Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan

Kompas.com, 16 Juni 2026, 21:03 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dinilai dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU KH Ma'shum Faqih mengatakan syiar Islam tidak hanya dilakukan melalui kegiatan keagamaan formal, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aktivitas yang melibatkan masyarakat secara luas.

Menurut dia, pendekatan yang lebih dekat dan menggembirakan dapat membuat nilai-nilai Islam lebih mudah diterima sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca juga: PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya

Karena itu, berbagai kegiatan sosial, olahraga, dan silaturahim dinilai penting untuk terus dikembangkan dalam menyambut Tahun Baru Hijriah.

PBNU Dorong Syiar Islam yang Dekat dengan Masyarakat

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU KH Ma'shum Faqih menegaskan syiar Islam perlu dilakukan dengan cara yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Baca juga: Pesantrenku Aman Hadir di Lampung, PBNU Perkuat Ekosistem Perlindungan Santri

"Syiar Islam tidak hanya dilakukan melalui pengajian, tetapi juga berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat secara luas, memberikan manfaat langsung, dan mempererat tali persaudaraan," katanya usai mengikuti Gowes 1 Muharram dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Lamongan, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026).

Menurut anggota Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Langitan, Widang, Kabupaten Tuban tersebut, Tahun Baru Islam sebaiknya diisi dengan berbagai kegiatan positif yang mampu memperkuat kebersamaan serta meningkatkan kepedulian sosial.

Ia menilai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat dapat menjadi sarana efektif untuk menyebarkan nilai-nilai Islam secara lebih inklusif dan mudah diterima.

Ma'shum menjelaskan bahwa kegiatan yang menggabungkan unsur olahraga, silaturahim, dan keagamaan memiliki dampak positif bagi masyarakat.

Selain menyehatkan, kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat dari berbagai kalangan untuk mempererat hubungan sosial.

Menurut dia, model kegiatan seperti itu mampu menghadirkan suasana yang lebih akrab sekaligus menjadi media syiar yang efektif.

Kehadiran masyarakat dalam kegiatan bersama juga dinilai dapat memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan.

Gowes 1 Muharram Jadi Simbol Kebersamaan

Dalam kesempatan tersebut, Ma'shum menilai kegiatan gowes bersama masyarakat menjadi salah satu bentuk peringatan Tahun Baru Hijriah yang membawa banyak manfaat.

Selain mendorong pola hidup sehat, kegiatan tersebut juga menghadirkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan.

"Ini menjadi momentum kebersamaan, kekeluargaan, mencari kesehatan, mencari berkah, sekaligus mempererat silaturahim," ujarnya.

Menurut dia, peringatan Tahun Baru Islam tidak harus selalu dilakukan dalam bentuk kegiatan seremonial, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aktivitas yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Momentum Tahun Baru Hijriah Perkuat Persaudaraan

Ma'shum berharap semangat menyambut Tahun Baru Hijriah terus dihidupkan melalui berbagai kegiatan yang membuka ruang interaksi dan pertemuan masyarakat.

Kegiatan tersebut dapat mempertemukan warga dari berbagai latar belakang, usia, maupun daerah dalam suasana yang penuh persaudaraan.

Ia menilai semakin banyak ruang kebersamaan yang tercipta, maka hubungan sosial di tengah masyarakat juga akan semakin kuat.

Karena itu, peringatan Tahun Baru Islam diharapkan tidak hanya menjadi momentum refleksi spiritual, tetapi juga sarana mempererat silaturahim dan membangun kepedulian sosial yang lebih luas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Aktual
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Aktual
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
Aktual
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Aktual
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Aktual
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Aktual
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Aktual
Bahaya Dampak El Nino, Ini Doa Rasulullah Saat Kemarau Panjang
Bahaya Dampak El Nino, Ini Doa Rasulullah Saat Kemarau Panjang
Doa dan Niat
Liga Muslim Dunia Luncurkan Program Pembelajaran Bahasa Arab untuk Hafiz Al-Quran di Asia Tenggara
Liga Muslim Dunia Luncurkan Program Pembelajaran Bahasa Arab untuk Hafiz Al-Quran di Asia Tenggara
Aktual
Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti
Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti
Aktual
Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
Aktual
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
Aktual
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Aktual
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Aktual
Jadwal Puasa Muharram 2026 Lengkap: Tasua, Asyura, Ayyamul Bidh, dan Senin-Kamis
Jadwal Puasa Muharram 2026 Lengkap: Tasua, Asyura, Ayyamul Bidh, dan Senin-Kamis
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com