Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PPIH Medan Minta Petugas Haji Utamakan Pelayanan Jamaah di Tanah Suci

Kompas.com, 1 Mei 2026, 23:19 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, Sumatera Utara (Sumut), meminta seluruh petugas haji mengutamakan pelayanan kepada jamaah selama berada di Tanah Suci.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pembekalan operasional haji 2026 bagi para petugas yang akan mendampingi jamaah Indonesia di Arab Saudi.

PPIH menekankan pentingnya pelayanan ibadah, kesehatan, hingga pendampingan jamaah selama pelaksanaan musim haji berlangsung.

Baca juga: Jemaah Haji NTB Diimbau Fokus Ibadah dan Tidak Sibuk Membuat Konten Medsos

Kekompakan dan koordinasi antarpetugas juga dinilai menjadi kunci utama demi memastikan jamaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman.

Ketua PPIH Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, mengatakan seluruh petugas haji harus menjadikan pelayanan kepada jamaah sebagai bentuk amal ibadah selama bertugas di Tanah Suci.

"Petugas harus utamakan pelayanan ibadah haji di Tanah suci sebagai amal jariah," ujar Zulkifli saat memberikan pembekalan dan pemantapan kepada petugas haji di Asrama Haji Medan, Jumat (1/5/2026), seperti dilansir dari Antara.

Baca juga: Jemaah Haji Diimbau Bijak Berbelanja untuk Hindari Over Bagasi Saat Berpindah dari Madinah ke Makkah

Seluruh Petugas Haji Diminta Maksimal Layani Jamaah

Zulkifli menjelaskan petugas yang mendapat pembekalan tidak hanya berasal dari PPIH Arab Saudi, tetapi juga Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

Selain itu, pembekalan juga diberikan kepada tenaga paramedis kelompok terbang (kloter), ketua rombongan (Karom), ketua regu (Karu), dan petugas haji daerah (PHD) asal Sumatera Utara.

Data PPIH Embarkasi Medan mencatat sebanyak 5.990 calon haji, termasuk 68 petugas haji kloter asal Sumatera Utara, diberangkatkan ke Tanah Suci pada periode 22 April hingga 11 Mei 2026.

Karom dan Karu Jadi Garda Terdepan Pendamping Jamaah

Menurut Zulkifli, seluruh petugas haji memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan jamaah memperoleh pelayanan terbaik selama operasional haji berlangsung.

"Ketua rombongan yang akan bertanggung jawab mendampingi dan mengoordinasikan jamaah calon haji selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah," kata Zulkifli.

Ia mengatakan pelayanan tersebut mencakup aspek ibadah, kesehatan, hingga pendampingan jamaah selama berada di Arab Saudi.

"Baik dari aspek ibadah, kesehatan maupun pendampingan selama operasional musim haji tahun ini berlangsung," kata dia.

Petugas Haji Diminta Ikhlas dan Sabar Layani Jamaah

Zulkifli yang juga menjabat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara menegaskan kekompakan dan koordinasi antarpersonel menjadi faktor penting dalam pelayanan jamaah.

Menurut dia, ketua rombongan dan ketua regu merupakan petugas yang paling sering bersentuhan langsung dengan jamaah di lapangan.

"Bapak dan ibu yang menjadi karom dan karu adalah orang-orang pilihan diberikan amanah melayani tamu Allah. Jalankan tugas ini penuh keikhlasan, kesabaran, dan tanggung jawab," tutur dia.

PPIH Embarkasi Medan berharap seluruh petugas mampu menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi jamaah, terutama jamaah lanjut usia yang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi.

"Semoga layanan yang kita berikan kepada jamaah calon haji menjadi nilai ibadah bagi kita semua," papar Zulkifli.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
PPIH Medan Minta Petugas Haji Utamakan Pelayanan Jamaah di Tanah Suci
PPIH Medan Minta Petugas Haji Utamakan Pelayanan Jamaah di Tanah Suci
Aktual
Jemaah Haji NTB Diimbau Fokus Ibadah dan Tidak Sibuk Membuat Konten Medsos
Jemaah Haji NTB Diimbau Fokus Ibadah dan Tidak Sibuk Membuat Konten Medsos
Aktual
Jemaah Haji Diimbau Bijak Berbelanja untuk Hindari Over Bagasi Saat Berpindah dari Madinah ke Makkah
Jemaah Haji Diimbau Bijak Berbelanja untuk Hindari Over Bagasi Saat Berpindah dari Madinah ke Makkah
Aktual
Alasan Kemenhaj Larang Jemaah Haji Lakukan City Tour Sebelum Armuzna: Jaga Fisik dan Fokus Ibadah
Alasan Kemenhaj Larang Jemaah Haji Lakukan City Tour Sebelum Armuzna: Jaga Fisik dan Fokus Ibadah
Aktual
Jemaah Haji Indonesia Mulai Jalani Umrah Wajib di Masjidil Haram
Jemaah Haji Indonesia Mulai Jalani Umrah Wajib di Masjidil Haram
Aktual
Panduan Lokasi Terminal Bus Shalawat di Masjidil Haram, Jemaah Haji Indonesia Wajib Tahu
Panduan Lokasi Terminal Bus Shalawat di Masjidil Haram, Jemaah Haji Indonesia Wajib Tahu
Aktual
KBIH Lamongan Bantah Isu Jual Beli Kuota Haji Usai Jemaah Gagal Berangkat Meski Merasa Sudah Lunasi Biaya
KBIH Lamongan Bantah Isu Jual Beli Kuota Haji Usai Jemaah Gagal Berangkat Meski Merasa Sudah Lunasi Biaya
Aktual
Imam Pertama Perempuan, Kisah Ummu Waraqah Syahidah di Madinah
Imam Pertama Perempuan, Kisah Ummu Waraqah Syahidah di Madinah
Aktual
Penjualan Kambing Kurban di Kebumen Meningkat Jelang Idul Adha 2026, Harga Rp 1,5 sampai 3,5 Jutaan
Penjualan Kambing Kurban di Kebumen Meningkat Jelang Idul Adha 2026, Harga Rp 1,5 sampai 3,5 Jutaan
Aktual
Kemenhaj Prioritaskan Layanan untuk Jemaah Haji Lansia dan Difabel
Kemenhaj Prioritaskan Layanan untuk Jemaah Haji Lansia dan Difabel
Aktual
Calon Haji Embarkasi Lombok Ditolak Masuk Arab Saudi karena Riwayat Pelanggaran Imigrasi
Calon Haji Embarkasi Lombok Ditolak Masuk Arab Saudi karena Riwayat Pelanggaran Imigrasi
Aktual
Doa Saat Membasuh Kaki Ketika Wudhu agar Selamat di Shirath Akhirat
Doa Saat Membasuh Kaki Ketika Wudhu agar Selamat di Shirath Akhirat
Aktual
Idul Adha 2026: Cek Syarat dan Ciri Hewan Kurban Layak Disembelih
Idul Adha 2026: Cek Syarat dan Ciri Hewan Kurban Layak Disembelih
Aktual
Di Balik Bersihnya Masjidil Haram, Ada 3.500 Petugas dan Teknologi
Di Balik Bersihnya Masjidil Haram, Ada 3.500 Petugas dan Teknologi
Aktual
Cara Islam Memuliakan Buruh, Kerja Jadi Ibadah dan Jalan Jihad
Cara Islam Memuliakan Buruh, Kerja Jadi Ibadah dan Jalan Jihad
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com