Editor
KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah, termasuk menjalankan puasa sunnah.
Ada tiga puasa yang biasa dikerjakan sebelum Idul Adha, yakni puasa Zulhijah, puasa Tarwiyah, dan puasa Arafah.
Ketiga puasa ini memiliki keutamaan besar karena dilakukan pada hari-hari terbaik di bulan Zulhijah.
Baca juga: Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, serta Arafah 2026 Lengkap dengan Tata Cara dan Jadwalnya
Selain memahami waktu pelaksanaannya, umat Muslim juga perlu mengetahui bacaan niat dan tata cara menjalankannya.
Puasa sunnah ini dilaksanakan pada 10 hari pertama bulan Zulhijjah karena terdapat keutamaan pada hari-hari tersebut seperti dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW:
Baca juga: Bolehkah Puasa Dzulhijjah Digabung Qadha Ramadhan? Ini Hukumnya
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah melebihi amal saleh pada hari-hari ini (10 hari pertama Zulhijah).” (HR Bukhari)
Keutamaan puasa sunnah awal Zulhijjah dalam hadis lain juga disebutkan hal yang sama
"Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya dari pada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah)." (HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir)
Karena itu, puasa sunnah sebelum Idul Adha menjadi salah satu amalan yang banyak dianjurkan ulama.
Berikut 3 puasa sunnah sebelum Idul Adha yang akan menjadi amalan yang mulia apabila dikerjakan.
Waktu Puasa Zulhijah
Puasa Zulhijah merupakan puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 1 hingga 7 Zulhijah atau sebelum puasa Tarwiyah dan Arafah.
Puasa ini menjadi amalan sunnah untuk menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha dan mengisi hari-hari utama di bulan Zulhijah.
Niat Puasa Zulhijah
نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْحِجَّةِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu shauma syahri dzilhijjati sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah bulan Zulhijah karena Allah Ta'ala.”
Waktu Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah merupakan puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 8 Zulhijah. Puasa ini dilakukan sehari sebelum puasa Arafah.
Istilah Tarwiyah berasal dari tradisi jamaah haji pada masa lalu yang mempersiapkan persediaan air sebelum menuju Padang Arafah.
Niat Puasa Tarwiyah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: “Saya berniat puasa Tarwiyah sunnah karena Allah Ta'ala.”
Waktu Puasa Arafah
Puasa Arafah merupakan puasa sunnah yang dikerjakan 9 Zulhijah 1447 H atau setelah puasa Tarwiyah. Puasa ini dilaksanakan ketika jamaah haji menjalani wukuf di Arafah.
Puasa Arafah memiliki keutamaan besar bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim)
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِي يَوْمِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu shauma ghadin fii yaumi ‘arafata sunnatan lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah Ta'ala.”
Secara umum, tata cara puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah sama seperti puasa sunnah lainnya. Berikut tata caranya:
Seperti ibadah puasa lainnya, puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah.
Puasa sunnah sebelum Idul Adha sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.
Sementara bagi jamaah haji, mayoritas ulama memandang puasa Arafah tidak dianjurkan agar kondisi fisik tetap kuat saat menjalani wukuf dan rangkaian ibadah haji lainnya.
Karena itu, umat Islam dapat memanfaatkan momentum bulan Zulhijah untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh sebelum Hari Raya Idul Adha tiba.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang