Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arti Syafakillah, Syafakallah, Syafakumullah: Makna, Tulisan Arab, dan Cara Pakainya

Kompas.com, 23 September 2025, 12:14 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com- Beberapa kosakata dalam Bahasa Arab seperti Syafakillah, Syafakallah, dan Syafakumullah saat ini sudah lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari maupun digunakan dalam unggahan media sosial.

Kata Syafakillah, Syafakallah, dan Syafakumullah kerap digunakan ketika menjenguk atau memberi ucapan kepada orang yang sakit.

Lantas apa arti dan makna kata tersebut serta untuk apa penggunaannya? Simak penjelasannya di bawah ini.

Baca juga: Doa Sapu Jagat: Bacaan Arab, Latin, Arti, Serta Waktu Terbaik Melafalkannya

Apa Arti Syafakillah?

Syafakillah ( شفاك الله ) artinya semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (perempuan).

Ucapan ini digunakan untuk mendoakan kesembuhan bagi orang lain yang subjeknya perempuan, tunggal, dan diucapkan secara langsung kepada orang yang bersangkutan.

Arti Syafakallah, Digunakan untuk Laki-laki

Syafakallah ( شفاك الله ) juga memiliki arti semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (laki-laki).

Ucapan ini digunakan untuk mendoakan kesembuhan bagi orang lain yang subjeknya laki-laki, tunggal, dan diucapkan secara langsung kepada orang yang bersangkutan.

Baca juga: Bacaan Doa 4 Bulan Kehamilan Lengkap dengan Artinya

Syafakumullah: Doa untuk Banyak Orang

Syafakumullah ( شفاكم الله ) artinya semoga Allah memberikan kesembuhan kepada kalian semua.

Ucapan ini digunakan untuk mendoakan kesembuhan orang lain yang subjeknya jamak atau lebih dari satu dan diucapkan secara langsung kepada orang yang bersangkutan.

Perbedaan Syafakillah, Syafakallah, dan Syafakumullah

Istilah Syafakillah, Syafakallah, dan Syafakumullah sering diucapkan saat menjenguk atau mendoakan orang sakit.

Ketiganya merupakan doa dalam bahasa Arab yang bermakna memohon kesembuhan kepada Allah SWT, namun penggunaannya berbeda tergantung kepada siapa doa tersebut ditujukan.

Tulisan Arab, Latin, dan Cara Membacanya

Selain itu, pelafalan dan penulisan dalam bahasa Arab juga berbeda.

1. Syafakillah

Tulisan Arab: شفاكِ الله

Arab Latin: Syafākillāh

2. Syafakallah

Tulisan Arab: شفاكَ الله

Arab Latin: Syafākallāh

3. Syafakumullah (Untuk Jamak/Lebih dari Satu Orang)

Tulisan Arab: شفاكمُ الله

Arab Latin: Syafākumullāh

Syafahullah dan Syafahumullah: Doa untuk Orang Ketiga

Penggunaan ucapan untuk orang ketiga dan orang ketiga jamak juga berbeda.

Pertama adalah Syafahullah ( شفاه الله ) yang artinya Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadanya (laki-laki).

Ucapan ini digunakan untuk mendoakan kesembuhan orang lain yang subjeknya laki-laki dan tidak berada diantara orang yang sedang berkomunikasi.

Kemudian Syafahallah ( شفاه الله ) yang artinya Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadanya (perempuan).

Ucapan ini juga digunakan untuk mendoakan kesembuhan orang lain yang subjeknya perempuan dan tidak berada diantara orang yang sedang berkomunikasi.

Jika ditujukan untuk orang banyak (jamak), bisa menggunakan Syafahumullah ( شفاهم الله )
yang artinya semoga Allah memberikan kesembuhan kepada mereka (laki-laki).

Ucapan ini digunakan untuk mendoakan kesembuhan orang lain yang subjeknya laki-laki, jamak dan tidak berada diantara orang yang berkomunikasi.

Bisa juga menggunakan Syafahunnallah ( شفاهن الله ) yang artinya semoga Allah memberikan kesembuhan kepada mereka (perempuan).

Ucapan ini digunakan untuk mendoakan kesembuhan orang lain yang subjeknya perempuan, jamak dan tidak berada diantara orang yang berkomunikasi.

Contoh Penggunaan Syafakillah dalam Kalimat Sehari-hari

Berikut beberapa contoh penggunaan Syafakillah dalam percakapan sehari-hari:

“Syafakillah Bu, semoga Allah angkat penyakitnya dan diberi kesehatan kembali.”

“Syafakillah Kak, semoga lekas sembuh dan selalu dalam lindungan Allah.”

“Syafakillah, Ukhti. Semoga Allah memberikan kesembuhan yang sempurna tanpa meninggalkan rasa sakit sedikit pun.”

Kapan Waktu yang Dianjurkan Mengucapkannya?

Ucapan Syafakillah dianjurkan disampaikan ketika mengetahui seorang perempuan sedang sakit, baik dalam kondisi ringan maupun berat.

Selain itu, ungkapan ini bisa diucapkan ketika datang menjenguk teman, keluarga, atau kerabat setelah memberi salam atau saat berbincang untuk memberikan semangat.

Ucapan ini juga bisa disampaikan kepada seseorang baru saja sakit atau masih dalam masa pemulihan.

Tidak hanya itu, ucapan ini juga bisa disampaikan melalui pesan singkat, WhatsApp, atau media sosial sebagai bentuk dukungan moral.

Dalil dan Doa Rasulullah Saat Menjenguk Orang Sakit

Menjenguk orang sakit termasuk sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas antarsesama Muslim.

Amalan ini bukan sekadar tradisi sosial, tetapi juga bagian dari ajaran Islam yang memiliki nilai ibadah dan ganjaran pahala.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Barāʾ, Rasulullah SAW menyebutkan tujuh perkara yang diperintahkan kepada umatnya, dan salah satunya adalah menjenguk orang sakit.

عَنِ الْبَرَاءِ ، قَالَ : ” أَمَرَنَا النَّبِيُّ بِسَبْعِ، وَنَهَانَا عَنْ سَبْعِ: أَمَرَنَا بِعِيَادَةِ الْمَرِيضِ، وَاتَّبَاعِ الْجِنَازَةِ، وَتَثْمِيتِ الْعَاطِسِ، وَإِجَابَةِ الدَّاعِي، وَرَدِّ السَّلَامِ، وَنَصْرِ الْمَظْلُومِ، وَإِبْرَارِ الْمُقْسِمِ.

Al-Barāʾ meriwayatkan: “Nabi SAW memerintahkan kami untuk melakukan tujuh hal dan melarang kami dari tujuh hal lainnya: Beliau memerintahkan kami untuk menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, mendoakan orang yang bersin dengan ucapan ‘yarḥamuka Allāh’, memenuhi undangan, menjawab salam, menolong orang yang dizalimi, dan memenuhi permintaan orang yang bersumpah.” (Ṣaḥīḥ al-Bukhārī no. 6294 dan Ṣaḥīḥ Muslim no. 5510).

Hadits tersebut menegaskan bahwa menjenguk orang sakit memiliki kedudukan penting dalam kehidupan sosial umat Islam.

Selain menjadi wujud empati dan dukungan moral, amalan ini juga termasuk ibadah yang bernilai pahala besar di sisi Allah SWT.

Keutamaan Mendoakan Orang Sakit dalam Islam

Dalam ajaran Islam, terdapat penekanan kuat tentang pentingnya saling peduli, mendukung, dan memperhatikan kondisi sesama.

Anjuran menjenguk orang sakit tidak terbatas pada saudara seiman saja, melainkan berlaku secara umum sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang antarmanusia.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, dijelaskan bahwa ketika Rasulullah SAW menjenguk orang sakit, beliau membacakan doa berikut:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Artinya: “Hilangkanlah kesukaran atau penyakit itu, wahai Tuhan manusia. Sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tak ada kesembuhan, kecuali kesembuhan-Mu. Kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.” (Ṣaḥīḥ al-Bukhārī 5737 dan Ṣaḥīḥ Muslim 5838).

Menjenguk orang sakit bukan sekadar kunjungan formal, tetapi juga sarana memberikan dukungan moral, menyampaikan doa kesembuhan, serta mengingatkan bahwa setiap ujian berada dalam rahmat dan kasih sayang Allah SWT.

Amalan ini turut mempererat tali persaudaraan, khususnya di kalangan umat Islam, sekaligus menumbuhkan empati, kepedulian, dan rasa kebersamaan dalam kehidupan sosial.

Ucapan Alternatif Selain Syafakillah yang Bisa Digunakan

Selain doa singkat di atas, berikut ini adalah doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW ketika menjenguk orang sakit.

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أذْهِبِ البَأْسَ،وَ اشْفِهِ أَنْتَ الشَّافِي، لا شِفَاءَ إلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لا يُغَادِرُ سَقَمًا

Arab Latin: Allahumma Rabbannasi adzhibil ba’sa wasyfi anta asy Syaafii laa syifaa’a illa Syifaa’uk, syifaa’an laa yughaadiru saqama.

Artinya: Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah sakit ini, karena sesungguhnya Engkaulah Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan, kecuali kesembuhan dari-Mu. Kesembuhan yang tidak akan meninggalkan penyakit setelahnya.

FAQ Seputar Syafakillah

Syafakillah Digunakan untuk Siapa?

Syafakillah adalah doa yang diucapkan untuk perempuan yang sedang sakit. Ucapan ini berarti “Semoga Allah menyembuhkanmu.”

Kata ini digunakan ketika mendoakan satu orang perempuan, baik secara langsung maupun melalui pesan tertulis.

Apa Jawaban yang Tepat Setelah Diucapkan Syafakillah?

Ucapan Syafakillah dapat dibalas dengan beberapa cara, antara lain:

جزاكَ اللهُ خيرًا

Arab latin: Jazākallāhu khairan

Artinya: “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.”

آمين، بارك الله فيكِ

Arab latin: Āmīn, bārakallāhu fīki

Artinya: “Aamiin, semoga Allah memberkahimu.”

Selain itu, bisa juga menjawab dengan doa serupa dengan memohon kesehatan kepada Allah untuk lawan bicara.

Bolehkah Mengucapkan Syafakillah kepada Non-Muslim?

Ucapan Syafakillah bisa disampaikan kepada sahabat non-muslim sebagai salah satu cara untuk menjaga hubungan sosial dan spiritual di antara sesama.

Dalam hal ini, Islam mengajarkan bahwa hubungan antar manusia harus dibangun di atas dasar kepedulian, empati, dan kasih sayang, dan salah satu caranya adalah melalui kunjungan kepada orang yang sedang sakit.

Apakah Syafakillah Harus Diucapkan dalam Bahasa Arab?

Ucapan Syafakillah bisa diucapkan dengan bahasa Arab maupun digabungkan dengan bahasa lain seperti bahasa Indonesia dan Inggris.

Hal ini tidak mengurangi tujuan atau niat tulus dalam mendoakan kesembuhan adalah yang paling utama, baik diucapkan dalam bahasa Arab maupun bahasa sehari-hari.

Apa Perbedaan Syafakillah dan Doa Kesembuhan Lainnya?

Perbedaan Syafakillah dengan doa kesembuhan lainnya adalah kepada siapa doa tersebut ditujukan.

Seperti yang terlah dijelaskan, Syafakillah diucapkan langsung untuk perempuan yang sedang sakit.

Sementara beberapa doa lainnya bisa diucapkan kepada laki-laki, secara langsung maupun tidak langsung.

Ada pula doa-doa kesembuhan yang lebih panjang, yang mengandung kalimat dan kata-kata yang baik dan bisa mendorong semangat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bolehkah Menggabungkan Puasa Qadha dan Puasa Syawal? Ini Penjelasan Hukumnya Menurut Ulama
Bolehkah Menggabungkan Puasa Qadha dan Puasa Syawal? Ini Penjelasan Hukumnya Menurut Ulama
Aktual
Puasa Syawal: Hukum, Niat, dan Tata Cara Menurut Ulama
Puasa Syawal: Hukum, Niat, dan Tata Cara Menurut Ulama
Doa dan Niat
Beda Arti Taqabbalallahu Minna Wa Minkum dan Minal Aidin Wal Faizin, Ini Penjelasannya
Beda Arti Taqabbalallahu Minna Wa Minkum dan Minal Aidin Wal Faizin, Ini Penjelasannya
Doa dan Niat
Arti Taqabbalallahu Minna wa Minkum yang Diucapkan Saat Lebaran dan Jawabannya
Arti Taqabbalallahu Minna wa Minkum yang Diucapkan Saat Lebaran dan Jawabannya
Doa dan Niat
Ribuan Jemaah Padati Masjid Tokyo Camii, Shalat Idul Fitri 2026 Digelar hingga 5 Kali
Ribuan Jemaah Padati Masjid Tokyo Camii, Shalat Idul Fitri 2026 Digelar hingga 5 Kali
Aktual
50 Link Twibbon Idul Fitri 1447 H untuk Rayakan Lebaran 2026 dan Cara Pasang Fotonya
50 Link Twibbon Idul Fitri 1447 H untuk Rayakan Lebaran 2026 dan Cara Pasang Fotonya
Aktual
Panduan Khutbah Idul Fitri 2026: Rukun, Tata Cara, dan Susunan Lengkap
Panduan Khutbah Idul Fitri 2026: Rukun, Tata Cara, dan Susunan Lengkap
Aktual
Doa Ziarah Kubur Idul Fitri 2026 Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Ziarah Kubur Idul Fitri 2026 Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
9 Ucapan Sungkeman Idul Fitri yang Sangat Mengharukan
9 Ucapan Sungkeman Idul Fitri yang Sangat Mengharukan
Aktual
Tata Cara Shalat Idul Fitri Lengkap: Niat, Takbir 7 dan 5 Kali, hingga Bacaan yang Dianjurkan
Tata Cara Shalat Idul Fitri Lengkap: Niat, Takbir 7 dan 5 Kali, hingga Bacaan yang Dianjurkan
Aktual
Panduan Khutbah Idul Fitri Lengkap: Urutan, Rukun, dan Dalilnya, Khatib Wajib Tahu
Panduan Khutbah Idul Fitri Lengkap: Urutan, Rukun, dan Dalilnya, Khatib Wajib Tahu
Aktual
7 Amalan Wanita Haid Saat Lebaran, Tetap Dapat Pahala Meski Tak Shalat Id
7 Amalan Wanita Haid Saat Lebaran, Tetap Dapat Pahala Meski Tak Shalat Id
Aktual
Bagi-Bagi THR dalam Islam: Hukum, Etika, dan Potensi Dosa
Bagi-Bagi THR dalam Islam: Hukum, Etika, dan Potensi Dosa
Aktual
Doa Sholat Idul Fitri Lengkap: Niat, Takbir, dan Artinya
Doa Sholat Idul Fitri Lengkap: Niat, Takbir, dan Artinya
Aktual
Menyentuh! Jelang Lebaran, Polisi di Tulungagung Berbagi untuk Penggali Kubur dan Bilal Jenazah
Menyentuh! Jelang Lebaran, Polisi di Tulungagung Berbagi untuk Penggali Kubur dan Bilal Jenazah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com