Editor
KOMPAS.com - Liga Muslim Dunia atau Muslim World League (MWL) meluncurkan program pembelajaran bahasa Arab bagi para penghafal Al-Quran dari negara-negara Asia Tenggara.
Program tersebut diperkenalkan oleh Sekretaris Jenderal MWL, Sheikh Mohammed Al-Issa, dalam Forum Keempat Dewan Ulama ASEAN yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan Islam sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa Arab para hafiz Al-Quran di kawasan ASEAN.
Baca juga: 4.000 Hafiz Khatamkan Alquran 80 Kali untuk Korban Ponpes Al Khoziny
Selain memperdalam penguasaan bahasa Arab, program tersebut juga diharapkan membantu para penghafal Al-Quran memahami teks-teks Islam secara lebih komprehensif.
Dilansir dari Arab News, Forum Keempat Dewan Ulama ASEAN mempertemukan para ulama senior dan mufti dari berbagai negara Asia Tenggara untuk membahas penguatan kerja sama keilmuan dan pendidikan Islam.
Baca juga: Hafiz 21 Tahun Asal Riau Raih Juara II MHQ Internasional 2025 di Arab Saudi
Dalam forum tersebut, Sheikh Mohammed Al-Issa memperkenalkan program baru yang ditujukan khusus bagi hafiz Al-Quran dari negara-negara anggota ASEAN.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab peserta sehingga mereka dapat memahami kandungan Al-Quran dan literatur Islam dengan lebih mendalam.
Peluncuran program tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tahunan Dewan Ulama ASEAN tahun ini.
Selain peluncuran program bahasa Arab, forum juga menjadi ajang pemberian penghargaan kepada kelompok kedua penghafal Al-Quran berprestasi dari Asia Tenggara.
Mereka menerima ijazah sanad qiraat melalui Platform Global Teknis Tilawah Al-Quran milik Liga Muslim Dunia.
Ijazah tersebut merupakan sertifikasi resmi bacaan Al-Quran yang diberikan melalui jalur sanad yang tersambung hingga Nabi Muhammad SAW.
Liga Muslim Dunia menyebut pemberian sertifikasi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan Al-Quran sekaligus menjaga tradisi keilmuan Islam yang telah diwariskan selama berabad-abad.
Program itu juga menunjukkan pemanfaatan teknologi modern untuk mendukung proses pembelajaran, pengajaran, dan penyebaran ilmu Al-Quran.
Forum Keempat Dewan Ulama ASEAN turut dihadiri sejumlah tokoh penting dari Malaysia dan negara-negara Asia Tenggara.
Di antaranya Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi, Mufti Agung Malaysia Ahmad Fauwaz Fadzil, serta Menteri Agama Malaysia Mohd Na'im Mokhtar.
Selama forum berlangsung, para ulama dan cendekiawan Muslim membahas berbagai isu terkait pendidikan Islam, penguatan kerja sama regional, serta peningkatan kualitas keilmuan Islam di kawasan ASEAN.
Diskusi tersebut juga menyoroti sejumlah inisiatif yang bertujuan mempererat kolaborasi antarnegara dalam bidang pendidikan dan dakwah.
Dewan Ulama ASEAN berfungsi sebagai wadah kerja sama para ulama, mufti, dan cendekiawan Muslim di Asia Tenggara.
Lembaga ini mendukung berbagai program yang berfokus pada pengembangan pendidikan Islam, penguatan moderasi beragama, serta peningkatan kualitas kajian keislaman di kawasan.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Dewan Ulama ASEAN berupaya memperkuat jaringan kerja sama antarnegara anggota sekaligus mendorong kemajuan pendidikan Islam yang lebih luas.
Peluncuran program bahasa Arab bagi hafiz Al-Quran menjadi salah satu langkah terbaru untuk memperkuat kapasitas generasi penghafal Al-Quran di Asia Tenggara agar mampu memahami sumber-sumber keislaman secara lebih mendalam dan berkelanjutan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang