Editor
KOMPAS.com - Khutbah Jumat bukan sekadar ceramah biasa. Dalam Islam, khutbah menjadi bagian penting yang menentukan sah atau tidaknya shalat Jumat. Karena itu, seorang khatib wajib memahami rukun-rukunnya dengan benar.
Lalu, apa saja rukun khutbah Jumat yang harus dipenuhi?
Penjelasan ini dirangkum dari kitab *Kasyifatus Saja Syarah Safinatun Naja* karya ulama besar Nusantara, Syekh Nawawi Al-Bantani.
Khutbah Jumat adalah syarat sah shalat Jumat. Artinya, jika rukun khutbah tidak terpenuhi, maka ibadah Jumat bisa menjadi tidak sah.
Baca juga: Khutbah Jumat Bahasa Sunda: Ngajauhan Panyakit Hate dina Kahirupan Sapopoe
Karena itu, setiap khatib harus memperhatikan setiap bagian khutbah, bukan hanya isi ceramahnya saja.
Berikut lima rukun yang harus ada dalam khutbah Jumat:
Khatib wajib memuji Allah di khutbah pertama dan kedua.
Harus menggunakan lafaz yang mengandung kata:
Tidak cukup jika menggunakan lafaz lain seperti asy-syukru.
Selain itu, harus menyebut lafaz “Allah”, bukan hanya Asmaul Husna seperti Ar-Rahman atau Ar-Rahim.
Khatib juga wajib membaca shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ di kedua khutbah.
Contoh:
Nama Nabi boleh menggunakan variasi seperti Ahmad atau lainnya, tetapi tidak cukup jika hanya memakai kata ganti (dhamir), seperti ‘alaihi.
Khatib harus mengajak jamaah untuk bertakwa kepada Allah.
Menariknya, tidak harus menggunakan kata “wasiat”.
Contohnya:
Intinya adalah pesan ketaatan kepada Allah.
Khatib wajib membaca minimal satu ayat Al-Qur’an, biasanya di khutbah pertama.
Ayat yang dibaca sebaiknya berisi:
Contoh ayat:
“Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi...” (QS. Al-An’am: 1)
Namun penting dicatat, ayat yang dibaca tidak boleh menggantikan fungsi rukun lain, seperti memuji Allah.
Di khutbah kedua, khatib wajib mendoakan kaum mukmin.
Doa ini harus mencakup: laki-laki (mukminin)
Menurut penjelasan ulama, tidak cukup jika hanya mendoakan perempuan (mukminat) saja.
Kelima rukun ini bukan sekadar formalitas. Semuanya memiliki peran penting dalam menentukan sahnya khutbah dan shalat Jumat.
Karena itu, seorang khatib harus:
Memahami rukun khutbah Jumat bukan hanya penting bagi khatib, tetapi juga bagi jamaah agar lebih sadar terhadap kualitas ibadahnya.
Baca juga: Khutbah Jumat: Keutamaan Silaturahmi dan Memaafkan Sesama
Dengan khutbah yang sesuai tuntunan: