Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Shalat Idul Fitri 2026: Niat, Tata Cara, Rukun, dan Sunnahnya

Kompas.com, 12 Maret 2026, 13:08 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang sangat dinanti umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh pada bulan Ramadan.

Selain menjadi hari kemenangan, Idul Fitri juga menjadi waktu untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT.

Salah satu ibadah yang paling identik dengan perayaan Idul Fitri adalah shalat Idul Fitri yang dilaksanakan pada pagi hari tanggal 1 Syawal.

Shalat ini memiliki keutamaan tersendiri karena menjadi simbol kebersamaan umat Islam dalam merayakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa.

Agar ibadah tersebut dapat dilakukan dengan lebih sempurna, umat Islam perlu memahami niat, tata cara pelaksanaan, rukun, serta sunnah-sunnah yang dianjurkan sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri.

Apa Itu Shalat Idul Fitri?

Shalat Idul Fitri merupakan shalat sunnah dua rakaat yang dilaksanakan pada pagi hari tanggal 1 Syawal setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu dzuhur.

Pelaksanaannya biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid, lapangan terbuka, atau tempat yang luas agar dapat diikuti oleh banyak jamaah.

Dalam tradisi Islam, shalat ini juga menjadi sarana berkumpulnya umat Islam dalam suasana kebahagiaan dan persaudaraan.

Dalam kitab Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa shalat Id termasuk ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah).

Nabi Muhammad SAW bahkan menganjurkan seluruh umat Islam, termasuk perempuan dan anak-anak, untuk menghadiri perayaan Idul Fitri.

Baca juga: 20 Prompt AI untuk Membuat Kartu Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 H yang Estetik dan Mudah Dibuat

Bacaan Niat Shalat Idul Fitri

Sebagaimana ibadah lainnya, shalat Idul Fitri diawali dengan niat. Niat menjadi penegasan bahwa ibadah yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT.

Berikut beberapa bacaan niat shalat Idul Fitri:

Niat sebagai imam

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan li‘idil fithri rak‘ataini imaaman lillaahi ta‘alaa.

Artinya: “Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Niat sebagai makmum

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan li‘idil fithri rak‘ataini ma’muuman lillaahi ta‘alaa.

Artinya: “Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Niat shalat sendiri

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan li‘idil fithri rak‘ataini lillaahi ta‘alaa.

Artinya: “Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Para ulama menjelaskan bahwa niat tidak harus dilafalkan dengan suara keras, melainkan cukup dihadirkan dalam hati ketika memulai shalat.

Tata Cara Shalat Idul Fitri

Secara umum, tata cara shalat Idul Fitri hampir sama dengan shalat sunnah lainnya. Namun terdapat takbir tambahan yang menjadi ciri khas shalat ini.

Berikut urutan pelaksanaannya:

  • Niat shalat Idul Fitri.
  • Takbiratul ihram.
  • Membaca doa iftitah.
  • Melakukan tujuh kali takbir tambahan pada rakaat pertama.
  • Membaca Surah Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan surah Al-Qur’an.
  • Ruku, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud seperti shalat biasa.
  • Bangkit untuk rakaat kedua.
  • Melakukan lima kali takbir tambahan pada rakaat kedua.
  • Membaca Surah Al-Fatihah dan surah Al-Qur’an.
  • Menyelesaikan shalat hingga salam.

Di antara setiap takbir tambahan, dianjurkan membaca dzikir:

“Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.”

Dalam kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa tambahan takbir ini merupakan sunnah yang dianjurkan dalam shalat Id.

Baca juga: Masih Bingung Cara Sholat Idul Fitri? Ini Niat dan Tata Caranya

Rukun Shalat Idul Fitri

Rukun shalat Idul Fitri pada dasarnya sama dengan rukun shalat pada umumnya.

Beberapa rukun yang harus dipenuhi antara lain:

  • niat
  • takbiratul ihram
  • berdiri bagi yang mampu
  • membaca Surah Al-Fatihah
  • ruku
  • i’tidal
  • sujud dua kali
  • duduk di antara dua sujud
  • tasyahud akhir
  • salam

Apabila salah satu rukun tersebut tidak dilaksanakan, maka shalat menjadi tidak sah.

Sunnah Sebelum Melaksanakan Shalat Idul Fitri

Selain memahami tata cara dan rukun shalat, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan sebelum melaksanakan shalat Id.

1. Mandi sebelum berangkat salat Id

Umat Islam dianjurkan mandi pada pagi hari Idul Fitri agar tubuh bersih dan segar ketika beribadah.

Dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa kebersihan lahir menjadi bagian dari adab ketika menghadiri perayaan keagamaan.

2. Memakai pakaian terbaik

Islam menganjurkan umatnya mengenakan pakaian yang bersih dan rapi saat melaksanakan shalat Id.

3. Makan sebelum berangkat

Pada Idul Fitri dianjurkan makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat. Banyak umat Islam mencontoh kebiasaan Nabi dengan memakan kurma dalam jumlah ganjil.

4. Memperbanyak takbir

Sejak malam hari raya hingga sebelum shalat Id dimulai, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.

5. Berjalan kaki menuju tempat shalat

Jika memungkinkan, dianjurkan berjalan kaki menuju lokasi shalat Id.

6. Mengambil jalan berbeda saat pulang

Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Nabi SAW menggunakan jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari tempat shalat Id.

Baca juga: 40 Kata-kata Idul Fitri 2026 Menyentuh Hati untuk Keluarga dan Sahabat

Simbol Kebersamaan Umat Islam

Shalat Idul Fitri bukan sekadar ibadah sunnah. Lebih dari itu, shalat ini menjadi simbol kebersamaan umat Islam dalam merayakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan.

Dalam buku Rahasia Puasa Menurut Al-Qur’an dan Sunnah karya Yusuf Qardhawi dijelaskan bahwa Idul Fitri merupakan momen kembalinya manusia kepada fitrah setelah melalui proses penyucian diri selama bulan Ramadan.

Karena itu, memahami niat, tata cara, rukun, dan sunnah shalat Idul Fitri dapat membantu umat Islam melaksanakan ibadah dengan lebih khusyuk dan sempurna.

Pada akhirnya, hari raya tidak hanya menjadi perayaan kemenangan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, dan memulai kehidupan yang lebih baik setelah Ramadan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar