Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Qaranqasho, Tradisi Anak Oman Sambut Pertengahan Ramadhan

Kompas.com, 24 Februari 2026, 16:13 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Ketika malam ke-14 Ramadhan tiba dan bulan sabit menggantung di langit Oman, suasana di sejumlah permukiman mendadak berubah lebih riuh dari biasanya.

Anak-anak dengan busana tradisional berwarna cerah berkelompok menyusuri gang-gang, mengetuk pintu rumah warga sambil melantunkan lagu khas.

Tradisi itu dikenal dengan nama Qaranqasho, sebuah perayaan turun-temurun yang menjadi bagian tak terpisahkan dari wajah Ramadhan di Oman.

Di tengah kekhusyukan ibadah puasa, Qaranqasho menghadirkan sisi lain Ramadhan: keceriaan, kebersamaan, dan semangat berbagi yang hidup di tengah masyarakat.

Apa Itu Qaranqasho?

Qaranqasho dirayakan pada malam sebelum tanggal 15 Ramadhan. Tradisi ini menjadi penanda bahwa separuh bulan suci telah dilalui.

Anak-anak yang ikut berpuasa selama dua pekan pertama diberi apresiasi melalui perayaan sederhana namun penuh makna.

Mengutip laporan times of oman, perayaan ini melibatkan anak-anak yang berkeliling dari rumah ke rumah untuk menyanyikan lagu tradisional.

Sebagai balasannya, tuan rumah memberikan hadiah berupa kacang-kacangan, kue, manisan, uang receh, hingga halwa khas Oman.

Praktiknya sekilas mengingatkan pada Gargee’an yang populer di sejumlah negara Teluk seperti Kuwait dan Bahrain. Namun Qaranqasho memiliki lirik lagu, irama, serta ekspresi budaya yang khas Oman.

Baca juga: Tradisi Ramadhan Paling Unik di Nusantara, dari Dugderan hingga Tumbilotohe

Akar Sejarah dan Makna Sosial

Sejumlah sejarawan budaya Teluk menyebutkan bahwa tradisi semacam ini tumbuh dari kultur masyarakat pesisir yang kuat dengan nilai komunal.

Dalam buku Oman: Culture and Diplomacy karya Jeremy Jones, dijelaskan bahwa kehidupan sosial masyarakat Oman sejak dahulu dibangun atas prinsip solidaritas, penghormatan terhadap keluarga, dan transmisi nilai antar generasi.

Qaranqasho menjadi medium untuk mentransfer nilai tersebut. Anak-anak tidak hanya diajak bergembira, tetapi juga belajar tentang disiplin puasa, keberanian bersosialisasi, serta pentingnya menghargai tetangga.

Tradisi ini memang bukan bagian dari ritual ibadah formal. Namun dalam konteks sosial-keagamaan, ia memperkuat makna Ramadhan sebagai bulan yang menumbuhkan empati dan kebersamaan.

Malam yang Dinanti Anak-anak

Pada malam Qaranqasho, anak-anak mengenakan dishdasha kecil atau gaun tradisional dengan warna-warna cerah.

Anak perempuan sering memakai aksesori rambut dan tas kecil untuk menampung hadiah. Sementara anak laki-laki tampil dengan pakaian tradisional lengkap, mencerminkan identitas budaya Oman.

Suasana semakin semarak ketika keluarga telah menyiapkan paket camilan khusus untuk dibagikan.

Ada yang membungkus kacang dan kismis dalam kantong kecil, ada pula yang membagikan halwa Oman, manisan legit yang menjadi kebanggaan kuliner negeri tersebut.

Tawa dan nyanyian mereka memecah malam, menciptakan atmosfer yang berbeda dari hari-hari Ramadhan biasanya yang cenderung hening setelah tarawih.

Baca juga: Menyambut Ramadhan, Ini Tradisi Unik di Berbagai Negara

Ramadhan sebagai Ruang Sosial

Dalam perspektif kajian Islam, Ramadhan bukan hanya ibadah personal, tetapi juga momentum sosial.

Dalam buku Haifa: Transformation of an Arab Society, 1918-1939 karya May Seikaly, disebutkan bahwa masyarakat Teluk memaknai Ramadhan sebagai waktu memperkuat jaringan sosial, mempererat hubungan keluarga, dan menghidupkan kembali tradisi lokal.

Qaranqasho adalah cerminan nyata dari konsep tersebut. Ia menjadi sarana memperkenalkan generasi muda pada identitas kolektif mereka, sekaligus menghidupkan kembali interaksi antar tetangga di tengah modernitas.

Di era ketika gawai dan media sosial kerap mendominasi kehidupan anak-anak, tradisi ini menghadirkan pengalaman nyata, berjalan bersama teman sebaya, berinteraksi langsung dengan warga, serta merasakan kegembiraan sederhana.

Persamaan dan Keunikan Dibanding Tradisi Teluk Lain

Tradisi pertengahan Ramadhan sebenarnya tidak hanya ada di Oman. Negara-negara seperti Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab juga mengenal perayaan serupa dengan nama berbeda.

Namun Qaranqasho tetap memiliki karakter unik, terutama pada variasi lagu daerah yang berbeda di tiap wilayah Oman. Liriknya sering kali berisi doa, harapan, dan pujian kepada tuan rumah.

Keunikan lain terletak pada pendekatan keluarga yang sangat personal. Banyak keluarga Oman memanfaatkan momen ini untuk mengajarkan anak tentang sopan santun, cara menyapa orang tua, dan pentingnya mengucapkan terima kasih.

Baca juga: Dari Dugderan hingga 3.000 Culok, Tradisi Sambut Ramadhan 1447 H Semarak di Berbagai Daerah

Menjaga Tradisi di Tengah Modernisasi

Seiring perubahan zaman, sejumlah komunitas kini merayakan Qaranqasho secara lebih terorganisir, bahkan ada yang menggelarnya di halaman masjid atau pusat komunitas.

Namun esensinya tetap sama: merayakan kebersamaan dan menghargai usaha anak-anak dalam berpuasa.

Pemerintah dan komunitas budaya Oman juga mendorong pelestarian tradisi ini sebagai bagian dari warisan tak benda. Di tengah arus globalisasi, identitas lokal menjadi penopang karakter bangsa.

Lebih dari Sekadar Perayaan

Ramadhan di Oman pada akhirnya bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ia adalah tentang bagaimana nilai spiritual bertemu dengan budaya, membentuk tradisi yang memperkaya kehidupan sosial.

Qaranqasho mungkin bukan ibadah wajib, tetapi ia menegaskan bahwa kegembiraan dan kebaikan dapat berjalan beriringan.

Anak-anak belajar tentang disiplin, masyarakat belajar tentang berbagi, dan generasi tua menyaksikan nilai lama tetap hidup di tangan generasi baru.

Di bawah langit Ramadhan yang tenang, suara nyanyian anak-anak Oman itu menjadi pengingat, bulan suci tak hanya menguatkan hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mempererat hubungan antar sesama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar