Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Awal Puasa Ramadhan 18 atau 19 Februari 2026? Ini Versi Muhammadiyah, NU, BRIN, dan Pemerintah

Kompas.com, 14 Februari 2026, 22:56 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Masyarakat di Indonesia menantikan kepastian kapan awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi akan dimulai.

Penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah biasanya dilakukan oleh pemerintah, organisasi Islam, dan lembaga terkait dengan metode yang berbeda.

Penentuan awal puasa Ramadhan di Indonesia dilakukan melalui metode hisab (perhitungan astronomis), rukyat (pengamatan hilal), atau gabungan keduanya.

Muhammadiyah menggunakan metode hisab, Nahdlatul Ulama (NU) mengutamakan rukyatul hilal, sementara pemerintah mengombinasikan hisab dan rukyat melalui Sidang Isbat.

Baca juga: Kemenag Jelaskan Alasan Penggunaan 2 Metode Penentuan 1 Ramadhan 1447 H dalam Sidang Isbat

Perbedaan metode ini kerap memunculkan variasi awal Ramadhan, meski seluruhnya memiliki dasar syariat yang diakui dalam Islam.

Hal ini pula yang menimbulkan pertanyaan tanggal berapa awal puasa Ramadhan 2026.

Awal Puasa Ramadhan 18 atau 19 Februari 2026?

Secara umum, terdapat dua kemungkinan awal puasa Ramadhan 2026, yakni Rabu, 18 Februari 2026, atau Kamis, 19 Februari 2026. 

Berikut adalah penjelasan terkait kepastian dan prediksi awal Ramadhan dari berbagai lembaga.

Baca juga: 10 Istilah dalam Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan dan Penjelasan Artinya

Awal Puasa Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah telah menetapkan lebih awal 1 Ramadhan 1447 Hijriah. Organisasi ini memutuskan awal puasa Ramadhan 2026 jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Keputusan tersebut dikeluarkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.

Penetapan dilakukan menggunakan metode hisab hakiki dengan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) tanpa menunggu hasil pengamatan hilal.

Awal Puasa Ramadhan 2026 Versi Nahdlatul Ulama (NU)

Nahdlatul Ulama hingga saat ini belum mengumumkan secara resmi tanggal awal puasa Ramadhan 2026. Namun, berdasarkan kalender Almanak NU, 1 Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Walau begitu, NU masih menunggu hasil pemantauan hilal pada akhir bulan Syaban. Kepastian tetap ditentukan melalui hasil rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai lokasi pemantauan.

Awal Puasa Ramadhan 2026 Versi BRIN

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) turut menyampaikan pandangan ilmiah terkait awal Ramadhan 2026. Para peneliti memprediksi bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada 19 Februari 2026.

Meski demikian, hasil rukyat pada 18 Februari 2026 akan menjadi faktor penentu, khususnya bagi pihak yang mendahulukan pengamatan hilal dalam menetapkan awal bulan hijriah.

Awal Puasa Ramadhan 2026 Versi Pemerintah

Berdasarkan kalender resmi 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama, 1 Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Namun pemerintah belum menetapkan secara resmi awal puasa Ramadhan 2026 karena masih menunggu hasil Sidang Isbat yang dijadwalkan pada Selasa, 17 Februari 2026.

Sidang akan digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta dan dipimpin langsung Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Prosesnya diawali dengan pemaparan posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi (hisab). Selanjutnya, pemerintah menerima laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah yang melakukan observasi. Hasil sidang tersebut menjadi dasar penetapan resmi 1 Ramadhan yang diumumkan kepada masyarakat pada malam harinya.

Niat Puasa Ramadhan

Niat puasa Ramadhan dibaca sebelum melaksanakan ibadah puasa. Berikut bacaan niat puasa Ramadhan yang dapat diamalkan.

Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma jami'i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Ramadhan Sehari

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala."

Dengan adanya perbedaan prediksi awal puasa Ramadhan 2026, masyarakat diimbau tetap menunggu pengumuman resmi sesuai otoritas yang diikuti masing-masing.

Perbedaan metode hisab dan rukyat merupakan bagian dari khazanah keilmuan Islam yang telah berlangsung lama dan memiliki dasar syariat yang kuat.

Umat Islam dapat menyikapi dinamika ini dengan saling menghormati dan menjaga persatuan.

Pada akhirnya, semangat menyambut Ramadhan dengan kesiapan iman dan hati yang tenang menjadi hal yang paling utama.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar