Editor
KOMPAS.com - Guncangan gempa bumi sering kali datang tanpa peringatan, menyisakan rasa takut dan kecemasan bagi siapa pun yang merasakannya.
Di balik fenomena alam ini, Islam memandang gempa sebagai salah satu tanda kebesaran Allah SWT sekaligus pengingat bagi manusia akan kelemahan dan ketergantungannya kepada Sang Pencipta.
Saat bumi bergoyang, langkah pertama yang dianjurkan adalah tetap tenang dan tidak larut dalam kepanikan.
Selain melakukan evakuasi fisik, umat Muslim sangat dianjurkan untuk memperkuat batin dengan doa dan zikir sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Melanda, Ini Doa Perlindungan dan Panduan Siaga Bencana
Berikut adalah beberapa doa yang dapat dipanjatkan saat menghadapi musibah gempa bumi:
Salah satu doa yang sering dianjurkan oleh para ulama, termasuk KH Abdul Karim (Gus Karim), adalah memohon kebaikan dari peristiwa yang terjadi dan perlindungan dari keburukannya:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ
“Allahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih.”.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, kebaikan yang ada di dalamnya dan kebaikan yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan yang ada di dalamnya dan keburukan yang Engkau kirimkan dengannya.”.
Berdasarkan riwayat Abu Dawud, terdapat doa yang dipanjatkan untuk memohon perlindungan dari bencana yang berkaitan dengan zat bumi, seperti tanah longsor atau gempa:
يَا أَرْضُ رَبِّي وَرَبُّكِ اللَّهُ، أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّكِ وَمِنْ شَرِّ مَا فِيكِ، وَمِنْ شَرِّ مَا خُلِقَ فِيكِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَدِبُّ عَلَيْكِ
“Yaa ardhu robbi wa rabbukallah, a’udubillahi min sarrika wamin sarri ma fiika, wamin sarri maa huliqa fika wamin sarri maa yadibbu ‘alaika.”.
Artinya: “Wahai bumi, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah. Aku berlindung kepada Allah daripada keburukanmu, daripada keburukan yang terkandung di dalammu, daripada keburukan yang diciptakan yang terkandung di dalammu, dan daripada keburukan yang melata atas dasarmu.”.
Umat Muslim juga dapat membaca doa untuk memohon keselamatan dari hilangnya nikmat dan datangnya azab yang sekonyong-konyong:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
“Allahumma inni a’udzubika min zawaali ni’matika, wa tahawwuli ‘aafiyatika wa fujaati ni’matika wa jami’i sakhotika.”
Artinya: “Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, dan dari pindahnya keselamatan yang Engkau berikan, dan dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, serta dari seluruh murka-Mu.”.
Dalam catatan sejarah, gempa bumi pernah terjadi pada masa Rasulullah SAW dan Umar bin al-Khaththab. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa peristiwa tersebut adalah bentuk teguran dari Allah agar hamba-Nya kembali memperhatikan perintah-Nya.
Sementara itu, Umar bin al-Khaththab mengingatkan masyarakatnya bahwa gempa terjadi karena perbuatan manusia dan mendorong mereka untuk memperbaiki diri.
Selain berdoa, para ulama seperti Syekh Bin Baz menganjurkan beberapa amalan lain saat terjadi tanda-tanda kebesaran Allah, seperti:
Baca juga: PBNU Gelar Doa untuk Negeri Satu NU Satu Bangsa untuk Bantu Penyintas Bencana
Melalui doa dan amalan ini, diharapkan setiap individu mampu mengendalikan rasa cemas, menenangkan hati, serta memperkuat iman di tengah ujian bencana yang menimpa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang