Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha: Waktu, Niat, dan Tata Caranya

Kompas.com, 17 Mei 2026, 16:27 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah, termasuk menjalankan puasa sunnah.

Ada tiga puasa yang biasa dikerjakan sebelum Idul Adha, yakni puasa Zulhijah, puasa Tarwiyah, dan puasa Arafah.

Ketiga puasa ini memiliki keutamaan besar karena dilakukan pada hari-hari terbaik di bulan Zulhijah.

Baca juga: Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, serta Arafah 2026 Lengkap dengan Tata Cara dan Jadwalnya

Selain memahami waktu pelaksanaannya, umat Muslim juga perlu mengetahui bacaan niat dan tata cara menjalankannya.

Puasa sunnah ini dilaksanakan pada 10 hari pertama bulan Zulhijjah karena terdapat keutamaan pada hari-hari tersebut seperti dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW:

Baca juga: Bolehkah Puasa Dzulhijjah Digabung Qadha Ramadhan? Ini Hukumnya

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah melebihi amal saleh pada hari-hari ini (10 hari pertama Zulhijah).” (HR Bukhari)

Keutamaan puasa sunnah awal Zulhijjah dalam hadis lain juga disebutkan hal yang sama

"Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya dari pada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah)." (HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir)

Karena itu, puasa sunnah sebelum Idul Adha menjadi salah satu amalan yang banyak dianjurkan ulama.

3 Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha

Berikut 3 puasa sunnah sebelum Idul Adha yang akan menjadi amalan yang mulia apabila dikerjakan.

1. Puasa Zulhijah

Waktu Puasa Zulhijah

Puasa Zulhijah merupakan puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 1 hingga 7 Zulhijah atau sebelum puasa Tarwiyah dan Arafah.

Puasa ini menjadi amalan sunnah untuk menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha dan mengisi hari-hari utama di bulan Zulhijah.

Niat Puasa Zulhijah

نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْحِجَّةِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu shauma syahri dzilhijjati sunnatan lillahi ta‘ala.

Artinya: “Saya berniat puasa sunnah bulan Zulhijah karena Allah Ta'ala.”

2. Puasa Tarwiyah

Waktu Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah merupakan puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 8 Zulhijah. Puasa ini dilakukan sehari sebelum puasa Arafah.

Istilah Tarwiyah berasal dari tradisi jamaah haji pada masa lalu yang mempersiapkan persediaan air sebelum menuju Padang Arafah.

Niat Puasa Tarwiyah

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan lillaahi ta‘aalaa.

Artinya: “Saya berniat puasa Tarwiyah sunnah karena Allah Ta'ala.”

3. Puasa Arafah

Waktu Puasa Arafah

Puasa Arafah merupakan puasa sunnah yang dikerjakan 9 Zulhijah 1447 H atau setelah puasa Tarwiyah. Puasa ini dilaksanakan ketika jamaah haji menjalani wukuf di Arafah.

Puasa Arafah memiliki keutamaan besar bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji. Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim)

Niat Puasa Arafah

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِي يَوْمِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu shauma ghadin fii yaumi ‘arafata sunnatan lillaahi ta‘aalaa.

Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah Ta'ala.”

Tata Cara Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha

Secara umum, tata cara puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah sama seperti puasa sunnah lainnya. Berikut tata caranya:

  • Membaca niat sebelum waktu Subuh
  • Menahan diri dari makan, minum, dan hal yang membatalkan puasa
  • Menjaga ucapan dan perbuatan
  • Memperbanyak doa, dzikir, dan amal saleh
  • Berbuka saat waktu Magrib tiba

Seperti ibadah puasa lainnya, puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah.

Puasa sunnah sebelum Idul Adha sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.

Sementara bagi jamaah haji, mayoritas ulama memandang puasa Arafah tidak dianjurkan agar kondisi fisik tetap kuat saat menjalani wukuf dan rangkaian ibadah haji lainnya.

Karena itu, umat Islam dapat memanfaatkan momentum bulan Zulhijah untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh sebelum Hari Raya Idul Adha tiba.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenhaj Akan Tindak Oknum KBIHU yang Diduga Terlibat Penipuan Badal Haji dan Dam
Kemenhaj Akan Tindak Oknum KBIHU yang Diduga Terlibat Penipuan Badal Haji dan Dam
Aktual
Penipuan Dam dan Badal Haji Terbongkar, Kemenhaj Ungkap Modusnya
Penipuan Dam dan Badal Haji Terbongkar, Kemenhaj Ungkap Modusnya
Aktual
Oleh-oleh Haji Tak Melulu Kurma, Jemaah Indonesia Juga Kirim Wajan hingga Teko dari Tanah Suci
Oleh-oleh Haji Tak Melulu Kurma, Jemaah Indonesia Juga Kirim Wajan hingga Teko dari Tanah Suci
Aktual
PPIH Arab Saudi Terima Penghargaan Setelah Lebih dari 135 Ribu Jamaah Haji Indonesia Bayar Dam Lewat Adahi
PPIH Arab Saudi Terima Penghargaan Setelah Lebih dari 135 Ribu Jamaah Haji Indonesia Bayar Dam Lewat Adahi
Aktual
Kemenhaj Siapkan Panduan Kemabruran Haji untuk Pembinaan Jamaah Sepulang dari Tanah Suci
Kemenhaj Siapkan Panduan Kemabruran Haji untuk Pembinaan Jamaah Sepulang dari Tanah Suci
Aktual
Kemenhaj NTB Pastikan Ahli Waris Jamaah Haji yang Wafat Menerima Santunan
Kemenhaj NTB Pastikan Ahli Waris Jamaah Haji yang Wafat Menerima Santunan
Aktual
Masjid Nabawi Distribusikan 235 Ton Air Zamzam Setiap Hari untuk Jemaah
Masjid Nabawi Distribusikan 235 Ton Air Zamzam Setiap Hari untuk Jemaah
Aktual
Arab Saudi Peringatkan Bahaya Diet Tayyibat yang Viral di Sosmed, Ini Alasannya
Arab Saudi Peringatkan Bahaya Diet Tayyibat yang Viral di Sosmed, Ini Alasannya
Aktual
6 Jemaah Haji Asal Kaltim Wafat di Tanah Suci, Sebagian Besar Akibat Kelelahan dan Cuaca Ekstrem
6 Jemaah Haji Asal Kaltim Wafat di Tanah Suci, Sebagian Besar Akibat Kelelahan dan Cuaca Ekstrem
Aktual
Dua Jemaah Haji Ciamis yang Wafat di Tanah Suci Berhak Terima Asuransi Sebesar BPIH
Dua Jemaah Haji Ciamis yang Wafat di Tanah Suci Berhak Terima Asuransi Sebesar BPIH
Aktual
Dua Jemaah Haji Sumsel Wafat di Makkah, Dimakamkan di Sharaya
Dua Jemaah Haji Sumsel Wafat di Makkah, Dimakamkan di Sharaya
Aktual
Serangan Jantung Akut, Jamaah Haji Banyuwangi Wafat di Tanah Suci
Serangan Jantung Akut, Jamaah Haji Banyuwangi Wafat di Tanah Suci
Aktual
Sebelum Adam Diciptakan, Mengapa Malaikat Tahu Manusia Akan Merusak?
Sebelum Adam Diciptakan, Mengapa Malaikat Tahu Manusia Akan Merusak?
Doa dan Niat
Haji Mulai Tinggalkan Madinah, Kota Nabi Bersiap Sambut Gelombang Jamaah Umrah
Haji Mulai Tinggalkan Madinah, Kota Nabi Bersiap Sambut Gelombang Jamaah Umrah
Aktual
Bolehkah Menikahi Perempuan yang Hamil di Luar Nikah? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Bolehkah Menikahi Perempuan yang Hamil di Luar Nikah? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com