Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

EMIS GTK Kemenag Resmi Gantikan Simpatika, Operator Madrasah Wajib Segera Update Data Semester Genap 2024/2025

Kompas.com, 12 Februari 2026, 23:37 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama resmi meluncurkan EMIS 4.0 GTK Madrasah, platform baru yang kini menggantikan sistem Simpatika.

Kehadiran Emis GTK Kemenag versi terbaru ini menandai babak baru pengelolaan data guru dan tenaga kependidikan (GTK) madrasah secara nasional.

Peluncuran ini dilakukan bersamaan dengan dimulainya periode pendataan EMIS Semester Genap Tahun Ajaran 2024/2025 yang sudah berjalan sejak 6 Januari 2025.

Baca juga: Sejarah Kantor Kemenhaj di Thamrin: 63 Tahun Jadi Aset Kemenag, Kini Beralih Kepemilikan

Direktur GTK Madrasah, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa EMIS 4.0 dirancang untuk meningkatkan kualitas tata kelola data.

"EMIS 4.0 dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan data GTK Madrasah. Kami berharap seluruh operator dan pihak terkait dapat segera menyesuaikan diri dengan sistem baru ini," ungkap Thobib di Jakarta, dilansir dari situs resmi Kemenag, Rabu (15/1/2025).

EMIS GTK Kemenag Jadi Pengganti Resmi Simpatika

Peralihan dari Simpatika ke EMIS 4.0 dilakukan secara penuh. Artinya, seluruh proses pendataan GTK madrasah kini tidak lagi menggunakan sistem lama.

Ketua Tim Kerja Data Sistem Informasi dan Humas, Asrul Jauhari, menegaskan bahwa migrasi data sudah resmi diberlakukan.

"Bagi operator yang belum memiliki akun EMIS GTK, segera daftarkan diri Anda. Proses ini akan membutuhkan persetujuan secara berjenjang dalam lingkup aplikasi," ujar Asrul.

Aplikasi EMIS 4.0 GTK Madrasah dapat diakses melalui laman resmi:
[https://emis.kemenag.go.id]

Seluruh operator pada semua jenjang pendidikan madrasah diimbau segera melakukan pendataan dan validasi sesuai kewenangan masing-masing.

Tak hanya itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama di setiap provinsi juga diminta untuk meneruskan informasi ini ke Kantor Kemenag Kabupaten/Kota serta lembaga pendidikan madrasah di wilayahnya.

Mengapa Data EMIS GTK Sangat Penting?

Ketua Sub Tim EMIS, Akrom, menjelaskan bahwa data GTK Madrasah memiliki peran krusial dalam berbagai layanan administrasi dan profesional guru.

Beberapa layanan penting yang bergantung pada data EMIS GTK antara lain:

  • Penerbitan Nomor Registrasi Guru (NRG)
  • Pembuatan Surat Keterangan Melaksanakan Tugas (SKMT)
  • Surat Keterangan Beban Kerja (SKBK)
  • Surat Keputusan Analisis Kelayakan Penerima Tunjangan (SKAKPT)
  • Perhitungan Tunjangan Profesi Guru (TPG)
  • Pendaftaran Program Pendidikan Profesi Guru (PPG)

Tanpa data yang valid dan terverifikasi dalam sistem EMIS GTK Kemenag, proses administrasi tersebut berpotensi terhambat.

Karena itu, validasi dan pembaruan data menjadi sangat krusial pada awal semester ini.

Dukungan Teknis untuk Operator Madrasah

Untuk memastikan implementasi berjalan lancar, Kemenag juga menyediakan layanan dukungan teknis. Operator yang mengalami kendala dapat memanfaatkan:

  • Madrasah Digital Care Live Agent EMIS
  • Grup EMIS GTK Madrasah resmi

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat adaptasi operator terhadap sistem baru sekaligus meminimalisasi kesalahan input data.

Transformasi Digital Layanan Pendidikan Madrasah

Peluncuran EMIS 4.0 GTK Madrasah menjadi bagian dari transformasi digital layanan pendidikan di bawah naungan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah.

Dengan sistem yang lebih terintegrasi dan modern, EMIS 4.0 diharapkan mampu:

  • Meningkatkan efisiensi administrasi
  • Memperkuat akurasi data nasional GTK
  • Mendukung kebijakan berbasis data
  • Mempercepat layanan profesional guru madrasah

Kementerian Agama juga menyediakan berbagai layanan informasi melalui portal resminya di [https://kemenag.go.id/layanan], termasuk regulasi, agenda nasional, publikasi digital, dan berita pusat maupun daerah.

Selain itu, masyarakat dapat mengikuti saluran resmi Kementerian Agama melalui WhatsApp Channel untuk mendapatkan pembaruan informasi terbaru.

Baca juga: Aset Gedung Kantor Kemenag di Thamrin Resmi Beralih ke Kementerian Haji dan Umrah

Dengan diberlakukannya EMIS GTK Kemenag versi 4.0 ini, para operator madrasah di seluruh Indonesia diharapkan segera melakukan penyesuaian dan memastikan seluruh data GTK telah terinput serta tervalidasi dengan benar.

Momentum awal Semester Genap 2024/2025 menjadi waktu krusial untuk memastikan tidak ada kendala dalam layanan administratif guru dan tenaga kependidikan madrasah ke depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar