Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Petugas Haji di Terminal Syib Amir, Tetap Bertugas di Tengah Panas Ekstrem untuk Layani Jemaah

Kompas.com, 5 Mei 2026, 21:07 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Di tengah padatnya mobilitas jemaah haji Indonesia di Tanah Suci, peran petugas di lapangan menjadi kunci kelancaran layanan.

Dari beberapa pos penugasan, salah satu titik krusial bagi petugas haji adalah terminal yang menjadi simpul pergerakan jemaah yang menggunakan bus shalawat.

Dalam menjalankan tugasnya, kondisi ekstrem seperti suhu panas tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi petugas yang bertugas di terminal.

Namun, dedikasi tetap ditunjukkan demi memastikan pelayanan kepada jemaah haji yang akan menggunakan bus shalawat berjalan optimal.

Baca juga: PPIH Medan Minta Petugas Haji Utamakan Pelayanan Jamaah di Tanah Suci

Kisah Petugas Haji di Terminal Syib Amir Hadapi Kondisi Berat

Salah satunya adalah kisah Kepala Pos (Kapos) Terminal Syib Amir, Dr Iswan Brandes, yang memilih tetap bertugas di terminal meskipun menghadapi panas ekstrem.

Ia mengaku lebih nyaman ditempatkan di terminal dibandingkan sektor lain dalam setiap penugasan haji.

Baca juga: Haji Gratisan? Membongkar Stigma Petugas Haji

Meski sempat ditawari posisi berbeda pada musim haji tahun ini, ia tetap memilih kembali ke terminal.

Baginya, tempat tersebut memberikan pengalaman spiritual sekaligus pembelajaran hidup.

“Dari lima kali penugasan, saya lebih nyaman di terminal. Di sini saya belajar sabar. Terminal itu seperti replika Padang Arafah, bahkan seperti padang pasir. Panasnya terasa dari atas dan bawah,” ujarnya Doktor Brandes dalam wawancara, Minggu (3/5/2026).

Menurutnya, terminal bukan sekadar titik transit jemaah, tetapi juga ruang pengabdian yang menguji kesabaran dan ketulusan.

Ia menggambarkan kondisi panas ekstrem yang dirasakan setiap hari justru menjadi bagian dari pengalaman berharga.

Dalam situasi tersebut, ia mengaku menemukan makna tersendiri dalam melayani jemaah haji.

Capaian Kinerja Tahun Sebelumnya Jadi Motivasi

Pengalaman bertugas di terminal juga didukung capaian kinerja yang baik. Pada musim haji 2024, layanan bus shalawat di terminal yang ditanganinya mencatat tingkat kepuasan hingga 93 persen.

Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di antara sembilan sektor pelayanan haji saat itu.

“Alhamdulillah, pelayanan terminal saat itu peringkat pertama. Itu yang membuat saya yakin untuk kembali bertugas,” katanya.

Dari banyaknya petugas yang terlibat dalam penyelenggaraan haji, hanya sebagian kecil yang kembali dipercaya bertugas pada tahun berikutnya.

Dr Iswan Brandes menjadi salah satu yang kembali ditugaskan, khususnya di bidang terminal.

Ia menilai posisi tersebut memang tidak mudah, namun memberikan pengalaman yang bermakna.

Selain di Terminal Syib Amir, ia juga mengungkapkan keinginannya untuk bertugas di terminal lain, termasuk di kawasan Jabal Ka’bah.

Menurutnya, setiap terminal memiliki tantangan dan karakteristik tersendiri dalam pelayanan jemaah.

Keinginan untuk Melayani Jemaah Sulawesi

Di balik dedikasinya, ia menyimpan niat pribadi untuk melayani jemaah dari wilayah tertentu.

Ia mengaku sejak awal berdoa agar diberi kesempatan melayani jemaah asal Sulawesi.

“Saya selalu berdoa, bukan kepada siapa pun, tapi langsung kepada Allah, agar diberi kesempatan melayani jamaah dari Sulawesi. Alhamdulillah, doa itu terkabul,” tuturnya.

Belajar dari Senior dan Kualitas SDM

Ia juga menyoroti pentingnya peran sumber daya manusia dalam pelayanan haji.

Menurutnya, banyak petugas yang memiliki pengalaman dan latar belakang pendidikan tinggi.

Ia mengaku banyak belajar dari senior, termasuk sosok berusia 70 tahun yang masih aktif bertugas dan menjadi panutan.

“Hebatnya Indonesia, kepala terminal saja ada yang bergelar doktor,” ujarnya.

Pelayanan Haji sebagai Ladang Pengabdian

Kisah ini menunjukkan bahwa pelayanan haji tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi ruang pengabdian dan pembelajaran spiritual.

Di tengah kondisi ekstrem, petugas tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa di balik pelayanan jemaah haji, terdapat dedikasi tinggi yang tidak selalu terlihat, namun berdampak besar bagi kelancaran ibadah di Tanah Suci.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Bersabar di "Tengah Panas Terminal, Kisah Petugas asal Sulawesi Doktor Brandes Jadi Kapos Terminal".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Apresiasi 100 Tahun Gontor, Wamenag Sebut Kiprah Pesantren Ini Sudah Mendunia
Apresiasi 100 Tahun Gontor, Wamenag Sebut Kiprah Pesantren Ini Sudah Mendunia
Aktual
Meruntuhkan Menara Gading LPNU, Menyelamatkan Ekonomi Nahdliyin
Meruntuhkan Menara Gading LPNU, Menyelamatkan Ekonomi Nahdliyin
Aktual
Gus Yahya Ajak Warga NU Jaga Persatuan Jelang Muktamar 2026: Hindari Kontroversi dan Pertentangan Baru
Gus Yahya Ajak Warga NU Jaga Persatuan Jelang Muktamar 2026: Hindari Kontroversi dan Pertentangan Baru
Aktual
Arab Saudi Beri Bantuan Rp 260 Miliar untuk Bayar Gaji PNS Yaman
Arab Saudi Beri Bantuan Rp 260 Miliar untuk Bayar Gaji PNS Yaman
Aktual
Jelang Munas-Konbes NU 2026, Masyayikh Desak Batalkan Usulan Perubahan AHWA dan Larangan Rangkap Jabatan Politik
Jelang Munas-Konbes NU 2026, Masyayikh Desak Batalkan Usulan Perubahan AHWA dan Larangan Rangkap Jabatan Politik
Aktual
Rekam Jejak Munas NU: Dari Khittah 1926 hingga Fatwa AI, Gus Dur Ukir Sejarah di Situbondo
Rekam Jejak Munas NU: Dari Khittah 1926 hingga Fatwa AI, Gus Dur Ukir Sejarah di Situbondo
Aktual
Ketahui 12 Aturan Penting Jemaah Haji di Masjid Nabawi Madinah
Ketahui 12 Aturan Penting Jemaah Haji di Masjid Nabawi Madinah
Aktual
Jemaah Pakai Baju 9 Lapis di Bandara Arab Saudi demi Siasati Barang Bawaan
Jemaah Pakai Baju 9 Lapis di Bandara Arab Saudi demi Siasati Barang Bawaan
Aktual
MTQ Nasional XXXI di Semarang Dipersiapkan Matang, Kemenag Targetkan Sukses Penyelenggaraan hingga Prestasi
MTQ Nasional XXXI di Semarang Dipersiapkan Matang, Kemenag Targetkan Sukses Penyelenggaraan hingga Prestasi
Aktual
Munas Kader Muda NU di Kediri Hasilkan 4 Rekomendasi Strategis, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo
Munas Kader Muda NU di Kediri Hasilkan 4 Rekomendasi Strategis, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo
Aktual
Sedang Banyak Masalah? Ini 5 Zikir dalam Al-Qur’an untuk Menguatkan Hati
Sedang Banyak Masalah? Ini 5 Zikir dalam Al-Qur’an untuk Menguatkan Hati
Doa dan Niat
Pasar Kosmetik Halal Indonesia Jadi Incaran Filipina, LPPOM Ungkap Peluang Besar Jelang Wajib Sertifikasi 2026
Pasar Kosmetik Halal Indonesia Jadi Incaran Filipina, LPPOM Ungkap Peluang Besar Jelang Wajib Sertifikasi 2026
Aktual
PBNU Undang Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan, Persiapan Terus Dimatangkan
PBNU Undang Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan, Persiapan Terus Dimatangkan
Aktual
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Prioritaskan Pembangunan Masjid Kecil
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Prioritaskan Pembangunan Masjid Kecil
Aktual
Kemenag Cairkan Insentif Guru PAI Tahap II Total Rp 6,65 Miliar
Kemenag Cairkan Insentif Guru PAI Tahap II Total Rp 6,65 Miliar
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com