Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Haji Pulang Diimbau Tak Langsung Keluyuran, Isolasi Mandiri 14 Hari

Kompas.com, 16 Juni 2026, 14:58 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengingatkan jamaah haji asal Debarkasi Padang, Sumatera Barat, agar disiplin menjalani isolasi mandiri selama 14 hari setelah kembali ke Tanah Air usai menunaikan ibadah haji di Arab Saudi.

Wakil Ketua PPIH Kesehatan Embarkasi Haji Padang, dr Resnita, mengatakan masa isolasi tersebut penting untuk memantau kondisi kesehatan jamaah setelah menjalani perjalanan panjang dan aktivitas fisik yang padat selama di Tanah Suci.

"Jadi, jamaah haji setibanya di rumah sebenarnya tidak boleh ke mana-mana dulu selama 14 hari atau melakukan isolasi dan memantau kondisi kesehatannya," kata dr Resnita di Kota Padang, Selasa (16/6/2026).

Baca juga: Pemulangan Haji Gelombang I Berakhir, 95.178 Jemaah Diterbangkan

Menurut dia, apabila dalam masa dua pekan tersebut jamaah mengalami keluhan kesehatan atau kondisi tubuh menurun, maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

Ia menegaskan, kedisiplinan menjalani isolasi mandiri tidak hanya berkaitan dengan kesehatan jamaah itu sendiri, tetapi juga untuk melindungi anggota keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

Meski demikian, dr Resnita mengakui masih cukup banyak jamaah haji yang belum disiplin menjalankan anjuran isolasi selama 14 hari setelah pulang dari Arab Saudi.

Sebagai langkah pencegahan, ia menyarankan jamaah maupun orang-orang di sekitarnya tetap menggunakan masker guna mengantisipasi kemungkinan penularan penyakit tertentu.

Selain itu, jamaah haji juga diminta menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih dan memastikan kebutuhan gizi harian tercukupi.

Menurutnya, kebiasaan tersebut penting untuk mencegah dehidrasi setelah perjalanan jauh sekaligus membantu menjaga kesehatan saluran pernapasan.

"Jadi, mengonsumsi air putih ini bisa mencegah dehidrasi atau agar batuknya tidak bronkitis," kata dia.

Sementara itu, hingga Senin (15/6/2026), Kantor Kementerian Haji dan Umrah bersama PPIH Debarkasi Padang mencatat sebanyak 4.294 jamaah haji dan petugas telah dipulangkan ke Indonesia.

Baca juga: 85.290 Jemaah Haji Tiba di Indonesia, Kemenhaj Ajak Jaga Kepedulian

Dengan capaian tersebut, PPIH dan Kementerian Haji dan Umrah di Sumatera Barat kini tinggal menunggu kepulangan tiga kelompok terbang (kloter) terakhir untuk menuntaskan proses pemulangan seluruh jamaah haji musim haji 1447 Hijriah.

PPIH berharap seluruh jamaah yang telah kembali ke kampung halaman tetap menjaga kesehatan dan mematuhi anjuran isolasi mandiri agar proses pemulihan pascaibadah haji berjalan optimal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com