KOMPAS.com – Gempa bumi sering datang tanpa tanda yang pasti. Dalam hitungan detik, suasana yang semula tenang dapat berubah menjadi kepanikan.
Di tengah guncangan dan rasa takut yang muncul, umat Islam diajarkan untuk tidak hanya berusaha menyelamatkan diri, tetapi juga memperbanyak doa dan mengingat Allah SWT.
Dalam pandangan Islam, berbagai peristiwa yang terjadi di alam semesta, termasuk gempa bumi, merupakan bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
Musibah yang datang bukan hanya mengingatkan manusia akan keterbatasannya, tetapi juga menjadi ujian keimanan, kesabaran, dan keteguhan hati.
Al-Qur'an menegaskan bahwa setiap manusia akan diuji dengan berbagai bentuk cobaan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 155-156:
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un."
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa sikap pertama seorang Muslim ketika menghadapi musibah adalah bersabar, berserah diri kepada Allah, dan memperbanyak doa.
Lalu, doa apa saja yang dianjurkan dibaca ketika terjadi gempa bumi atau saat seseorang menghadapi musibah yang berat?
Islam mengajarkan bahwa seluruh kejadian di alam berada dalam kekuasaan Allah SWT. Gempa bumi, banjir, gunung meletus, maupun bencana lainnya bukanlah peristiwa yang terjadi tanpa kehendak-Nya.
Dalam buku Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab dijelaskan bahwa berbagai fenomena alam dapat menjadi sarana bagi manusia untuk merenungkan kebesaran Allah serta mengevaluasi kualitas keimanan dan amal perbuatannya.
Sementara itu, Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Wajiz menerangkan bahwa musibah sering kali menjadi sarana pendidikan spiritual agar manusia tidak larut dalam kesombongan dan merasa sepenuhnya bergantung kepada Allah SWT.
Karena itu, ketika gempa terjadi, umat Islam dianjurkan memperbanyak istigfar, dzikir, doa, serta memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
Baca juga: Doa Menghadapi Musibah Gempa Bumi serta Hikmah Terjadinya Bencana dalam Islam
Salah satu doa paling masyhur yang diajarkan Rasulullah SAW ketika seseorang tertimpa musibah adalah membaca kalimat istirja'.
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Allahumma'jurni fi mushibati wa akhlif li khairan minha.
Artinya: "Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibah ini dan gantilah dengan yang lebih baik."
Doa tersebut berasal dari hadis sahih riwayat Muslim. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa siapa saja yang membacanya dengan penuh keyakinan, Allah akan memberikan pahala atas musibah yang dialami serta menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.
Ketika gempa terjadi, seseorang dapat memperbanyak doa memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT.
اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ
Allahumma inni as'aluka khairaha wa khaira ma fiha wa khaira ma arsalta bihi wa a'udzubika min syarriha wa syarri ma fiha wa syarri ma arsalta bihi.
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan dari kejadian ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirimkan bersamanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan yang ada di dalamnya, dan keburukan yang Engkau kirimkan bersamanya."
Doa ini mengandung pengakuan bahwa segala sesuatu berada dalam kuasa Allah dan seorang hamba senantiasa membutuhkan perlindungan-Nya.
Baca juga: Kumpulan Doa dan Amalan Saat Terjadi Gempa Bumi
Rasa takut, cemas, dan sedih sering muncul setelah seseorang mengalami bencana atau kehilangan.
Al-Qur'an mengabadikan doa para hamba yang memohon keteguhan hati ketika menghadapi ujian.
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ
Rabbana afrigh 'alaina sabran wa tawaffana muslimin.
Artinya: "Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kepada kami kesabaran dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri."
Menurut Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-Azhim, doa ini menunjukkan bahwa kesabaran merupakan karunia yang harus diminta kepada Allah, bukan semata-mata hasil kekuatan diri manusia.
Rasulullah SAW juga mengajarkan doa perlindungan dari berbagai kesulitan hidup.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Allahumma inni a'udzu bika minal hammi wal hazan wal 'ajzi wal kasal wal bukhli wal jubn wa dala'id daini wa ghalabatir rijal.
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, sifat pengecut dan kikir, lilitan utang serta tekanan manusia."
Hadis ini diriwayatkan Abu Dawud dan banyak diamalkan para ulama ketika menghadapi kesulitan hidup.
Baca juga: Dzikir & Doa Saat Terjadi Musibah: Arab, Latin, Arti, dan Maknanya
Di antara doa yang paling sering dianjurkan ketika seseorang mengalami kesempitan hidup adalah doa Nabi Yunus AS.
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minazh zhalimin.
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."
Dalam buku Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa doa ini mengandung unsur tauhid, pengakuan dosa, dan permohonan pertolongan yang sangat kuat sehingga dianjurkan dibaca ketika menghadapi kesulitan dan musibah.
Selain memperbanyak doa, Islam juga mengajarkan ikhtiar dan kewaspadaan. Ketika terjadi gempa bumi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyelamatkan diri ke tempat yang aman sesuai prosedur kebencanaan yang berlaku.
Setelah itu, seorang Muslim dianjurkan memperbanyak istigfar, dzikir, membaca Al-Qur'an, memperbanyak sedekah, serta mendoakan keselamatan bagi seluruh korban.
Dalam kitab Lathaif Al-Ma'arif, Ibnu Rajab Al-Hanbali menjelaskan bahwa musibah sering menjadi momentum bagi seorang hamba untuk kembali mendekat kepada Allah dan memperbaiki kualitas ibadahnya.
Meski terasa berat, Islam memandang musibah bukan semata-mata penderitaan. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, kesedihan, kegelisahan, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah menghapus sebagian dosa-dosanya.
Hadis riwayat Bukhari dan Muslim tersebut menunjukkan bahwa setiap ujian memiliki nilai spiritual bagi orang yang bersabar.
Karena itu, ketika gempa bumi atau musibah lainnya terjadi, seorang Muslim dianjurkan untuk tidak larut dalam kepanikan.
Selain berusaha menyelamatkan diri dan membantu sesama, memperbanyak doa, istigfar, dan memohon kesabaran kepada Allah menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
Pada akhirnya, musibah mengingatkan manusia bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Di balik setiap ujian, selalu ada kesempatan untuk memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang