah sakit.

Jika seluruh persyaratan ini lengkap, calon jemaah dapat melanjutkan ke tahap pendaftaran.

Baca juga: Menag: Bandara Thaif Belum Ideal untuk Penerbangan Haji Indonesia

Alur Pendaftaran Haji Reguler

Ada beberapa langkah penting yang harus dijalani calon jemaah ketika mendaftar haji reguler.

1. Membuka Rekening Tabungan Haji

Calon jemaah membuka rekening tabungan haji di bank penerima setoran BPIH sesuai domisili.

Setoran awal wajib dilakukan dengan membawa dokumen pendukung seperti KTP dan KK.

2. Menyetor Biaya Awal

Setelah rekening aktif, calon jemaah wajib menyetorkan setoran awal pendaftaran haji.

Besaran setoran ditentukan oleh Kementerian Agama dan bisa berubah setiap tahun.

3. Mendapatkan Nomor Porsi

Bank akan mengeluarkan bukti setoran yang digunakan untuk memperoleh nomor porsi haji.

Nomor porsi sangat penting karena menjadi dasar penentuan jadwal keberangkatan.

4. Mendaftar ke Kantor Kementerian Agama

Calon jemaah membawa semua dokumen persyaratan dan bukti setoran ke Kantor Kementerian Agama setempat.

Proses ini mencakup pengisian formulir pendaftaran dan verifikasi data calon jemaah.

5. Menunggu Panggilan Keberangkatan

Setelah pendaftaran selesai, calon jemaah tinggal menunggu jadwal keberangkatan sesuai nomor porsi.

Selama masa tunggu, calon jemaah disarankan menjaga kesehatan dan memperkuat persiapan ibadah haji.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar