Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Daftar Harga Hewan Kurban di Jambi Jelang Idul Adha 2026: Sapi Tembus Rp 20 Juta, Kerbau Rp 22 juta

Kompas.com, 5 Mei 2026, 19:28 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, harga hewan kurban di Jambi mulai mengalami kenaikan.

Kenaikan terlihat di sejumlah pasar ternak, termasuk di Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari.

Meski harga naik, aktivitas jual beli belum sepenuhnya ramai. Kondisi ini dipengaruhi waktu pelaksanaan kurban yang masih sekitar satu bulan lagi serta daya beli masyarakat.

Baca juga: Harga Sapi Kurban di Bantul Naik Jelang Idul Adha 2026, Pedagang Akui Pasokan Terbatas

Daftar Harga Hewan Kurban di Pasar Ternak Muara Bulian

Dilansir dari TribunJambi.com, harga sapi kurban di Pasar Ternak Muara Bulian saat ini berada di kisaran Rp 20.000.000 per ekor, tergantung ukuran. Angka tersebut mengalami kenaikan dari sebelumnya sekitar Rp 17.500.000 per ekor.

Pahrudin, pedagang ternak atau blantik, menyebut kenaikan harga terjadi seiring mendekati Idul Adha.

"Untuk sekarang harga sapi sudah di Rp 20.000.000, tergantung ukuran," jelasnya.

Baca juga: Syarat Hewan Kurban Menurut Syariat, Mulai dari Jenis, Usia, hingga Kondisi Fisik

Selain sapi, harga kerbau juga mengalami kenaikan. Untuk ukuran tertentu, harga kerbau saat ini mencapai Rp 22.000.000 per ekor.

Pedagang lain, Mulyono, menyebut harga kerbau naik dari sebelumnya sekitar Rp 18.000.000 menjadi Rp 22.000.000 per ekor.

Penjualan Hewan Kurban Belum Alami Lonjakan

Meskipun harga mengalami kenaikan, transaksi penjualan hewan kurban belum menunjukkan lonjakan signifikan.

Pahrudin mengaku penjualan yang dicapai saat ini masih di bawah kondisi normal.

Ia mencatat penjualan baru mencapai 15 hingga 16 ekor, sementara biasanya bisa mencapai 20 hingga 30 ekor.

"Biasanya puncak pembelian ini memang dua Minggu menjelang hari raya Idul Adha," katanya.

Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi daya beli masyarakat yang masih lemah serta waktu Idul Adha yang masih cukup jauh.

Harga Dihitung Berdasarkan Bobot Hewan

Mulyono menjelaskan harga sapi juga dipengaruhi oleh bobot hewan. Sapi dengan bobot sekitar 100 kilogram dijual seharga Rp 21.000.000 per ekor.

Sementara itu, sapi dengan bobot sekitar 70 kilogram dibanderol Rp 17.000.000 per ekor.

"Untuk harga masih tergolong standar menjelang Idul Adha," tuturnya.

Minat Masyarakat Lebih Tinggi pada Sapi Kurban

Meski harga kerbau meningkat, minat masyarakat cenderung lebih tinggi terhadap sapi sebagai hewan kurban. Hal ini membuat permintaan sapi tetap stabil dibandingkan jenis hewan lainnya.

Mulyono menambahkan, harga hewan kurban masih berpotensi berubah seiring meningkatnya permintaan menjelang Idul Adha.

"Diperkirakan harga hewan kurban masih berpotensi mengalami perubahan seiring meningkatnya permintaan mendekati Hari Raya Idul Adha," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com dengan judul "Daftar Harga Hewan Kurban di Jambi pada Idul Adha 2026, Kisaran Rp17-22 Juta per Ekor Sapi"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Apresiasi 100 Tahun Gontor, Wamenag Sebut Kiprah Pesantren Ini Sudah Mendunia
Apresiasi 100 Tahun Gontor, Wamenag Sebut Kiprah Pesantren Ini Sudah Mendunia
Aktual
Meruntuhkan Menara Gading LPNU, Menyelamatkan Ekonomi Nahdliyin
Meruntuhkan Menara Gading LPNU, Menyelamatkan Ekonomi Nahdliyin
Aktual
Gus Yahya Ajak Warga NU Jaga Persatuan Jelang Muktamar 2026: Hindari Kontroversi dan Pertentangan Baru
Gus Yahya Ajak Warga NU Jaga Persatuan Jelang Muktamar 2026: Hindari Kontroversi dan Pertentangan Baru
Aktual
Arab Saudi Beri Bantuan Rp 260 Miliar untuk Bayar Gaji PNS Yaman
Arab Saudi Beri Bantuan Rp 260 Miliar untuk Bayar Gaji PNS Yaman
Aktual
Jelang Munas-Konbes NU 2026, Masyayikh Desak Batalkan Usulan Perubahan AHWA dan Larangan Rangkap Jabatan Politik
Jelang Munas-Konbes NU 2026, Masyayikh Desak Batalkan Usulan Perubahan AHWA dan Larangan Rangkap Jabatan Politik
Aktual
Rekam Jejak Munas NU: Dari Khittah 1926 hingga Fatwa AI, Gus Dur Ukir Sejarah di Situbondo
Rekam Jejak Munas NU: Dari Khittah 1926 hingga Fatwa AI, Gus Dur Ukir Sejarah di Situbondo
Aktual
Ketahui 12 Aturan Penting Jemaah Haji di Masjid Nabawi Madinah
Ketahui 12 Aturan Penting Jemaah Haji di Masjid Nabawi Madinah
Aktual
Jemaah Pakai Baju 9 Lapis di Bandara Arab Saudi demi Siasati Barang Bawaan
Jemaah Pakai Baju 9 Lapis di Bandara Arab Saudi demi Siasati Barang Bawaan
Aktual
MTQ Nasional XXXI di Semarang Dipersiapkan Matang, Kemenag Targetkan Sukses Penyelenggaraan hingga Prestasi
MTQ Nasional XXXI di Semarang Dipersiapkan Matang, Kemenag Targetkan Sukses Penyelenggaraan hingga Prestasi
Aktual
Munas Kader Muda NU di Kediri Hasilkan 4 Rekomendasi Strategis, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo
Munas Kader Muda NU di Kediri Hasilkan 4 Rekomendasi Strategis, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo
Aktual
Sedang Banyak Masalah? Ini 5 Zikir dalam Al-Qur’an untuk Menguatkan Hati
Sedang Banyak Masalah? Ini 5 Zikir dalam Al-Qur’an untuk Menguatkan Hati
Doa dan Niat
Pasar Kosmetik Halal Indonesia Jadi Incaran Filipina, LPPOM Ungkap Peluang Besar Jelang Wajib Sertifikasi 2026
Pasar Kosmetik Halal Indonesia Jadi Incaran Filipina, LPPOM Ungkap Peluang Besar Jelang Wajib Sertifikasi 2026
Aktual
PBNU Undang Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan, Persiapan Terus Dimatangkan
PBNU Undang Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan, Persiapan Terus Dimatangkan
Aktual
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Prioritaskan Pembangunan Masjid Kecil
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Prioritaskan Pembangunan Masjid Kecil
Aktual
Kemenag Cairkan Insentif Guru PAI Tahap II Total Rp 6,65 Miliar
Kemenag Cairkan Insentif Guru PAI Tahap II Total Rp 6,65 Miliar
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com