Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tulisan Assalamualaikum yang Benar, Lengkap Arab dan Maknanya

Kompas.com, 11 April 2026, 12:17 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Ucapan “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” hampir tak pernah absen dalam keseharian umat Islam.

Ia hadir di awal percakapan, menjadi pembuka pidato, hingga penanda kehadiran seseorang dalam sebuah majelis.

Namun di balik kebiasaan yang tampak sederhana itu, tersimpan makna mendalam yang sering kali luput disadari.

Bahkan, tidak sedikit yang masih keliru dalam penulisan maupun pengucapannya, padahal salam bukan sekadar sapaan, melainkan doa yang sarat nilai spiritual.

Lantas, bagaimana sebenarnya penulisan salam yang benar? Dan apa makna serta keutamaannya dalam ajaran Islam?

Tulisan Assalamualaikum yang Benar dalam Bahasa Arab

Penulisan salam yang tepat sesuai kaidah bahasa Arab adalah:

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh

Arti: Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya tercurah kepada kalian.

Ketepatan penulisan ini penting, karena dalam Islam, lafaz doa tidak hanya dilihat dari maknanya, tetapi juga dari keakuratan penyampaiannya.

Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi, dijelaskan bahwa menyempurnakan salam hingga “warahmatullahi wabarakatuh” merupakan sunnah yang dianjurkan.

Baca juga: Arti Syafakillah, Syafakallah, Syafakumullah: Makna, Tulisan Arab, dan Cara Pakainya

Salam Bukan Sekadar Sapaan, Tapi Doa

Dalam perspektif Islam, salam adalah doa yang langsung dipanjatkan kepada Allah untuk orang yang mendengarnya. Setiap kata dalam salam memiliki makna:

  • Assalāmu‘alaikum: Doa keselamatan
  • Warahmatullāh: Doa agar mendapat rahmat Allah
  • Wabarakātuh: Doa keberkahan dalam hidup

Dalam Al-Qur’an Surah An-Nur ayat 61, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk menyebarkan salam sebagai bentuk penghormatan yang penuh berkah.

Artinya, ketika seseorang mengucapkan salam, ia sedang menebarkan doa kebaikan, bukan hanya kepada orang lain, tetapi juga kepada dirinya sendiri.

Keutamaan Mengucapkan Salam dalam Islam

1. Menumbuhkan Kasih Sayang Antar Sesama

Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa menyebarkan salam adalah kunci untuk menumbuhkan cinta di antara sesama muslim.

Dalam buku Doa Anak Kecil karya Anhar Anshar dijelaskan bahwa salam menjadi jembatan emosional yang mempererat hubungan sosial. Ia menghilangkan sekat, meruntuhkan prasangka, dan menghadirkan rasa aman.

2. Termasuk Amalan Terbaik

Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa salah satu amalan terbaik dalam Islam adalah memberi makan dan mengucapkan salam kepada siapa saja, baik yang dikenal maupun tidak.

Ini menunjukkan bahwa salam memiliki dimensi sosial yang luas. Ia tidak eksklusif, melainkan inklusif, ditujukan untuk membangun peradaban yang ramah dan penuh empati.

3. Membuka Jalan Menuju Surga

Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW menyebutkan beberapa amalan yang bisa mengantarkan seseorang ke surga, salah satunya adalah menyebarkan salam.

Dalam buku Assalamu’alaikum: Tebarkan Salam Damaikan Alam karya Mahmud asy-Syafrowi dijelaskan bahwa salam adalah simbol perdamaian universal. Ia bukan hanya ritual, tetapi nilai yang harus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Tulisan Man Jadda Wajada yang Benar Beserta Artinya

Dimensi Spiritual: Salam sebagai Dzikir

Selain sebagai doa, salam juga merupakan bentuk dzikir. Ketika seseorang mengucapkan salam, ia menyebut nama Allah dan mengingat-Nya.

Rasulullah SAW bahkan menegaskan bahwa orang yang pertama kali mengucapkan salam adalah yang paling dekat dengan Allah.

Hal ini menunjukkan bahwa salam memiliki nilai spiritual yang tinggi, bukan sekadar etika sosial.

Bukti Kesucian Hati Seorang Muslim

Mengucapkan salam juga mencerminkan kondisi batin seseorang. Ia menjadi tanda kerendahan hati dan kebersihan jiwa.

Orang yang terbiasa memberi salam menunjukkan bahwa dirinya bebas dari kesombongan, iri hati, dan kebencian. Ia datang dengan niat baik dan membawa pesan damai.

Dalam kajian akhlak Islam, salam sering disebut sebagai “indikator keimanan sosial” yaitu bagaimana iman seseorang tercermin dalam interaksi sehari-hari.

Baca juga: Insya Allah atau Insha Allah, Mana Tulisan yang Benar?

Kesalahan yang Sering Terjadi

Meski sering diucapkan, ada beberapa kesalahan umum yang kerap terjadi, seperti:

  • Penulisan tidak lengkap (hanya “Assalamualaikum” tanpa lanjutan)
  • Penulisan tidak sesuai kaidah Arab
  • Pengucapan yang terburu-buru tanpa memahami makna

Padahal, menyempurnakan salam adalah bagian dari adab yang diajarkan Rasulullah.

Salam sebagai Fondasi Kehidupan Sosial

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan individualistik, salam menjadi pengingat akan pentingnya nilai kemanusiaan.

Ia sederhana, tetapi memiliki dampak besar. Dari satu ucapan, lahir rasa aman. Dari satu doa, tumbuh harapan. Dan dari satu kebiasaan, terbentuk budaya saling menghormati.

Pada akhirnya, “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” bukan hanya ucapan pembuka. Ia adalah doa, dzikir, dan simbol peradaban yang damai.

Sebuah kalimat singkat yang, jika dihayati, mampu menghadirkan ketenangan, baik bagi yang mengucapkan maupun yang mendengarkan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar