Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hitung Mundur Puasa 2026: Berapa Hari Lagi Menuju Bulan Suci?

Kompas.com, 21 Januari 2026, 06:11 WIB
Khairina

Penulis

KOMPAS.com-Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah semakin mendekat. Di penghujung Januari 2026, umat Islam mulai memperhatikan hitung mundur menuju bulan puasa 2026, dengan pertanyaan umum yang kerap muncul: “Ramadan tinggal berapa hari lagi?”.

Pertanyaan ini tidak hanya menyangkut penentuan tanggal awal puasa, tetapi juga menjadi pengingat bagi umat untuk mempersiapkan diri, baik dalam ibadah, rutinitas keluarga, maupun persiapan mudik Lebaran.

Baca juga: Niat Puasa Syaban Sekaligus Qadha Ramadhan, Bolehkah Digabung?

Tanggal Awal Ramadan 1447 H

Berdasarkan perhitungan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan ini disampaikan melalui Maklumat Nomor 01/MLM/I.1/B/2025, yang menjadi pedoman resmi bagi warga Muhammadiyah.

Keputusan tersebut didasarkan pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang menggunakan sistem perhitungan berbasis hisab global untuk penentuan awal bulan Hijriah. Ini memungkinkan penetapan tanggal yang lebih konsisten.

Namun, pemerintah Indonesia akan menetapkan awal Ramadan melalui Sidang Isbat, yang menggabungkan metode hisab dan rukyat.

Berdasarkan perhitungan pemerintah, kemungkinan 1 Ramadan 1447 H akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026. Dengan demikian, meskipun ada prediksi, penetapan tanggal pasti masih menunggu keputusan resmi pemerintah.

Baca juga: Allahumma Bariklana fi Rajaba wa Sya’bana wa Balighna Ramadhan, Doa dan Maknanya

Transisi dari Sya'ban Menuju Ramadan

Saat ini, umat Islam sedang berada di bulan Sya'ban 1447 H. Sya'ban dikenal sebagai bulan transisi yang sering dimanfaatkan oleh umat Islam untuk memantapkan ibadah menjelang Ramadan.

Bulan ini juga menjadi waktu bagi banyak umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dengan shalat sunnah, istighfar, dan puasa sunnah sebagai persiapan fisik dan spiritual.

Rasulullah SAW dikenal sangat memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya'ban, yang menjadikannya waktu yang sangat baik untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki ibadah puasa wajib di Ramadan.

Baca juga: Ini Jadwal Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha 2026 Versi Muhammadiyah

Nisfu Sya'ban: Penanda Ramadan Semakin Dekat

Menjelang pertengahan Sya'ban, umat Islam akan menghadapi Nisfu Sya'ban, yang jatuh pada 5 Februari 2026. Secara sosial-religius, malam Nisfu Sya'ban sering dimaknai sebagai tanda bahwa Ramadan sudah semakin dekat.

Dengan sisa waktu sekitar satu bulan menuju puasa, umat Islam dianjurkan untuk mulai melakukan persiapan secara bertahap, baik fisik, mental, maupun spiritual.

Persiapan Menyambut Ramadan

Berikut beberapa persiapan penting yang bisa dilakukan umat Islam untuk menyambut Ramadan:

  • Penyelesaian utang puasa Ramadan yang tertinggal dari tahun sebelumnya.
  • Menjaga pola hidup sehat, agar tubuh siap untuk menjalani ibadah puasa dengan baik.
  • Meningkatkan kesiapan spiritual dengan memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak shalat sunnah.

Dengan hitungan mundur ini, umat Islam semakin mendekati bulan suci Ramadan yang penuh berkah. Semoga persiapan yang dilakukan dapat meningkatkan ketakwaan, kebersamaan, dan hubungan dengan Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar