Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H

Kompas.com, 16 Juni 2026, 16:56 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Menjelang pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, persiapan penggantian Kiswah atau kain penutup Ka'bah mulai dilakukan di Makkah.

Tradisi tahunan tersebut menjadi salah satu rangkaian penting dalam perawatan Ka'bah sebagai bangunan suci yang menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia.

Kiswah baru dijadwalkan dipasang pada Selasa pagi, 1 Muharram 1448 H, bertepatan dengan awal tahun Hijriah.

Baca juga: Tahun Baru Islam 1448 H Dimulai, Kiswah Kabah Resmi Diganti 1 Muharram

Proses penggantian dilakukan oleh Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi melalui Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka'bah dengan melibatkan tim khusus dan pengrajin berpengalaman.

Tradisi Tahunan Penggantian Kiswah Ka'bah

Dilansir dari Saudi Gazette, tahapan penggantian Kiswah dimulai pada Senin (15/6/2026) malam waktu setempat dengan melepas berbagai ornamen yang menempel pada Kiswah lama.

Baca juga: Jelang 1 Muharram 1448 H, Kabah Akan Diselimuti Kiswah Baru

Ornamen yang dilepas meliputi sulaman emas, elemen dekoratif, lampu-lampu, hingga tirai pintu Ka'bah.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi tahunan yang telah berlangsung lama sebagai bentuk perawatan terhadap Ka'bah.

Setelah proses pelepasan selesai, Kiswah baru akan dipasang untuk menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Tim Khusus asal Arab Saudi Tangani Proses Penggantian

Kiswah baru diangkut dari kompleks produksi menuju Masjidil Haram melalui sistem operasional yang dirancang sesuai standar internasional.

Proses penggantian dilakukan oleh tim khusus asal Arab Saudi yang terdiri dari para pengrajin dan tenaga ahli berpengalaman.

Mereka bertanggung jawab mengangkat Kiswah lama, melepas bagian-bagian sulaman emas, serta memasang Kiswah baru yang telah disiapkan.

Seluruh tahapan dilakukan secara cermat untuk memastikan pemasangan berjalan sesuai prosedur dan menjaga kualitas Kiswah.

Kiswah Dibuat dari Sutra Alami dan Sulaman Emas

Pembuatan Kiswah Ka'bah menggunakan bahan baku berkualitas tinggi yang dipilih secara khusus.

Bahan tersebut meliputi 825 kilogram sutra alami, 47 gulung sutra hitam untuk lapisan luar Kiswah, serta 400 kilogram kapas mentah yang digunakan sebagai lapisan dalam.

Selain itu, terdapat 60 kilogram perak murni untuk proses penyulaman dan 120 kilogram perak berlapis emas yang digunakan untuk menyulam ayat-ayat Al-Qur'an serta berbagai motif hiasan.

Sebelum digunakan, seluruh bahan menjalani serangkaian pengujian di laboratorium untuk memastikan kualitas, ketahanan, dan kesesuaiannya terhadap berbagai kondisi cuaca.

Pembuatan Kiswah dilakukan melalui proses panjang yang melibatkan teknologi modern dan keterampilan para pengrajin.

Pada tahap awal, ayat-ayat Al-Qur'an dan motif Islami dicetak pada kain sebagai panduan penyulaman.

Selanjutnya, proses penyulaman dilakukan menggunakan benang emas dan perak dengan tingkat presisi tinggi.

Untuk bagian tertentu yang membutuhkan detail khusus, teknik tenun tangan masih digunakan guna mempertahankan nilai seni dan keindahan Kiswah.

Keterlibatan para pengrajin lokal juga menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya yang telah melekat pada Kiswah selama berabad-abad.

Secara keseluruhan, proses pembuatan Kiswah mencakup tujuh tahapan utama, yaitu pewarnaan, penenunan mesin, pengujian laboratorium, pencetakan, penyulaman, tenun tangan, dan perakitan.

Setelah seluruh proses selesai, bagian-bagian Kiswah yang telah disulam dirakit menjadi satu kesatuan sebelum dipasang di Ka'bah.

Simbol Pelayanan Arab Saudi untuk Dua Masjid Suci

Seluruh proses produksi dan pemasangan Kiswah dilakukan dalam sistem operasional terpadu yang diawasi para teknisi dan spesialis berpengalaman.

Perpaduan antara bahan premium dan pengerjaan yang teliti menghasilkan Kiswah yang sesuai dengan kedudukan Ka'bah serta kesucian Masjidil Haram.

Arab Saudi terus mengembangkan proses produksi Kiswah dengan memanfaatkan keahlian nasional dan teknologi modern, sekaligus menjaga warisan Islam yang bersejarah.

Selama sekitar satu abad terakhir, tradisi penggantian Kiswah setiap tahun menjadi simbol komitmen Kerajaan Arab Saudi dalam melayani Dua Masjid Suci serta merawat Ka'bah sebagai kiblat umat Islam di seluruh dunia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Awal Puasa 2027 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Muhammadiyah dan Perkiraan Pemerintah
Awal Puasa 2027 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Muhammadiyah dan Perkiraan Pemerintah
Aktual
103 Jemaah Gagal Umrah, Kemenhaj Blokir PT Gema Suara Talbia
103 Jemaah Gagal Umrah, Kemenhaj Blokir PT Gema Suara Talbia
Aktual
Kemenag Cairkan Rp4,156 Miliar untuk Rumah Ibadah Buddha Terdampak Banjir Sumatera
Kemenag Cairkan Rp4,156 Miliar untuk Rumah Ibadah Buddha Terdampak Banjir Sumatera
Aktual
MUI Minta Menkeu Suahasil Tak Banyak Utang: Tidak Baik
MUI Minta Menkeu Suahasil Tak Banyak Utang: Tidak Baik
Aktual
Menag Ungkap Tugas Penting Ditjen Pesantren: Cegah Kekerasan hingga Tertibkan Data
Menag Ungkap Tugas Penting Ditjen Pesantren: Cegah Kekerasan hingga Tertibkan Data
Aktual
Dokter Ungkap Cara Jaga Kesehatan Tulang Belakang untuk Menunjang Ibadah dan Aktivitas
Dokter Ungkap Cara Jaga Kesehatan Tulang Belakang untuk Menunjang Ibadah dan Aktivitas
Aktual
Sayembara Surat Santri untuk Presiden Dibuka, Karya Terbaik Akan Disampaikan ke Prabowo
Sayembara Surat Santri untuk Presiden Dibuka, Karya Terbaik Akan Disampaikan ke Prabowo
Aktual
Tema dan Logo Hari Santri 2026 Diluncurkan, Ini Rangkaian Acaranya
Tema dan Logo Hari Santri 2026 Diluncurkan, Ini Rangkaian Acaranya
Aktual
Niat dalam Hati atau Diucapkan? Ini Penjelasan Ulama
Niat dalam Hati atau Diucapkan? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Zubair bin Al-Awwam, Hawari Rasulullah yang Dijuluki Pembela Nabi
Zubair bin Al-Awwam, Hawari Rasulullah yang Dijuluki Pembela Nabi
Aktual
Apa yang Diucapkan Saat Bersin? Ini Sunnah Rasulullah Lengkap
Apa yang Diucapkan Saat Bersin? Ini Sunnah Rasulullah Lengkap
Aktual
Doa Meminta Hujan, Termasuk untuk Dibaca Saat Khutbah Shalat Istisqa
Doa Meminta Hujan, Termasuk untuk Dibaca Saat Khutbah Shalat Istisqa
Aktual
Profil KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
Profil KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
Aktual
Menag Akan Tertibkan Pesantren yang Cuma Catut Nama, Soroti Kepatuhan Unsur dan Syarat
Menag Akan Tertibkan Pesantren yang Cuma Catut Nama, Soroti Kepatuhan Unsur dan Syarat
Aktual
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersamanya
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersamanya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar