Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti

Kompas.com, 16 Juni 2026, 17:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gempa bumi sering datang tanpa tanda yang pasti. Dalam hitungan detik, suasana yang semula tenang dapat berubah menjadi kepanikan.

Di tengah guncangan dan rasa takut yang muncul, umat Islam diajarkan untuk tidak hanya berusaha menyelamatkan diri, tetapi juga memperbanyak doa dan mengingat Allah SWT.

Dalam pandangan Islam, berbagai peristiwa yang terjadi di alam semesta, termasuk gempa bumi, merupakan bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

Musibah yang datang bukan hanya mengingatkan manusia akan keterbatasannya, tetapi juga menjadi ujian keimanan, kesabaran, dan keteguhan hati.

Al-Qur'an menegaskan bahwa setiap manusia akan diuji dengan berbagai bentuk cobaan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 155-156:

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un."

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa sikap pertama seorang Muslim ketika menghadapi musibah adalah bersabar, berserah diri kepada Allah, dan memperbanyak doa.

Lalu, doa apa saja yang dianjurkan dibaca ketika terjadi gempa bumi atau saat seseorang menghadapi musibah yang berat?

Gempa dalam Perspektif Islam

Islam mengajarkan bahwa seluruh kejadian di alam berada dalam kekuasaan Allah SWT. Gempa bumi, banjir, gunung meletus, maupun bencana lainnya bukanlah peristiwa yang terjadi tanpa kehendak-Nya.

Dalam buku Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab dijelaskan bahwa berbagai fenomena alam dapat menjadi sarana bagi manusia untuk merenungkan kebesaran Allah serta mengevaluasi kualitas keimanan dan amal perbuatannya.

Sementara itu, Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Wajiz menerangkan bahwa musibah sering kali menjadi sarana pendidikan spiritual agar manusia tidak larut dalam kesombongan dan merasa sepenuhnya bergantung kepada Allah SWT.

Karena itu, ketika gempa terjadi, umat Islam dianjurkan memperbanyak istigfar, dzikir, doa, serta memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

Baca juga: Doa Menghadapi Musibah Gempa Bumi serta Hikmah Terjadinya Bencana dalam Islam

Doa Utama Saat Tertimpa Musibah

Salah satu doa paling masyhur yang diajarkan Rasulullah SAW ketika seseorang tertimpa musibah adalah membaca kalimat istirja'.

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Allahumma'jurni fi mushibati wa akhlif li khairan minha.

Artinya: "Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibah ini dan gantilah dengan yang lebih baik."

Doa tersebut berasal dari hadis sahih riwayat Muslim. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa siapa saja yang membacanya dengan penuh keyakinan, Allah akan memberikan pahala atas musibah yang dialami serta menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.

Doa Saat Terjadi Gempa Bumi

Ketika gempa terjadi, seseorang dapat memperbanyak doa memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT.

اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ

Allahumma inni as'aluka khairaha wa khaira ma fiha wa khaira ma arsalta bihi wa a'udzubika min syarriha wa syarri ma fiha wa syarri ma arsalta bihi.

Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan dari kejadian ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirimkan bersamanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan yang ada di dalamnya, dan keburukan yang Engkau kirimkan bersamanya."

Doa ini mengandung pengakuan bahwa segala sesuatu berada dalam kuasa Allah dan seorang hamba senantiasa membutuhkan perlindungan-Nya.

Baca juga: Kumpulan Doa dan Amalan Saat Terjadi Gempa Bumi

Doa Memohon Kesabaran dalam Menghadapi Musibah

Rasa takut, cemas, dan sedih sering muncul setelah seseorang mengalami bencana atau kehilangan.

Al-Qur'an mengabadikan doa para hamba yang memohon keteguhan hati ketika menghadapi ujian.

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ

Rabbana afrigh 'alaina sabran wa tawaffana muslimin.

Artinya: "Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kepada kami kesabaran dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri."

Menurut Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-Azhim, doa ini menunjukkan bahwa kesabaran merupakan karunia yang harus diminta kepada Allah, bukan semata-mata hasil kekuatan diri manusia.

Doa Memohon Perlindungan dari Segala Musibah

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa perlindungan dari berbagai kesulitan hidup.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

Allahumma inni a'udzu bika minal hammi wal hazan wal 'ajzi wal kasal wal bukhli wal jubn wa dala'id daini wa ghalabatir rijal.

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, sifat pengecut dan kikir, lilitan utang serta tekanan manusia."

Hadis ini diriwayatkan Abu Dawud dan banyak diamalkan para ulama ketika menghadapi kesulitan hidup.

Baca juga: Dzikir & Doa Saat Terjadi Musibah: Arab, Latin, Arti, dan Maknanya

Doa Nabi Yunus saat Menghadapi Kesulitan

Di antara doa yang paling sering dianjurkan ketika seseorang mengalami kesempitan hidup adalah doa Nabi Yunus AS.

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minazh zhalimin.

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."

Dalam buku Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa doa ini mengandung unsur tauhid, pengakuan dosa, dan permohonan pertolongan yang sangat kuat sehingga dianjurkan dibaca ketika menghadapi kesulitan dan musibah.

Sikap yang Dianjurkan Saat Terjadi Gempa

Selain memperbanyak doa, Islam juga mengajarkan ikhtiar dan kewaspadaan. Ketika terjadi gempa bumi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyelamatkan diri ke tempat yang aman sesuai prosedur kebencanaan yang berlaku.

Setelah itu, seorang Muslim dianjurkan memperbanyak istigfar, dzikir, membaca Al-Qur'an, memperbanyak sedekah, serta mendoakan keselamatan bagi seluruh korban.

Dalam kitab Lathaif Al-Ma'arif, Ibnu Rajab Al-Hanbali menjelaskan bahwa musibah sering menjadi momentum bagi seorang hamba untuk kembali mendekat kepada Allah dan memperbaiki kualitas ibadahnya.

Hikmah di Balik Musibah

Meski terasa berat, Islam memandang musibah bukan semata-mata penderitaan. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, kesedihan, kegelisahan, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah menghapus sebagian dosa-dosanya.

Hadis riwayat Bukhari dan Muslim tersebut menunjukkan bahwa setiap ujian memiliki nilai spiritual bagi orang yang bersabar.

Karena itu, ketika gempa bumi atau musibah lainnya terjadi, seorang Muslim dianjurkan untuk tidak larut dalam kepanikan.

Selain berusaha menyelamatkan diri dan membantu sesama, memperbanyak doa, istigfar, dan memohon kesabaran kepada Allah menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

Pada akhirnya, musibah mengingatkan manusia bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Di balik setiap ujian, selalu ada kesempatan untuk memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Unik, Kreator Konten Arab Saudi Sulap Unta Jadi Bintang Media Sosial Lewat Video Viral
Unik, Kreator Konten Arab Saudi Sulap Unta Jadi Bintang Media Sosial Lewat Video Viral
Aktual
Lirik Sholawat Ya Hanana - Habib Syech: Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan
Lirik Sholawat Ya Hanana - Habib Syech: Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan
Aktual
Profil Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Pengisi Shalawat Kebangsaan HUT ke-81 RI di Monas
Profil Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Pengisi Shalawat Kebangsaan HUT ke-81 RI di Monas
Aktual
Doa Lintas Agama Menggema di Monas, Pemuka 6 Agama Berdoa agar Indonesia Damai dan Bersatu
Doa Lintas Agama Menggema di Monas, Pemuka 6 Agama Berdoa agar Indonesia Damai dan Bersatu
Aktual
Doa Sebelum Berhubungan Intim Menurut Islam: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Sebelum Berhubungan Intim Menurut Islam: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Indonesia Tak Boleh Diacak-acak, Pesan Menag di Zikir Kebangsaan
Indonesia Tak Boleh Diacak-acak, Pesan Menag di Zikir Kebangsaan
Aktual
Menag: Tunjangan Guru Naik 700 Persen, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Menag: Tunjangan Guru Naik 700 Persen, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Aktual
Link Live Streaming Zikir dan Doa Kebangsaan HUT ke-81 RI di Monas
Link Live Streaming Zikir dan Doa Kebangsaan HUT ke-81 RI di Monas
Aktual
Doa Memakai Pakaian dalam Islam: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Doa Memakai Pakaian dalam Islam: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Zikir dan Doa Kebangsaan, Menag: Indeks Kesalehan Umat Beragama 84,20 Persen
Zikir dan Doa Kebangsaan, Menag: Indeks Kesalehan Umat Beragama 84,20 Persen
Aktual
Hukum Ziarah Kubur bagi Wanita Haid dalam Islam, Bolehkah ke Makam? Ini Penjelasannya
Hukum Ziarah Kubur bagi Wanita Haid dalam Islam, Bolehkah ke Makam? Ini Penjelasannya
Aktual
Hukum Makan Daging Biawak dalam Islam, Halal atau Haram? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Makan Daging Biawak dalam Islam, Halal atau Haram? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Hukum Mengumbar Aurat di Media Sosial Menurut Islam, Simak Dalil Al-Qur'an dan Fatwa MUI
Hukum Mengumbar Aurat di Media Sosial Menurut Islam, Simak Dalil Al-Qur'an dan Fatwa MUI
Aktual
Daftar Lokasi Parkir Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan HUT ke-81 RI di Monas
Daftar Lokasi Parkir Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan HUT ke-81 RI di Monas
Aktual
Hukum Mewarnai Rambut Beruban Menurut Islam, Bolehkah Menggunakan Warna Hitam?
Hukum Mewarnai Rambut Beruban Menurut Islam, Bolehkah Menggunakan Warna Hitam?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar