Editor
KOMPAS.com - Umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah saat memasuki bulan Zulhijah, terutama pada 10 hari pertama yang memiliki banyak keutamaan.
Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan ialah puasa Zulhijah, puasa Tarwiyah, dan puasa Arafah menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Selain mengetahui jadwal pelaksanaannya, umat Muslim juga perlu memahami niat serta tata cara menjalankan puasa sunnah tersebut.
Baca juga: Link Sidang Isbat Penetapan 1 Zulhijjah 1447 H Hari Ini, Cek Jadwal dan Tahapannya
Ketiga puasa ini menjadi momentum memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT sebelum Idul Adha tiba.
Keutamaan 10 hari pertama Zulhijah dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW:
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih icintai Allah melebihi amal saleh pada hari-hari ini (10 hari pertama Zulhijah).” (HR Bukhari)
Baca juga: Hari Tasyrik: Pengertian, Larangan Puasa, dan Amalan yang Dianjurkan dalam Islam
Karena itu, banyak umat Islam mulai mencari jadwal puasa Zulhijah 2026 lengkap dengan bacaan niat dan tata caranya.
Puasa Zulhijah merupakan puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 1 hingga 7 Zulhijah. Puasa ini menjadi amalan utama untuk menyambut hari-hari terbaik sebelum Idul Adha.
Berikut bacaan niat puasa Zulhijah:
نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْحِجَّةِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzilhijjati sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah bulan Zulhijah karena Allah Ta'ala.”
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Zulhijah, sehari sebelum puasa Arafah. Kata Tarwiyah berasal dari tradisi jamaah haji yang mempersiapkan bekal air sebelum menuju Arafah.
Adapun niat puasa Tarwiyah adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: “Saya berniat puasa Tarwiyah sunnah karena Allah Ta'ala.”
Puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Zulhijah ketika jamaah haji menjalani wukuf di Padang Arafah. Puasa ini memiliki keutamaan besar bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim)
Berikut niat puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِي يَوْمِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin fii yaumi ‘arafata sunnatan lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah Ta'ala.”
Secara umum, tata cara puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah sama seperti puasa sunnah lainnya. Berikut tata caranya:
Puasa sunnah Zulhijah sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.
Sementara bagi jamaah haji, mayoritas ulama memandang puasa Arafah tidak dianjurkan agar kondisi fisik tetap kuat saat menjalani wukuf dan rangkaian ibadah haji lainnya.
Karena itu, puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah menjadi kesempatan penting memperbanyak amal saleh sekaligus mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H.
Berdasarkan Kalender Hijriah Kementerian Agama RI, pelaksanaan puasa sunnah Zulhijah 1447 H diperkirakan berlangsung pada akhir Mei 2026.
Namun, penetapan resmi awal Zulhijah dan Hari Raya Idul Adha tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama.
Berikut jadwal puasa sunnah Zulhijah 2026: